investasi

Bappebti Ajak Generasi Muda Melek Investasi: Literasi Perdagangan Emas dan Kripto Jadi Fokus Utama

Bappebti menggelar Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2025 untuk mendorong generasi muda memahami risiko dan peluang investasi, termasuk emas dan aset kripto, melalui edukasi di berbagai kampus di Indonesia.

Edukasi PBK Menjangkau Kampus dan Generasi Z

JAKARTA — Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan terus memperkuat upaya edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami risiko dan peluang dalam investasi berjangka, mulai dari emas hingga aset digital seperti kripto. Langkah ini diambil seiring meningkatnya minat anak muda terhadap instrumen investasi nonkonvensional yang menjanjikan imbal hasil tinggi, namun memiliki risiko besar.

Menurut Bappebti, literasi yang memadai merupakan fondasi utama agar partisipasi generasi muda di pasar berjangka dapat berjalan secara sehat, legal, dan berkelanjutan. Perdagangan berjangka mencakup kontrak derivatif atas berbagai komoditas primer seperti emas, minyak mentah, dan valuta asing, hingga sektor non-primer seperti pertanian dan kehutanan.

Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menjelaskan bahwa lembaganya secara aktif memperluas program literasi keuangan melalui Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2025, yang tahun ini difokuskan ke lingkungan kampus.

“Program literasi PBK 2025 kami laksanakan di enam universitas besar di Indonesia dan mendapat sambutan luar biasa. Lebih dari 67 konten digital kami tayangkan dan berhasil menjangkau ratusan ribu penonton,” ungkap Tirta saat penutupan kegiatan di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Selama satu bulan penuh, berbagai kegiatan edukatif digelar — mulai dari seminar nasional, talkshow, roadshow kampus, hingga podcast interaktif yang melibatkan mahasiswa, akademisi, dan pelaku industri. Tujuannya adalah membantu generasi muda memahami konsep dasar perdagangan berjangka, potensi keuntungan, serta manajemen risiko sebelum mulai berinvestasi.

Antusiasme Tinggi: Belasan Ribu Peserta Terlibat

Data Bappebti mencatat, hampir 16.000 peserta mengikuti rangkaian Bulan Literasi PBK 2025, baik secara luring maupun daring. Antusiasme besar ini dianggap sebagai bukti meningkatnya ketertarikan generasi muda terhadap dunia investasi modern.

“Kami ingin anak muda memiliki cara pandang investasi yang matang — bukan sekadar ikut-ikutan tren. Mereka perlu tahu bahwa di balik peluang besar, selalu ada risiko yang harus dipahami,” ujar Tirta.

Ia menambahkan, peningkatan perlindungan konsumen juga menjadi prioritas Bappebti, terutama di tengah maraknya investasi ilegal yang sering menargetkan investor pemula dengan janji keuntungan cepat. “Kami mengajak masyarakat untuk melapor jika menemukan penawaran investasi mencurigakan agar dapat segera kami tindak,” tegasnya.

“Generasi Emas Cakap PBK”: SDM Muda Penentu Masa Depan

Dengan mengusung tema “Generasi Emas Cakap PBK: Pahami Risiko dan Peluang”, Bappebti berkomitmen membangun sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas di sektor perdagangan berjangka.

Tirta menegaskan, mahasiswa saat ini adalah calon trader profesional, analis pasar, dan pelaku industri keuangan masa depan. Karena itu, penting bagi mereka untuk memahami etika, regulasi, serta risiko sebelum benar-benar terjun ke dunia perdagangan berjangka.

Selain edukasi, Bappebti juga memperkuat kolaborasi lintas sektor — menggandeng perguruan tinggi, lembaga riset, asosiasi industri, dan pelaku pasar — guna memperluas jangkauan literasi dan memperdalam riset di bidang keuangan berjangka.

Kolaborasi Akademik Dorong Ekosistem PBK yang Sehat

Ketua Panitia Bulan Literasi PBK 2025, Agung Wisnuaji, mengatakan pemilihan kampus sebagai lokasi utama kegiatan merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan minat mahasiswa terhadap perdagangan komoditas dan instrumen derivatif.

“Lingkungan akademik memberi ruang untuk eksplorasi dan diskusi kritis. Kami ingin membangun kesadaran bahwa perdagangan berjangka bukan sekadar spekulasi, tetapi juga bagian dari strategi ekonomi yang memiliki manfaat nyata,” jelas Agung.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari mitra industri, mulai dari Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI), hingga perusahaan pialang seperti Agrodana Futures, Danpac Finansa Utama, dan Indogold Makmur Sejahtera, yang turut berkontribusi dalam penyebaran literasi publik.

Diperluas ke 11 Kota Besar

Bulan Literasi PBK 2025 digelar di 11 kota besar, termasuk Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, Solo, Manado, Pontianak, Yogyakarta, Batam, dan Surabaya. Ke depan, Bappebti berencana memperluas cakupan kegiatan ini agar menjangkau lebih banyak daerah dan masyarakat umum.

“Semakin banyak anak muda yang memahami cara berinvestasi dengan aman, semakin kuat pula pondasi industri perdagangan berjangka nasional. Inilah bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan ekonomi Indonesia,” pungkas Tirta.

Previous Post Next Post

One thought on “Bappebti Ajak Generasi Muda Melek Investasi: Literasi Perdagangan Emas dan Kripto Jadi Fokus Utama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *