hp

HP PHK 6.000 Karyawan Demi Mempercepat Transformasi AI dan Efisiensi Bisnis Global

HP akan memangkas hingga 6.000 pekerja secara global untuk mempercepat pengembangan AI, meningkatkan efisiensi operasional, dan menghemat biaya hingga US$1 miliar dalam tiga tahun.

AI Mendorong Evolusi Pasar PC

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Hewlett-Packard (HP), mengumumkan langkah besar dalam restrukturisasi globalnya berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 4.000 hingga 6.000 karyawan di seluruh dunia. Kebijakan ini akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2028 sebagai bagian dari strategi besar perusahaan dalam mempercepat transformasi bisnis dan meningkatkan fokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

CEO HP, Enrique Lores, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah tenaga kerja merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menyederhanakan operasional sekaligus mengalihkan sumber daya ke teknologi masa depan yang dinilai lebih menjanjikan, terutama AI. Menurutnya, langkah ini diproyeksikan dapat memperkuat daya saing HP di tengah perubahan cepat dalam industri teknologi global.

“Pengembangan produk, pengelolaan operasi internal, hingga dukungan pelanggan akan terdampak oleh keputusan ini,” ujar Lores pada konferensi pers, Selasa (25/11).

Selain mempercepat adopsi AI dan inovasi produk, pengurangan jumlah karyawan ini juga diharapkan mampu menciptakan efisiensi keuangan perusahaan dalam jangka menengah. Lores menegaskan bahwa HP menargetkan penghematan hingga US$1 miliar atau sekitar Rp16,66 triliun dalam tiga tahun ke depan (kurs Rp16.660 per US$).

“Kami memperkirakan inisiatif efisiensi ini menghasilkan penghematan senilai US$1 miliar dalam tiga tahun mendatang,” tambahnya.

HP tengah menatap peluang bisnis baru seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap perangkat berbasis AI (AI-PC). Pada kuartal terakhir yang berakhir 31 Oktober, permintaan PC yang sudah dilengkapi teknologi AI mencatat lebih dari 30% dari total pengiriman HP. Angka ini memperlihatkan bahwa konsumen kini menginginkan perangkat dengan kemampuan komputasi lebih cerdas, efisien, dan terintegrasi dengan teknologi AI generatif.

Namun peningkatan permintaan ini menghadapi hambatan dari sisi biaya. Morgan Stanley melaporkan bahwa tingginya harga chip memori global akibat lonjakan kebutuhan pusat data AI menjadi faktor utama yang menekan margin keuntungan produsen PC, termasuk HP, Dell, dan Acer.

Tantangan Biaya Produksi di Tengah Transformasi

Lores mengakui bahwa kenaikan harga memori dan komponen pendukung AI akan memberikan tekanan tambahan pada kinerja keuangan HP dalam beberapa tahun mendatang. Ia memperkirakan dampak signifikan mulai terasa pada paruh kedua tahun fiskal 2026.

Namun, HP telah mengantisipasinya dengan memastikan ketersediaan stok yang cukup untuk kebutuhan hingga paruh pertama tahun tersebut. Selain itu, perusahaan menjalankan strategi mitigasi yang lebih agresif, seperti:

* Menjalin kerja sama dengan pemasok berbiaya lebih rendah

* Mengurangi konfigurasi komponen tertentu guna menghemat biaya produksi

* Melakukan penyesuaian harga secara selektif di pasar

“Kami mengambil pendekatan hati-hati untuk panduan paruh kedua, namun tetap agresif dalam efisiensi biaya demi menjaga profitabilitas,” jelas Lores.

Bukan PHK Pertama

Restrukturisasi tenaga kerja bukanlah hal baru bagi HP. Pada Februari lalu, perusahaan juga telah memangkas 1.000 hingga 2.000 pekerja untuk merampingkan struktur organisasi dan mengoptimalkan produktivitas.

Kali ini, volume PHK lebih besar dan mencerminkan perubahan besar-besaran dalam strategi bisnis. Dunia teknologi kini bergerak cepat mengikuti perkembangan AI generatif, dan banyak perusahaan mulai mengalihkan fokus dari model bisnis konvensional ke ekosistem berbasis AI.

Transformasi Teknologi dan Masa Depan Pekerjaan

Langkah HP mempercepat penerapan AI bukan hanya soal inovasi produk, tetapi juga tentang penyesuaian struktur tenaga kerja di era otomatisasi. AI dinilai akan menggantikan sebagian fungsi operasional manual sehingga perusahaan teknologi harus menyiapkan SDM yang lebih terampil di bidang AI dan data.

Pengamat industri menilai kebijakan ini menunjukkan tekanan kompetitif yang semakin intens di industri PC global. Perusahaan yang gagal beradaptasi dengan tren AI dikhawatirkan akan tertinggal dalam persaingan pasar yang terus dipimpin oleh inovasi.

Bagi HP, PHK merupakan konsekuensi dari transisi tersebut, namun di sisi lain membuka jalan baru untuk pertumbuhan yang lebih berkelanjutan.

Ringkasan Utama

Fokus Strategi Dampak
Efisiensi biaya dan restrukturisasi global PHK 4.000–6.000 pekerja
Transformasi ke teknologi AI Percepatan inovasi dan peningkatan daya saing
Penyesuaian harga dan produksi Mengurangi tekanan biaya chip dan material
Target penghematan US$1 miliar dalam 3 tahun

HP kini berada di persimpangan penting: memperkuat posisi di pasar teknologi modern berbasis AI sambil tetap menjaga profitabilitas di tengah persaingan sengit dan lonjakan biaya produksi. Masa depan perusahaan akan sangat ditentukan oleh sejauh mana strategi efisiensi dan inovasi AI dapat dieksekusi secara efektif.

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *