jpy

GBP/JPY Koreksi dari Rekor 214,00, Tekanan Yen Menjaga Tren Bullish Tetap Dominan

GBP/JPY terkoreksi dari rekor 214,00 namun tren bullish tetap terjaga. Pelemahan Yen akibat isu pemilu Jepang dan prospek data PDB Inggris menjadi fokus utama pasar.

GBP/JPY Mundur dari Rekor, Namun Tetap di Zona Tinggi

Pasangan mata uang GBP/JPY mengalami koreksi ringan setelah mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa di area 214,30 pada perdagangan Rabu. Meski sempat turun di bawah level psikologis 214,00, pasangan ini masih bertahan kokoh di kisaran atas 213,00, menandakan bahwa tekanan jual sejauh ini masih bersifat terbatas dan lebih menyerupai aksi ambil untung jangka pendek.

Secara keseluruhan, struktur tren GBP/JPY masih sangat bullish. Koreksi yang terjadi belum cukup signifikan untuk mengubah sentimen pasar, terutama karena pelemahan Yen Jepang terus menjadi faktor dominan dalam pergerakan pasangan ini sepanjang pekan.

Yen Jepang Menjadi Mata Uang Terlemah Pekan Ini

Yen Jepang mencatatkan kinerja terburuk di antara mata uang utama lainnya minggu ini. Tekanan jual terhadap Yen meningkat tajam, bahkan ketika otoritas Jepang kembali mengisyaratkan kewaspadaan terhadap pelemahan mata uang yang berlebihan. Pasar tampak mengabaikan ancaman intervensi, karena faktor politik domestik Jepang justru memperkuat alasan untuk terus melepas Yen.

Pelemahan Yen semakin dalam pada hari Rabu setelah sebuah surat kabar lokal melaporkan bahwa Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, sedang mempertimbangkan untuk membubarkan majelis rendah dan menggelar pemilu sela pada 8 Februari. Spekulasi tersebut langsung memicu gejolak di pasar keuangan Jepang, terutama di pasar valas dan obligasi.

“Perdagangan Takaichi” Kembali Menguat

Kekhawatiran utama investor adalah bahwa pemilu sela berpotensi memberikan dukungan parlemen yang lebih besar bagi Takaichi untuk melanjutkan agenda ekonominya yang pro-stimulus. Kebijakan tersebut mencakup belanja fiskal besar-besaran dan mempertahankan suku bunga ultra-rendah, meskipun Jepang telah lama bergulat dengan defisit fiskal yang tinggi dan rasio utang terhadap PDB yang ekstrem.

Kondisi ini memicu kebangkitan kembali apa yang dikenal sebagai “perdagangan Takaichi”, yakni strategi pasar yang melibatkan penjualan Yen Jepang dan Obligasi Pemerintah Jepang (Japanese Government Bonds/JGB), khususnya tenor jangka panjang. Investor global menilai bahwa kombinasi stimulus agresif dan kebijakan moneter longgar akan terus menekan nilai Yen dalam jangka menengah hingga panjang.

Imbal hasil JGB jangka panjang mengalami tekanan, sementara Yen terus terdepresiasi terhadap hampir seluruh mata uang utama, termasuk Pound Sterling. Situasi ini menciptakan latar belakang yang sangat kondusif bagi penguatan lanjutan GBP/JPY.

Ancaman Intervensi Dipandang Kurang Kredibel

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan bahwa dirinya bersama Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memiliki keprihatinan terhadap apa yang disebut sebagai “depresiasi sepihak” Yen. Pernyataan ini biasanya dimaksudkan sebagai sinyal peringatan kepada pasar agar tidak mendorong pelemahan mata uang terlalu jauh.

Namun demikian, pelaku pasar memandang ancaman intervensi saat ini kurang kredibel, terutama menjelang potensi pemilu sela. Secara historis, otoritas Jepang cenderung lebih berhati-hati melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing ketika situasi politik domestik sedang tidak stabil. Akibatnya, investor merasa relatif aman untuk terus mempertahankan posisi jual Yen.

Pound Sterling Tetap Didukung Fundamental Domestik

Di sisi lain, Pound Sterling masih menunjukkan daya tarik tersendiri meskipun tidak mengalami lonjakan signifikan. Perdagangan pasar relatif tenang, dengan fokus investor tertuju pada rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) bulanan Inggris yang dijadwalkan pada Kamis.

Pasar memperkirakan ekonomi Inggris akan mencatat rebound moderat sebesar 0,1% pada bulan Desember, setelah mengalami kontraksi 0,1% pada November. Jika data ini sesuai atau lebih baik dari ekspektasi, Pound berpotensi mendapatkan dorongan tambahan, yang dapat kembali mendorong GBP/JPY menuju rekor baru.

Ekspektasi pertumbuhan yang membaik juga dapat memperkuat pandangan bahwa Bank of England (BoE) tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga secara agresif. Sikap kebijakan yang relatif lebih ketat dibandingkan Bank of Japan menjadi salah satu pilar utama tren bullish GBP/JPY.

Analisis Teknikal: Tren Naik Masih Sangat Kuat

Dari sudut pandang teknikal, koreksi GBP/JPY dari area 214,30 masih tergolong sehat dalam konteks tren naik yang lebih luas. Selama harga mampu bertahan di atas area support kunci di sekitar 212,50–213,00, bias bullish tetap dominan.

Momentum jangka menengah masih didukung oleh struktur higher high dan higher low yang jelas pada grafik harian. Indikator momentum seperti RSI kemungkinan mulai mendekati wilayah jenuh beli, yang menjelaskan terjadinya koreksi jangka pendek, namun belum memberikan sinyal pembalikan tren yang valid.

Jika Pound mendapatkan katalis positif dari data PDB Inggris, pasangan ini berpotensi kembali menguji bahkan menembus area 214,30, membuka jalan menuju target psikologis berikutnya di 215,00. Sebaliknya, koreksi yang lebih dalam kemungkinan akan dipandang sebagai peluang beli oleh trader yang mengikuti tren.

GBP/JPY memang mengalami penurunan dari rekor tertinggi 214,00, namun koreksi tersebut sejauh ini tidak mengganggu struktur tren bullish yang lebih besar. Pelemahan Yen akibat ketidakpastian politik Jepang dan kebangkitan “perdagangan Takaichi” terus menjadi faktor utama yang menopang penguatan pasangan ini.

Sementara itu, Pound Sterling berpotensi mendapatkan dorongan tambahan dari data PDB Inggris yang akan datang. Selama perbedaan kebijakan antara Bank of England dan Bank of Japan tetap lebar, dan risiko intervensi Jepang dipandang terbatas, prospek GBP/JPY cenderung tetap mengarah ke atas meskipun disertai volatilitas jangka pendek.

Previous Post Next Post

One thought on “GBP/JPY Koreksi dari Rekor 214,00, Tekanan Yen Menjaga Tren Bullish Tetap Dominan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *