EUR/USD Bertahan di Area Tinggi Multi-Tahun Saat Pasar Bersiap Menyambut Keputusan The Fed
- Team
- 0
- Posted on
EUR/USD bergerak stabil di dekat level tertinggi multi-tahun setelah reli tajam, seiring investor bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve di tengah meningkatnya kekhawatiran atas independensi bank sentral AS.
Dolar AS Tertekan, EUR/USD Melonjak Tajam
Pasangan mata uang EUR/USD bergerak stabil di level yang lebih rendah namun masih bertahan di dekat area tertinggi multi-tahun, seiring pelaku pasar menahan diri untuk mengambil posisi agresif menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Setelah mencetak puncak tertinggi lebih dari empat tahun di 1.2082 pada Selasa, pergerakan EUR/USD mulai menunjukkan tanda-tanda konsolidasi, mencerminkan sikap wait and see investor global.
Pada perdagangan Rabu pagi, Euro sempat menguji area support di sekitar 1.1960 dan diperdagangkan di kisaran 1.1980 menjelang pembukaan sesi Amerika Serikat. Koreksi ringan ini lebih mencerminkan kehati-hatian pasar dibandingkan perubahan arah tren, setelah reli kuat yang didorong oleh pelemahan signifikan Dolar AS.
Reli tajam EUR/USD pada awal pekan ini terutama dipicu oleh anjloknya Dolar AS, yang melemah setelah komentar mantan Presiden AS Donald Trump. Dalam kunjungannya ke Iowa pada Selasa, Trump menyebut bahwa nilai Dolar AS saat ini berada di level yang “sangat baik” dan belum turun terlalu jauh. Pernyataan tersebut ditafsirkan pasar sebagai sinyal bahwa depresiasi Dolar bukanlah masalah bagi pemerintah AS, sehingga memicu aksi jual lanjutan terhadap Greenback.
Akibatnya, EUR/USD melonjak sekitar 1,24% dalam satu hari, memanfaatkan sentimen negatif yang telah lama membayangi Dolar AS. Ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS, peningkatan belanja fiskal, serta upaya campur tangan politik terhadap kebijakan moneter The Fed secara perlahan menggerus kepercayaan investor terhadap Dolar AS sebagai mata uang cadangan global.
Sinyal Dovish ECB Membatasi Penguatan Euro
Meski tren jangka menengah masih mendukung Euro, reli mata uang tunggal ini tertahan oleh pernyataan dovish dari Bank Sentral Eropa (ECB). Anggota Dewan Gubernur ECB, Martin Kocher, menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga tambahan masih mungkin dilakukan pada Juli, apabila apresiasi Euro mulai mengganggu proyeksi inflasi bank sentral.
Pernyataan ini mendorong pasar uang Zona Euro untuk menyesuaikan ekspektasi kebijakan. Berdasarkan data Reuters, probabilitas pemangkasan suku bunga ECB pada Juli meningkat menjadi 25%, dari sebelumnya sekitar 15%. Hal ini menjadi faktor penyeimbang bagi penguatan Euro, sekaligus menahan laju EUR/USD agar tidak naik terlalu agresif.
Fokus Utama: Keputusan The Fed dan Isu Independensi
Perhatian pasar kini sepenuhnya tertuju pada hasil rapat kebijakan moneter The Fed yang akan diumumkan pada Rabu waktu setempat. Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%–3,75%. Namun, yang menjadi sorotan utama bukan hanya keputusan suku bunga, melainkan sinyal kebijakan ke depan dan isu independensi The Fed.
Rencana Trump untuk mengganti Ketua The Fed Jerome Powell dengan figur yang lebih dovish, upaya menggulingkan Gubernur Fed Lisa Cook, serta adanya penyelidikan kriminal telah memicu kekhawatiran serius terkait campur tangan politik dalam kebijakan moneter AS. Dengan masa jabatan Powell yang akan berakhir pada Mei, investor menanti sikap tegas The Fed dalam menjaga kredibilitas dan independensinya.
Data Ekonomi AS Gagal Dukung Greenback
Tekanan terhadap Dolar AS semakin diperparah oleh data ekonomi yang mengecewakan. Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board anjlok 9,7 poin menjadi 84,5 pada Januari, level terendah dalam lebih dari 11 tahun. Penurunan tajam ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran rumah tangga terhadap kondisi pasar tenaga kerja dan tekanan harga yang masih tinggi.
Sinyal pelemahan pasar tenaga kerja juga terlihat dari data rata-rata empat minggu perubahan ketenagakerjaan ADP, yang turun untuk minggu ketiga berturut-turut menjadi 7.750 pekerjaan per minggu, dibandingkan 8.000 pada periode sebelumnya. Meski belum mengindikasikan kontraksi besar, tren ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS mulai kehilangan momentum.
Selain itu, pasar juga waspada terhadap potensi intervensi terkoordinasi AS–Jepang untuk menopang Yen Jepang. Laporan mengenai pemeriksaan suku bunga oleh The Fed dan Bank of Japan (BoJ) pada Jumat lalu menjadi sinyal intervensi terkuat sepanjang tahun ini, mendorong investor spekulatif mengurangi posisi beli pada USD/JPY, yang secara tidak langsung menekan Dolar AS secara luas.
Analisis Teknikal: EUR/USD Berpotensi Koreksi
Dari sisi teknikal, EUR/USD terlihat berada dalam kondisi jenuh beli. Pasangan ini menghadapi resistance kuat di area 1.2080, yang bertepatan dengan ekstensi Fibonacci 251,8% dari tren naik 16–20 Januari. Level ini kerap menjadi zona kelelahan tren, terutama saat dikonfirmasi oleh indikator momentum.
Pada grafik 4-jam, indikator MACD masih bergerak naik, menandakan tren bullish belum sepenuhnya berakhir. Namun, Relative Strength Index (RSI) berada jauh di atas level 70, yang biasanya membatasi potensi kenaikan lanjutan dan membuka peluang koreksi atau konsolidasi jangka pendek.
Penembusan di bawah 1.1980 akan mengalihkan fokus ke area support berikutnya di 1.1907, yang merupakan puncak pada 26 Januari. Sebaliknya, jika EUR/USD mampu menembus 1.2082, maka resistance berikutnya relatif terbuka hingga puncak tahun 2021 di sekitar 1.2165.
Dalam jangka pendek, EUR/USD diperkirakan bergerak sideways dengan volatilitas tinggi, seiring pasar menunggu kejelasan arah kebijakan The Fed. Tren menengah masih cenderung mendukung Euro di tengah pelemahan struktural Dolar AS, namun sinyal dovish ECB dan kondisi teknikal yang jenuh beli berpotensi membatasi penguatan lebih lanjut.
Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada nada pernyataan The Fed, isu independensi bank sentral, serta data ekonomi AS berikutnya. Hingga faktor-faktor tersebut terjawab, EUR/USD kemungkinan tetap menjadi fokus utama di pasar valuta asing global.
