euro

Euro Tertekan Krisis Politik Prancis: Peluang 65% Pemilu Dini, Tapi EUR/USD Diprediksi Rebound 1,5% ke 1,170

Ketidakpastian politik di Prancis menekan euro, dengan peluang 65% pemilu legislatif dini. Namun, analis ING menilai EUR/USD berpotensi rebound ke 1,170 di tengah risiko penurunan dolar AS.

Euro (EUR) tetap menjadi pusat perhatian pasar pada perdagangan hari Rabu, dengan situasi politik di Prancis terus menjadi faktor utama yang membentuk sentimen investor. Ketidakpastian mengenai masa depan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron dan potensi pemilihan legislatif dini menimbulkan tekanan terhadap mata uang tunggal Eropa. Sementara itu, dolar AS (USD) juga menghadapi tekanan menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve (The Fed) yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Menurut analis valuta asing ING, Francesco Pesole, Perdana Menteri Prancis yang akan segera lengser telah diminta oleh Presiden Macron untuk memberikan satu upaya terakhir dalam membentuk pemerintahan koalisi yang dapat menstabilkan parlemen dan menangani persoalan anggaran yang mendesak. Namun, peluang keberhasilan langkah ini dinilai semakin kecil seiring mendekatnya tenggat waktu yang ditetapkan untuk malam ini.

“Jika pembicaraan gagal, skenario dasar yang paling mungkin adalah pemilihan legislatif mendadak,” ujar Pesole dalam catatannya. Ia menambahkan bahwa pasar taruhan saat ini menempatkan probabilitas antara 60–65% bahwa Prancis akan menggelar pemilihan legislatif sebelum akhir minggu depan. Sementara itu, hanya sekitar 15% pelaku pasar yang memperkirakan Presiden Macron akan mengundurkan diri sebelum akhir tahun ini — skenario yang dinilai jauh lebih ekstrem dan kurang mungkin terjadi.

Ketidakstabilan politik yang terus berlanjut di Prancis telah menambah tekanan terhadap kinerja EUR/USD, yang dalam beberapa sesi terakhir sempat kehilangan momentum setelah gagal mempertahankan posisi di atas level 1,1600. Pesole memperingatkan bahwa jika pemilu legislatif dini benar-benar digelar, nilai tukar EUR/USD bisa turun sekitar 0,2% hingga 0,5%, terutama karena penundaan kebijakan anggaran dan potensi kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Prancis (OAT).

Tekanan Politik dan Dampaknya pada Pasar

Krisis politik di Prancis ini datang pada waktu yang sensitif bagi zona euro, di mana sejumlah negara anggota masih bergulat dengan defisit fiskal yang membesar dan perlambatan ekonomi yang meluas. Ketegangan politik yang meningkat dikhawatirkan dapat menghambat kemampuan Prancis — ekonomi terbesar kedua di zona euro — untuk mengambil langkah-langkah konsolidasi fiskal yang dibutuhkan guna menjaga kredibilitas keuangan Eropa di mata investor global.

Meskipun demikian, Pesole menilai bahwa pembentukan pemerintahan baru hari ini tidak serta-merta akan memberikan dukungan besar terhadap euro. “Setiap kesepakatan politik yang dicapai saat ini kemungkinan akan sangat rapuh,” ujarnya. “Investor masih akan berhati-hati mengingat risiko bahwa parlemen tetap terpecah dan tidak mampu mengambil keputusan anggaran penting.”

Faktor Pendukung Euro: Risiko Penurunan Dolar AS

Di sisi lain, analis ING melihat peluang bahwa euro dapat memperoleh kembali sebagian kekuatannya dalam beberapa hari ke depan, terutama karena dolar AS berpotensi menghadapi tekanan penurunan. Rilis risalah rapat Federal Reserve (FOMC Minutes) yang dijadwalkan malam ini diharapkan dapat memberikan pandangan baru mengenai arah kebijakan moneter AS.

Pasar kini memperkirakan peluang yang lebih besar bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada kuartal mendatang, seiring melambatnya inflasi inti dan tanda-tanda pelemahan di sektor tenaga kerja. Jika risalah menunjukkan nada yang lebih dovish atau memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan, dolar AS dapat kehilangan sebagian momentumnya, membuka jalan bagi rebound teknikal EUR/USD.

“Dolar tampak sedikit overbought (terlalu mahal) secara umum, sehingga kami melihat ruang bagi euro untuk menguat,” kata Pesole. Ia menambahkan bahwa target jangka pendek EUR/USD di 1,170 kini lebih mungkin tercapai dibandingkan dengan skenario penurunan ke bawah 1,150.

Prospek Teknis EUR/USD

Secara teknikal, pasangan mata uang EUR/USD masih bergerak dalam kisaran konsolidasi sempit. Level 1,1550–1,1600 tetap menjadi area support penting yang perlu dipertahankan agar tren naik jangka menengah tetap terjaga. Jika tekanan jual berlanjut akibat ketidakpastian politik, potensi koreksi ke area 1,1500 tidak dapat diabaikan. Namun, jika dolar AS melemah pasca-risalah The Fed, maka area 1,1700–1,1750 menjadi target penguatan berikutnya.

Indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) masih berada di zona netral, menunjukkan ruang gerak terbuka baik untuk koreksi maupun pemulihan. Sementara Moving Average 50 hari yang kini berada di sekitar 1,1620 dapat menjadi titik keseimbangan utama untuk arah tren berikutnya.

Secara keseluruhan, euro masih dibayangi ketidakpastian politik dari Prancis, yang berpotensi mengguncang stabilitas fiskal di kawasan euro. Namun, dari sisi eksternal, pelemahan dolar AS akibat prospek pelonggaran kebijakan The Fed dapat memberikan bantalan positif bagi euro dalam jangka pendek.

Analis ING menilai bahwa peluang rebound ke 1,170 masih terbuka, terutama jika pasar mulai menilai bahwa risiko politik Prancis telah diperhitungkan secara berlebihan. Dengan kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang mendukung, EUR/USD berpotensi kembali menguat — meski volatilitas tinggi diperkirakan akan tetap mendominasi pergerakan pasar valuta asing dalam beberapa hari mendatang.

Previous Post Next Post

One thought on “Euro Tertekan Krisis Politik Prancis: Peluang 65% Pemilu Dini, Tapi EUR/USD Diprediksi Rebound 1,5% ke 1,170

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *