GoTo Buka Suara Soal Rumor Merger dengan Grab: Peran Danantara Jadi Sorotan Pasar
- Team
- 0
- Posted on
GoTo akhirnya menanggapi rumor merger dengan Grab yang turut mengaitkan BPI Danantara dan investasi BUMN. Perseroan menegaskan dukungan terhadap prioritas nasional dan menjaga transparansi, sekaligus membuka peluang aksi korporasi di masa depan.
GoTo Tekankan Komitmen terhadap Pemerintah dan Mitra Driver
Isu merger antara dua raksasa teknologi Asia Tenggara, GoTo dan Grab, kembali mencuri perhatian pelaku industri digital maupun pasar modal dalam beberapa pekan terakhir. Rumor ini semakin ramai dibicarakan seiring munculnya laporan mengenai keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara)—lembaga investasi milik pemerintah yang menjadi kendaraan strategis dalam mendukung konsolidasi sektor teknologi nasional.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk merespons pemberitaan tersebut. Melalui Sekretaris Perusahaan RA Koesoemohadiani, manajemen GoTo menegaskan bahwa pihaknya senantiasa memantau seluruh informasi dan rumor aksi korporasi yang melibatkan perseroan, terutama isu yang berkembang di media.
“Pada tahap ini, tidak terdapat informasi baru yang dapat kami sampaikan selain dari yang telah dipublikasikan dalam keterbukaan informasi sebelumnya,” ujar Koesoemohadiani dalam pernyataan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/12).
Pernyataan ini menegaskan bahwa GoTo sangat selektif dalam menyampaikan informasi, terlebih terkait rencana strategis yang berpotensi berdampak pada pemangku kepentingan dan investor.
Dalam kesempatan yang sama, GoTo kembali menegaskan identitasnya sebagai perusahaan Indonesia yang mendukung penuh prioritas pemerintah dalam memperkuat ekonomi digital nasional. Selain itu, perseroan memastikan bahwa kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan bisnis yang dijalankan.
Di tengah spekulasi konsolidasi, GoTo menekankan bahwa aspek keberlanjutan sosial dan pertumbuhan ekosistem tetap berada di garis terdepan.
Perusahaan juga menyatakan bahwa mereka selalu terbuka terhadap diskusi strategis yang dapat membawa keuntungan jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengguna, mitra, karyawan hingga investor. Namun, manajemen memastikan setiap proses yang melibatkan banyak pihak akan dilakukan sesuai regulasi berlaku dan mengikuti pedoman transparansi korporasi.
“Apabila suatu proses sudah berada pada tahap lebih matang, terutama yang memerlukan persetujuan regulator dan publik, perseroan akan mengikuti seluruh ketentuan perundang-undangan,” tegas Koesoemohadiani.
Ia menambahkan bahwa GoTo akan selalu menyampaikan informasi material yang relevan kepada publik pada waktu yang tepat.
Keterlibatan Danantara dan Investasi Telkom Menjadi Perhatian Pasar
Rumor merger ini semakin menguat karena dikaitkan dengan langkah investasi BUMN telekomunikasi ke GoTo melalui BPI Danantara. Telkom dan Telkomsel tercatat telah menanamkan dana sekitar Rp6,4 triliun untuk mengakuisisi saham GoTo.
Dengan semakin kuatnya penetrasi teknologi dan bisnis ride-hailing di Indonesia, konsolidasi antar pemain besar sering disebut sebagai strategi yang mampu memperkuat daya saing regional dan mengurangi tingkat persaingan yang saling menggerus margin.
BPI Danantara—yang dipimpin Rosan Roeslani—dinilai menjadi salah satu pihak yang dapat menjembatani kepentingan industri, regulator, dan pemerintah dalam proses tersebut. Dalam keterangannya kepada media, Rosan mengisyaratkan optimisme atas potensi kerja sama antara GoTo dan Grab.
“Sinyalnya positif,” kata Rosan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Kamis (27/11).
Ia juga menuturkan bahwa proses pembahasan merger masih berlangsung dan baru mencapai sekitar 25–30 persen dari keseluruhan tahapan yang diperlukan.
Spekulasi Pasar: Apa Implikasi Merger Ini?
Isu merger GoTo–Grab menjadi topik hangat yang mengundang berbagai prediksi analis dan pelaku pasar. Jika benar terwujud, konsolidasi ini diyakini akan menjadi salah satu aksi korporasi terbesar di Asia Tenggara dalam industri teknologi.
Potensi dampaknya antara lain:
| Dampak Utama | Penjelasan |
|---|---|
| Konsolidasi pasar transportasi online | Mengurangi persaingan langsung Gojek vs Grab |
| Efisiensi biaya operasional | Menggabungkan armada, platform, dan jaringan merchant |
| Penguatan posisi dompet digital | Integrasi GoPay dan GrabPay meningkatkan penetrasi pembayaran |
| Ekspansi regional | Memperluas akses GoTo ke pasar internasional di Asia Tenggara |
| Kepentingan nasional lebih kuat | Peran BUMN memungkinkan kontrol strategis pemerintah |
Namun, proses ini juga diyakini akan melibatkan kajian panjang dari otoritas persaingan usaha, mengingat besarnya pangsa pasar yang akan digabungkan.
Keuntungan Bagi Pemangku Kepentingan
Bila konsolidasi terjadi, potensi manfaat yang sering disebut:
– Mitra pengemudi dapat memperoleh pendapatan lebih stabil
– Merchant UMKM mendapat akses pasar lebih luas
– Konsumen bisa menikmati layanan lebih terintegrasi dan efisien
– Investor berpotensi melihat valuasi yang lebih sehat karena peningkatan profitabilitas
Namun, seluruh potensi tersebut masih bersifat spekulatif hingga pernyataan resmi dan komprehensif dirilis oleh kedua perusahaan.
GoTo Tetap Berfokus pada Eksekusi dan Transparansi
Walaupun rumor merger dengan Grab terus beredar dan memberi warna pada pergerakan saham GOTO di pasar, manajemen memastikan bahwa fokus utama perusahaan tetap pada eksekusi strategi bisnis secara konsisten dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
Sampai saat ini, belum ada informasi final yang dapat dipublikasikan ke publik selain komitmen untuk menjaga keterbukaan dan mengikuti aturan yang berlaku.
Pasar kini menunggu perkembangan lebih lanjut: apakah konsolidasi dua raksasa digital ini akan menjadi kenyataan atau hanya bagian dari dinamika industri yang sarat spekulasi?
