USD/CHF Tertekan ke Bawah 0,7950
- Team
- 0
- Posted on
USD/CHF melemah di bawah 0,7950 seiring pelaku pasar menanti rilis PDB AS kuartal III dan survei ZEW Swiss. Sikap hati-hati The Fed dan prospek suku bunga SNB jadi sorotan.
Pasar Menanti PDB AS dan Arah Ekonomi Swiss
Pasangan mata uang USD/CHF kembali berada di bawah tekanan pada awal pekan ini. Selama perdagangan sesi Asia pada hari Senin, USD/CHF tercatat melemah dan bergerak di sekitar level 0,7940, memangkas sebagian kenaikan yang dibukukan pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang memilih menunggu rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal ketiga yang dijadwalkan keluar pada hari Selasa.
Pergerakan USD/CHF mencerminkan kombinasi antara melemahnya Dolar AS dalam jangka pendek dan sikap defensif investor yang masih melihat Franc Swiss (CHF) sebagai aset lindung nilai. Ketidakpastian arah kebijakan moneter global, khususnya dari Federal Reserve (The Fed) dan Swiss National Bank (SNB), membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi besar sembari menanti kejelasan data ekonomi utama.
Dolar AS Tertekan Jelang Rilis PDB AS
Dolar AS mengalami kesulitan untuk melanjutkan penguatan menjelang rilis data PDB tahunan AS kuartal ketiga. Data ini dipandang krusial karena akan memberikan gambaran terbaru mengenai ketahanan ekonomi Amerika Serikat di tengah suku bunga yang relatif tinggi dan tekanan inflasi yang mulai mereda.
Pelaku pasar khawatir bahwa angka PDB yang lebih lemah dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi perlambatan ekonomi, sekaligus mendorong spekulasi bahwa The Fed akan semakin berhati-hati dalam mempertahankan kebijakan moneter ketat. Kondisi ini berpotensi menekan Dolar AS lebih lanjut, termasuk terhadap Franc Swiss.
Meski demikian, Dolar AS masih memiliki peluang untuk mendapatkan kembali kekuatannya apabila data PDB menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid. Oleh karena itu, pergerakan USD/CHF dalam jangka pendek diperkirakan akan sangat bergantung pada hasil rilis data tersebut.
Sikap Hati-Hati The Fed Membayangi Pasar
Komentar dari pejabat The Fed turut memengaruhi sentimen pasar. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan bahwa kebijakan moneter AS saat ini berada pada posisi yang tepat untuk melakukan jeda. Menurutnya, The Fed perlu waktu untuk menilai dampak dari pemotongan suku bunga kumulatif sebesar 75 basis poin terhadap perekonomian selama kuartal pertama.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa The Fed tidak terburu-buru mengambil langkah kebijakan lanjutan, meskipun tekanan inflasi menunjukkan tanda-tanda pelonggaran. Sikap wait and see ini membuat pasar lebih berhati-hati dalam mengambil posisi terhadap Dolar AS.
Data dari CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa probabilitas suku bunga acuan The Fed akan dipertahankan pada pertemuan Januari mencapai 79,0%, meningkat dari 75,6% sepekan sebelumnya. Sebaliknya, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin turun menjadi 21,0% dari sebelumnya 24,4%. Angka ini mencerminkan ekspektasi pasar bahwa The Fed masih akan mempertahankan sikap ketatnya lebih lama.
Faktor Politik AS dan Pernyataan Pejabat Fed
Dinamika pasar juga dipengaruhi oleh faktor politik. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan bahwa ketua Federal Reserve berikutnya akan berasal dari sosok yang mendukung kebijakan suku bunga yang jauh lebih rendah. Pernyataan ini menambah spekulasi pasar mengenai arah kebijakan moneter AS dalam jangka menengah, terutama terkait independensi The Fed.
Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller, yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat ketua The Fed berikutnya, menegaskan sikap yang relatif dovish namun tetap berhati-hati. Waller menyatakan bahwa meskipun inflasi masih berada di atas target, The Fed memiliki cukup waktu dan tidak perlu tergesa-gesa dalam menurunkan suku bunga. Ia menambahkan bahwa penyesuaian kebijakan dapat dilakukan secara bertahap menuju tingkat suku bunga netral.
Pernyataan-pernyataan ini membuat pasar terjebak dalam ketidakpastian arah kebijakan, sehingga pergerakan Dolar AS cenderung terbatas dan mudah tertekan oleh sentimen negatif jangka pendek.
Fokus Beralih ke Survei ZEW Swiss
Di sisi lain, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rilis Survei Ekspektasi ZEW Swiss untuk bulan Desember yang akan dipublikasikan pada hari Selasa. Survei ini dipandang penting karena memberikan gambaran awal mengenai kondisi bisnis, ketenagakerjaan, dan sentimen ekonomi di Swiss.
Hasil survei ZEW Swiss akan menjadi salah satu indikator kunci untuk menilai prospek kebijakan moneter Swiss National Bank. Meskipun pertumbuhan ekonomi Swiss relatif stabil, pasar masih mencermati apakah perlambatan ekonomi global dapat memengaruhi keputusan suku bunga SNB ke depan.
Namun demikian, sebagian besar pelaku pasar menilai bahwa kembalinya suku bunga negatif di Swiss masih kecil kemungkinannya. Kebijakan suku bunga negatif dinilai berisiko menimbulkan kerugian bagi para penabung serta dana pensiun, sehingga SNB diperkirakan akan menghindari langkah ekstrem tersebut kecuali kondisi ekonomi benar-benar memburuk.
Franc Swiss Tetap Menarik sebagai Aset Aman
Franc Swiss tetap mempertahankan daya tariknya sebagai aset safe haven, terutama di tengah ketidakpastian global. Ketika sentimen pasar cenderung defensif, CHF sering kali mendapatkan dukungan karena stabilitas ekonomi dan sistem keuangan Swiss yang kuat.
Dalam konteks ini, pelemahan USD/CHF di bawah level psikologis 0,7950 mencerminkan keseimbangan kekuatan antara Dolar AS yang masih diliputi ketidakpastian dan Franc Swiss yang tetap diminati sebagai lindung nilai.
Prospek USD/CHF ke Depan
Ke depan, arah pergerakan USD/CHF akan sangat ditentukan oleh kombinasi data ekonomi AS dan Swiss. Rilis PDB AS kuartal ketiga berpotensi menjadi pemicu volatilitas jangka pendek, sementara survei ZEW Swiss dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan SNB.
Apabila data AS mengecewakan dan sentimen global memburuk, USD/CHF berpotensi melanjutkan pelemahan. Sebaliknya, data ekonomi AS yang solid dapat membantu Dolar AS pulih dan mendorong pasangan ini kembali menguji level yang lebih tinggi. Dalam kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, pelaku pasar cenderung tetap berhati-hati dan responsif terhadap setiap rilis data ekonomi utama.
