ihsg

Asing Serok Saham di Tengah Kejatuhan IHSG: BBCA hingga BREN Jadi Incaran Utama

Meski IHSG anjlok 3,5%, investor asing justru melakukan aksi beli bersih Rp1,2 triliun. BBCA, BRPT, dan BREN menjadi saham paling diburu.

Asing Justru Borong Saham Saat IHSG Ambruk, Sinyal Akumulasi Cerdas di Tengah Kepanikan Pasar

Jakarta — Ketika mayoritas investor domestik panik melepas saham pada awal pekan ini (Senin, 27 Oktober 2025), investor asing justru memanfaatkan momentum tersebut untuk “serok” saham-saham unggulan dalam jumlah besar.

Pasar modal Indonesia sempat terguncang cukup dalam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 3,5% di awal perdagangan dan sempat menembus di bawah level psikologis 8.000. Namun, aksi beli selektif dari investor asing membuat tekanan jual berkurang, hingga IHSG berhasil memangkas pelemahannya dan ditutup turun hanya 1,87% atau 154,57 poin ke 8.117,15.

Transaksi Mencapai Rp29,7 Triliun: Aktivitas Pasar Tetap Bergairah

Meskipun indeks melemah tajam, aktivitas perdagangan justru meningkat signifikan. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi mencapai Rp29,70 triliun, dengan volume 39,32 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,87 juta kali transaksi.

Dari total emiten yang diperdagangkan, 488 saham melemah, 215 menguat, dan 107 stagnan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual masih dominan, tetapi di sisi lain terdapat aksi beli selektif yang masif di beberapa saham berkapitalisasi besar.

Aksi Beli Asing Capai Rp1,2 Triliun: Tanda Keyakinan Jangka Panjang

Yang menarik, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih jumbo (net buy) sebesar Rp1,20 triliun di seluruh pasar. Rinciannya, sebesar Rp341,06 miliar dilakukan di pasar reguler, sementara Rp855,94 miliar berasal dari transaksi pasar negosiasi dan tunai.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa investor global masih percaya terhadap prospek ekonomi dan pasar saham Indonesia, meskipun volatilitas jangka pendek masih tinggi.

Banyak analis menilai langkah asing ini sebagai strategi akumulasi cerdas (smart money) di tengah koreksi pasar. “Investor asing seringkali justru masuk ketika pelaku lokal panik. Itu sebabnya, aliran dana asing kerap menjadi indikator arah pasar ke depan,” ujar seorang analis dari sekuritas lokal di Jakarta.

10 Saham yang Diborong Asing Saat IHSG Runtuh

Berdasarkan data yang dikutip dari Stockbit, berikut adalah sepuluh saham teratas yang paling banyak diborong asing selama perdagangan Senin (27/10):

  1. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA)Rp338,43 miliar
    Sebagai saham perbankan dengan kapitalisasi terbesar, BBCA tetap menjadi “saham wajib” bagi investor global berkat likuiditas tinggi dan fundamental kuat.

  2. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT)Rp147,11 miliar
    Meski saham-saham Grup Prajogo Pangestu sempat tertekan isu MSCI, investor asing justru melihat peluang bargain.

  3. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN)Rp144,77 miliar
    BREN yang menjadi sorotan akibat volatilitas tinggi kembali menarik minat beli asing berkat prospek energi terbarukan.

  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS)Rp99,06 miliar
    Lonjakan harga logam global membuat saham-saham tambang seperti BRMS dilirik kembali.

  5. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN)Rp92,22 miliar
    Emiten energi baru yang masih terbilang muda ini mencuri perhatian investor asing dengan potensi ekspansi proyeknya.

  6. PT United Tractors Tbk. (UNTR)Rp73,55 miliar
    UNTR dinilai memiliki prospek cerah dari sektor alat berat dan pertambangan batu bara yang tetap solid.

  7. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM)Rp69,61 miliar
    ANTM masih menjadi magnet bagi investor asing karena eksposurnya terhadap komoditas nikel dan emas yang menjadi aset lindung nilai global.

  8. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK)Rp63,86 miliar
    Investor asing mulai kembali mengakumulasi saham teknologi dan media seiring valuasi yang mulai menarik.

  9. PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR)Rp58,66 miliar
    Sebagai saham defensif, UNVR kembali diminati di tengah ketidakpastian makro, berkat arus kas stabil dan dividen tinggi.

  10. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI)Rp57,46 miliar
    Emiten energi dan batu bara ini menjadi pilihan alternatif bagi investor yang mencari eksposur terhadap komoditas energi Asia.

Mengapa Asing Masuk di Tengah Tekanan IHSG?

Menurut sejumlah analis, aksi beli asing di tengah koreksi pasar mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia. Faktor seperti inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi di atas 5%, dan cadangan devisa yang kuat menjadi daya tarik utama bagi dana global.

Selain itu, investor asing juga melihat peluang valuasi yang mulai undervalued setelah IHSG terkoreksi tajam selama beberapa hari terakhir. Dengan price-to-earnings ratio (PER) yang relatif rendah dibandingkan negara tetangga, pasar Indonesia dianggap sedang “diskon” untuk investasi jangka menengah.

Potensi Rebound IHSG: Saatnya Bargain Hunting?

Banyak pengamat memperkirakan bahwa IHSG memiliki peluang besar untuk rebound dalam waktu dekat, terutama jika tekanan global mulai mereda.

“Ketika dana asing mulai masuk, biasanya itu menjadi pertanda awal pemulihan pasar. Mereka masuk lebih dulu sebelum sentimen positif benar-benar muncul,” ujar analis tersebut.

Dari sisi teknikal, level 8.000 diperkirakan menjadi support psikologis kuat, sementara area 8.200–8.250 menjadi zona resistance awal yang perlu ditembus untuk mengonfirmasi pembalikan arah (trend reversal).

Kendati IHSG sempat jatuh lebih dari 3%, aksi beli asing yang mencapai Rp1,2 triliun menunjukkan bahwa peluang di pasar saham Indonesia masih terbuka lebar. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BRPT, BREN, dan UNTR menjadi target utama, menandakan optimisme terhadap fundamental ekonomi domestik tetap tinggi.

Jika tren pembelian asing ini berlanjut, IHSG berpotensi berbalik arah menuju zona hijau dalam waktu dekat. Investor lokal disarankan untuk tetap waspada, namun juga mulai melirik saham berkinerja baik yang kini diperdagangkan dengan valuasi menarik.

Previous Post Next Post

One thought on “Asing Serok Saham di Tengah Kejatuhan IHSG: BBCA hingga BREN Jadi Incaran Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *