Transaksi Raksasa Rp534 Miliar di Saham AMMN, Saat IHSG Terpukul 2 Persen
- Team
- 1
- Posted on
Transaksi jumbo senilai Rp534 miliar terjadi di saham PT Amman Mineral Internasional (AMMN) di tengah pelemahan IHSG lebih dari 2 persen pada Jumat (17/10).
IHSG Runtuh 2 Persen, Transaksi Jumbo Rp534 Miliar di Saham Amman Mineral Bikin Kejutan
Pasar saham Indonesia kembali diguncang. Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjun bebas lebih dari 2 persen, justru muncul satu kejutan besar dari saham konglomerat tambang, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Pada sesi pertama perdagangan Jumat (17/10/2025), muncul transaksi jumbo senilai Rp534 miliar di pasar negosiasi saham AMMN. Pergerakan besar ini langsung menarik perhatian pelaku pasar dan analis karena terjadi di saat mayoritas saham sedang melemah tajam.
Transaksi Misterius Senilai Rp534 Miliar
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat sebanyak 70.539.100 lembar saham AMMN berpindah tangan di pasar negosiasi dengan rata-rata harga Rp7.570 per saham. Jika dikalkulasikan, total nilai transaksi mencapai Rp534 miliar — sebuah angka yang sangat besar untuk satu sesi perdagangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai siapa pihak pembeli maupun penjual di balik transaksi jumbo tersebut.
Pasar menduga, aksi ini melibatkan investor institusi besar atau pihak terafiliasi pemegang saham utama, mengingat volume dan nilainya tidak biasa.
Meski belum diketahui motifnya, pasar langsung bereaksi positif. Saham AMMN naik 3,15% ke level Rp8.175 pada sesi I perdagangan — berlawanan arah dengan IHSG yang justru ambruk lebih dari 2 persen.
Profil Kepemilikan: Ada Jejak Grup Salim dan Agoes Projosasmito
Data publik per 30 September 2025 menunjukkan, Agoes Projosasmito tercatat sebagai penerima manfaat terakhir (beneficial owner) AMMN.
Ia menguasai perusahaan tambang raksasa tersebut melalui dua jalur:
* PT AP Investment dengan kepemilikan 15,45%, dan Kepemilikan langsung sebesar 0,39%.
Namun, bukan hanya Agoes yang mengendalikan arah perusahaan ini. Grup Salim, salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia, juga memiliki kendali signifikan terhadap AMMN melalui berbagai entitas terafiliasi.
Grup Salim masuk ke AMMN lewat PT Sumber Gemilang Persada (SGP), yang tercatat sebagai pemegang saham terbesar perusahaan.
Selain itu, jaringan kepemilikan Salim juga menembus AMMN melalui Medco Energi Internasional (MEDC).
Perusahaan asal Singapura Diamond Bridge Pte. Ltd, yang merupakan pemegang saham Medco, diketahui berafiliasi dengan Grup Salim.
Tak berhenti di situ, Grup Salim juga memiliki keterkaitan dengan AMMN melalui PT Pesona Sukses Cemerlang (PSC). Dengan struktur kepemilikan berlapis ini, total kepemilikan Grup Salim secara tidak langsung mencapai lebih dari 50% saham AMMN.
Saham AMMN Tahan Badai, Saat IHSG Tumbang
Menariknya, di saat pasar secara umum mengalami tekanan berat, AMMN justru berhasil menahan kejatuhan.
Pada sesi I, IHSG turun 2,22% ke level 7.944,29 dengan:
* 591 saham melemah,
* 229 stagnan, dan
* Hanya 136 saham yang menguat.
Penurunan tajam IHSG ini disebabkan kombinasi dari arus keluar investor asing, kekhawatiran terhadap kondisi global, serta aksi ambil untung (profit taking) di saham-saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya menguat tajam.
Namun, AMMN menjadi pengecualian.
Lonjakan 3,15% di tengah badai pelemahan ini menandakan adanya sentimen khusus dan minat kuat investor besar, terutama setelah transaksi Rp534 miliar di pasar negosiasi terpantau di sistem BEI.
Apa yang Terjadi di Balik Layar?
Meski belum ada informasi pasti, sejumlah analis pasar modal menilai transaksi jumbo seperti ini sering kali menandai perubahan struktur kepemilikan atau restrukturisasi internal grup usaha.
Menurut pengamat pasar modal, transaksi blok besar biasanya melibatkan investor strategis yang ingin meningkatkan atau menyeimbangkan kepemilikannya.
“Transaksi sebesar itu tidak mungkin dilakukan oleh investor ritel. Biasanya melibatkan institusi besar atau pihak internal,” kata seorang analis yang enggan disebut namanya.
Ia menambahkan, bila transaksi ini melibatkan pihak Grup Salim atau investor besar lain, maka langkah tersebut bisa menjadi sinyal konsolidasi kepemilikan atau persiapan aksi korporasi baru seperti rights issue atau ekspansi bisnis.
Kinerja Saham dan Prospek AMMN
Secara fundamental, AMMN merupakan salah satu emiten tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia.
Perusahaan ini mengelola tambang Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat dan memiliki proyek ekspansi besar di sektor smelter dan energi.
Dalam enam bulan terakhir, saham AMMN telah menguat signifikan berkat kenaikan harga komoditas dan prospek bisnis yang solid.
Investor memandang AMMN sebagai saham defensif di tengah ketidakpastian pasar, karena pendapatannya berbasis ekspor dan sensitif terhadap kenaikan harga logam global.
Dengan kondisi global yang masih fluktuatif dan permintaan tembaga serta emas yang meningkat, AMMN diyakini akan tetap menjadi magnet bagi investor institusional.
IHSG Tertekan Sentimen Global
Sementara itu, pelemahan IHSG hari ini terjadi seiring dengan tekanan yang melanda bursa global.
Pasar Asia bergerak bervariasi setelah data ekonomi AS menunjukkan perlambatan, sementara kekhawatiran terhadap tensi geopolitik membuat investor cenderung menghindari aset berisiko.
Beberapa saham unggulan seperti sektor perbankan, energi, dan teknologi menjadi korban aksi jual besar-besaran.
Namun, investor domestik masih berharap akan rebound teknikal menjelang akhir pekan jika tekanan eksternal mulai mereda.
Transaksi Besar, Sinyal Penting
Transaksi jumbo Rp534 miliar di saham AMMN jelas menjadi highlight di tengah anjloknya IHSG hari ini.
Meski belum diketahui siapa di balik pergerakan besar tersebut, pasar melihatnya sebagai indikasi adanya pergerakan strategis dari pemegang saham utama.
Bila benar melibatkan grup besar seperti Salim, bukan tidak mungkin langkah ini menjadi awal dari restrukturisasi besar di tubuh Amman Mineral.
Yang pasti, di tengah IHSG yang lesu, saham AMMN berhasil mencuri perhatian dan menegaskan posisinya sebagai salah satu saham premium di Bursa Efek Indonesia.

One thought on “Transaksi Raksasa Rp534 Miliar di Saham AMMN, Saat IHSG Terpukul 2 Persen”