cpi

AUD/USD Tertekan Menjelang Rilis CPI Australia, tetapi Prospek Bullish Mulai Menguat

AUD/USD melemah menuju 0,6450 menjelang rilis data CPI Australia. Namun ekspektasi kebijakan RBA yang lebih hati-hati serta meningkatnya peluang pemotongan suku bunga Fed pada Desember dapat mengubah arah pasar. Analisis lengkap dengan prospek dan faktor penggerak terbaru.

Pasar Berjaga, Prospek Mulai Berubah

AUD/USD kembali bergerak melemah pada perdagangan Selasa sesi Eropa, turun menuju area 0,6450 setelah mencatatkan dua hari kenaikan beruntun. Pelemahan ini terutama dipicu sikap hati-hati para trader menjelang publikasi data CPI Australia yang telah diperluas untuk periode Oktober, yang akan dirilis Rabu. Rilis data ini dianggap sebagai salah satu pemicu volatilitas terbesar pekan ini, khususnya dalam konteks ekspektasi kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA).

Meskipun data CPI bulanan yang diperbarui menawarkan cakupan lebih lengkap, RBA sejauh ini belum terlalu mengandalkan seri tersebut, sehingga pasar lebih fokus pada komponen inflasi perumahan dan jasa sebagai indikator tekanan harga yang lebih akurat. Namun, pergerakan AUD tetap sensitif terhadap angka inflasi karena dapat mempengaruhi arah kebijakan suku bunga.

AUD Mendapat Dukungan dari Ekspektasi Sikap Hati-Hati RBA

Kinerja Dolar Australia belakangan ini menunjukkan pola yang menarik. Meski melemah terhadap USD pada hari ini, AUD masih memiliki potensi untuk pulih didukung risalah pertemuan RBA terbaru.

Risalah RBA Mengisyaratkan Kebijakan yang Lebih Stabil

Risalah pertemuan RBA bulan November menegaskan bahwa bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga stabil untuk periode lebih panjang. Para pejabat menilai tekanan inflasi mulai mereda, meski beberapa komponen seperti jasa dan biaya perumahan masih memerlukan pengawasan.

Data pasar berjangka juga mencerminkan ekspektasi tersebut.

Sinyal dari Pasar Futures ASX

Kontrak ASX 30-Day Interbank Cash Rate Futures untuk Desember 2025 diperdagangkan di 96,41, yang menyiratkan hanya 6% peluang bahwa RBA akan menurunkan suku bunga dari 3,60% menjadi 3,35% pada pertemuan mendatang. Angka ini menegaskan bahwa pasar masih melihat RBA sebagai bank sentral yang berhati-hati dan cenderung mempertahankan suku bunga lebih lama.

Ekspektasi stabilitas kebijakan ini memberikan dukungan fundamental bagi AUD dan berpotensi menahan penurunan AUD/USD dalam jangka dekat.

Dolar AS Melemah di Tengah Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Fed

Sementara AUD menghadapi tekanan menjelang CPI, USD sendiri sedang berada dalam fase pelemahan. Ini menjadi faktor yang membatasi penurunan AUD/USD lebih dalam.

Pasar Semakin Yakin Pemotongan Suku Bunga Fed Akan Terjadi pada Desember

Ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve meningkat signifikan setelah serangkaian komentar dovish dari para pejabat Fed.

Menurut alat CME FedWatch, pasar kini memperkirakan 81% peluang bahwa Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan bulan Desember. Angka ini melonjak dari 71% hanya sehari sebelumnya, mencerminkan peningkatan keyakinan pasar bahwa kondisi ekonomi AS mulai melemah.

Komentar Dovish dari Gubernur Fed Menambah Tekanan pada USD

Gubernur Fed Christopher Waller menegaskan bahwa perhatian utamanya kini tertuju pada melemahnya pasar tenaga kerja, sementara inflasi tidak lagi menjadi kekhawatiran besar. Ia juga menyatakan bahwa data payroll September kemungkinan akan mengalami revisi turun.

Waller menambahkan bahwa pertumbuhan pekerjaan yang terkonsentrasi pada sektor tertentu bukan merupakan tanda yang sehat, sehingga ia secara terbuka mendukung pemotongan suku bunga dalam waktu dekat.

Komentar tersebut memperdalam tekanan pada USD, memberi sedikit ruang bagi AUD/USD untuk bertahan dari penurunan lebih dalam.

Prospek AUD/USD ke Depan – Fokus Penuh pada CPI Australia

Data CPI Australia yang akan dirilis Rabu menjadi katalis utama untuk AUD/USD. Rilis inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat:

  • menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga RBA,

  • menekan AUD/USD lebih rendah, mudah menuju 0,6400.

Sebaliknya, jika inflasi tetap tinggi atau naik:

  • AUD dapat menguat cepat,

  • AUD/USD berpotensi kembali menuju 0,6500 – 0,6550.

Dengan USD yang sedang tertekan akibat spekulasi pemotongan suku bunga Fed, hasil CPI Australia berpotensi menjadi penentu arah jangka pendek pasangan ini.

AUD/USD Dalam Mode Waspada Menjelang Data Penting

AUD/USD saat ini diperdagangkan dalam kondisi sensitif, bergerak turun ke sekitar 0,6450 tetapi masih memiliki peluang pembalikan. Kombinasi antara:

  • ekspektasi kebijakan RBA yang lebih berhati-hati,

  • prospek melemahnya USD akibat peluang pemotongan suku bunga Fed,

  • dan rilis CPI Australia yang mendekat,

membuat pergerakan AUD/USD berpotensi volatil dalam 24 jam mendatang.

Bagi trader, periode ini menjadi momen penting untuk memperhatikan data inflasi karena angka tersebut dapat mengubah arah kebijakan moneter dan sentimen pasar secara signifikan.

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *