Thu, 15 Oct 2026 ยท 08:22
Radar Finansial, Arahkan Investasi Anda
Pasar Forex

Emas Tetap Tertekan saat Prakiraan Kenaikan Suku Bunga The Fed yang Kembali Menguat Menopang USD

โœ๏ธ Team ๐Ÿ“… September 7, 2026 ๐Ÿ‘ 46 views

Harga emas (XAU/USD) masih berada di bawah tekanan jual untuk dua hari perdagangan berturut-turut pada hari Senin, meski menunjukkan sedikit ketahanan di bawah level USD 4.400 selama sesi Asia. Logam mulia ini bertahan di atas swing low yang terbentuk pada hari Jumat, ketika harga sempat tertekan akibat rilis data ketenagakerjaan bulanan AS yang jauh lebih kuat dari perkiraan, sehingga menyarankan para pedagang bearish untuk tetap berhati-hati sebelum mengantisipasi pelemahan lebih lanjut.

  • Data Nonfarm Payrolls (NFP) AS bulan Agustus mencatat penambahan 162 ribu lapangan kerja, jauh melampaui estimasi konsensus sebesar 56 ribu.
  • Tingkat Pengangguran AS tidak berubah di 4,1%, sesuai perkiraan, sementara inflasi upah tahunan turun ke 3,1% dari 3,2%.
  • XAU/USD bertahan di atas EMA 200 hari di sekitar USD 4.318, mengindikasikan tren naik jangka panjang masih utuh.
  • Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz meningkat usai serangan saling balas terhadap kapal tanker minyak akhir pekan lalu.

Apa Penyebab Utama Tekanan terhadap Harga Emas Saat Ini?

Analisis Grafik XAU/USD

Penyebab utama tekanan pada harga emas adalah data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang jauh melampaui ekspektasi pasar. Laporan yang dirilis akhir pekan lalu tersebut menunjukkan bahwa perekonomian AS menambahkan 162 ribu lapangan pekerjaan baru pada bulan Agustus, jauh di atas estimasi konsensus sebesar 56 ribu. Data ini menjadi salah satu indikator ketenagakerjaan yang paling banyak diperhatikan pelaku pasar, karena mencerminkan kekuatan pasar tenaga kerja sekaligus menjadi salah satu pertimbangan utama Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Selain angka penambahan lapangan kerja, rincian data lain turut menjadi perhatian. Tingkat Pengangguran AS tercatat tidak berubah di 4,1 persen, sesuai dengan yang diprakirakan pasar. Sementara itu, inflasi upah tahunan, yang diukur melalui perubahan pendapatan rata-rata per jam, justru turun menjadi 3,1 persen dari sebelumnya 3,2 persen.

Bagaimana Data NFP Memengaruhi Ekspektasi Kebijakan The Fed?

Kombinasi data ketenagakerjaan yang kuat ini muncul di tengah risiko inflasi yang berasal dari harga energi yang lebih tinggi, dan pada akhirnya meningkatkan prakiraan pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini. Prospek kebijakan yang lebih hawkish tersebut, pada gilirannya, dipandang sebagai faktor pendorong bagi Dolar AS (USD), sekaligus melemahkan daya tarik emas yang merupakan aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Ketika ekspektasi suku bunga AS meningkat, instrumen berbasis USD menjadi relatif lebih menarik dibanding emas, karena emas tidak memberikan bunga maupun dividen kepada pemegangnya.

Baca juga, Erupsi Anak Krakatau: 1.558 Penerbangan Tertunda, 170.000 Penumpang Terdampak, Delapan Bandara Ditutup

Apa Pandangan TD Securities soal Pasar Tenaga Kerja AS?

Menurut TD Securities, data terbaru ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap tangguh. Lembaga tersebut menilai bahwa, ketika data resmi dinilai bersama dengan kondisi sektor swasta yang terlihat membaik dari perspektif lapangan pekerjaan, hal ini mengindikasikan pasar tenaga kerja berada dalam kondisi yang baik, dan berpotensi semakin membaik ke depan. Pandangan ini menjadi salah satu faktor pendukung tambahan bagi ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish dalam waktu dekat.

Apa Sinyal yang Disampaikan Gubernur The Fed, Christopher Waller?

Sementara itu, Gubernur The Fed, Christopher Waller, menyampaikan pada hari Kamis lalu bahwa dirinya cenderung mendukung agar suku bunga tetap dipertahankan, apabila data mendatang mengonfirmasi bahwa tekanan inflasi memang sedang mereda. Pernyataan yang relatif lebih berhati-hati ini menahan para pembeli USD untuk tidak menempatkan posisi yang terlalu agresif, menjelang rilis data inflasi AS terbaru pekan ini.

Data Inflasi Apa yang Dinantikan Pasar Pekan Ini?

Perhatian pasar pekan ini tertuju pada dua data inflasi utama AS, yaitu Indeks Harga Produsen (IHP/PPI) yang dijadwalkan rilis hari Kamis, dan Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) yang dijadwalkan rilis hari Jumat. Kedua data ini akan dicermati secara saksama untuk mendapatkan isyarat lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed ke depan, dan pada gilirannya akan memainkan peran penting dalam memengaruhi dinamika harga USD dalam jangka pendek, sekaligus berpotensi memberikan dorongan baru bagi pergerakan harga emas.

Bagaimana Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Memengaruhi Pasar?

Di luar faktor kebijakan moneter, meningkatnya konfrontasi antara AS dan Iran di Selat Hormuz turut menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi, sekaligus menopang permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven. Pasukan AS dilaporkan menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada hari Sabtu, sementara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran menyatakan telah menargetkan enam kapal sebagai bentuk balasan.

Team
Tim Redaksi RupiahRadar