ecb

ECB Tahan Suku Bunga untuk Keempat Kalinya, Euro Tetap Perkasa di Tengah Sinyal Kebijakan Fleksibel

ECB kembali menahan suku bunga pada pertemuan keempat berturut-turut. Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan semua opsi kebijakan tetap terbuka, menopang euro di tengah ekspektasi akhir siklus pelonggaran.

ECB Kembali Pertahankan Suku Bunga Kebijakan

Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada level saat ini, sejalan dengan ekspektasi pasar. Keputusan tersebut menandai pertemuan keempat berturut-turut di mana ECB memilih untuk tidak mengubah arah kebijakan moneternya, sekaligus mempertegas pendekatan yang fleksibel dan sangat bergantung pada data ekonomi terbaru.

Keputusan ini disampaikan di tengah tanda-tanda perbaikan pertumbuhan ekonomi kawasan euro serta dinamika inflasi yang masih bergerak fluktuatif. Presiden ECB Christine Lagarde menekankan bahwa Dewan Pengatur berada pada posisi yang “tepat” terkait tingkat suku bunga saat ini, namun menolak memberikan sinyal kebijakan yang kaku atau terkunci pada satu arah tertentu.

Menurut analis valuta asing OCBC, Frances Cheung dan Christopher Wong, sikap ECB yang tetap terbuka terhadap seluruh opsi kebijakan justru memberikan dukungan bagi mata uang euro, meskipun bank sentral tidak secara eksplisit mengisyaratkan langkah pengetatan lanjutan.

Lagarde Tegaskan Kebijakan Tidak Bersifat Statis

Dalam konferensi pers usai rapat kebijakan, Lagarde menegaskan bahwa kebijakan moneter ECB tidak bersifat statis. Pernyataan ini dipandang sebagai penegasan bahwa arah kebijakan ke depan akan sepenuhnya ditentukan oleh perkembangan data ekonomi, khususnya inflasi dan pertumbuhan.

“ECB menekankan fleksibilitas kebijakan, bukan komitmen pada jalur tertentu. Ini mencerminkan kehati-hatian di tengah ketidakpastian dinamika inflasi,” tulis analis OCBC dalam catatannya.

Lagarde juga merespons spekulasi pasar yang mulai bersirkulasi mengenai kemungkinan langkah kebijakan berikutnya berupa kenaikan suku bunga, bukan pemangkasan. Meski tidak secara terbuka mendukung skenario pengetatan lanjutan, ia menegaskan adanya konsensus di internal Dewan Pengatur bahwa semua opsi harus tetap tersedia.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal hawkish ringan, karena ECB secara eksplisit menolak menutup kemungkinan kenaikan suku bunga apabila kondisi ekonomi dan inflasi menuntut langkah tersebut.

Ekspektasi Siklus Pelonggaran Mendekati Akhir

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan pasar adalah meningkatnya keyakinan bahwa ECB mungkin telah mencapai akhir dari siklus pelonggaran kebijakannya. Kombinasi antara prospek pertumbuhan yang membaik dan proyeksi inflasi (CPI) yang cenderung lebih tinggi memperkuat pandangan tersebut.

Dalam konteks ini, keputusan ECB untuk tetap menahan suku bunga justru dipandang sebagai sinyal stabilitas, bukan sikap dovish. Pasar melihat bahwa bank sentral kini berada dalam mode “wait and see”, menunggu konfirmasi lanjutan dari data ekonomi sebelum mengambil langkah berikutnya.

“Tidak adanya komitmen terhadap penurunan suku bunga lebih lanjut menjadi faktor pendukung bagi euro,” ujar analis OCBC.

Euro Tetap Didukung di Pasar Valas

Di pasar valuta asing, euro menunjukkan ketahanan yang cukup solid menyusul keputusan ECB. Pasangan mata uang EUR/USD terakhir diperdagangkan di sekitar level 1,1713, mencerminkan sentimen yang relatif positif terhadap mata uang tunggal Eropa.

Menurut OCBC, faktor fundamental masih memberikan dukungan bagi euro, terutama di tengah meningkatnya keyakinan bahwa selisih kebijakan moneter antara ECB dan bank sentral utama lainnya, seperti Federal Reserve AS, tidak akan melebar secara signifikan dalam waktu dekat.

Selain itu, sikap ECB yang menolak mengunci arah kebijakan memberi ruang bagi pasar untuk terus mempertahankan posisi beli euro, terutama ketika terjadi pelemahan jangka pendek.

Analisis Teknikal: Bias Beli Saat Koreksi

Dari sisi teknikal, momentum bullish ringan pada grafik harian EUR/USD masih terjaga, meskipun terdapat indikasi pelemahan momentum jangka pendek. Relative Strength Index (RSI) tercatat mulai turun dari area jenuh beli, mengindikasikan potensi pullback korektif dalam waktu dekat.

Namun demikian, OCBC menilai koreksi tersebut cenderung bersifat terbatas dan justru dapat dimanfaatkan sebagai peluang beli.

“Pullback korektif tidak dapat dikesampingkan, tetapi bias keseluruhan masih condong ke strategi buy on dips,” tulis Frances Cheung dan Christopher Wong.

Level support utama berada di area 1,1640 yang bertepatan dengan moving average (MA) 100-hari. Support berikutnya berada di kisaran 1,1610, yang merupakan pertemuan MA 21-hari dan MA 50-hari. Selama harga bertahan di atas area tersebut, struktur bullish jangka menengah dinilai masih utuh.

Sementara itu, di sisi atas, resistance terdekat berada di level 1,1760. Jika level ini berhasil ditembus, EUR/USD berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di area 1,1820.

Pasar Menanti Data Lanjutan

Ke depan, pergerakan euro diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh rilis data ekonomi lanjutan dari kawasan euro, termasuk inflasi, aktivitas bisnis, dan indikator pasar tenaga kerja. Data-data tersebut akan menjadi penentu utama apakah ECB perlu mempertahankan suku bunga lebih lama atau mulai mempertimbangkan penyesuaian kebijakan.

Selama ECB mempertahankan pendekatan fleksibel dan berbasis data, euro berpotensi tetap mendapatkan dukungan, meskipun volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi.

Secara keseluruhan, keputusan ECB untuk menahan suku bunga pada pertemuan keempat berturut-turut, disertai pesan kebijakan yang terbuka dan tidak mengikat, menjadi fondasi penting bagi stabilitas euro di pasar global. Selama ekspektasi berakhirnya siklus pelonggaran terus menguat, euro diperkirakan akan tetap menjadi salah satu mata uang yang relatif tangguh di tengah dinamika pasar keuangan global.

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *