IHSG Perpanjang Reli Awal Tahun, Kian Dekat Menembus Level Psikologis 8.900
- Team
- 1
- Posted on
IHSG melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (6/1/2026) dan semakin dekat menembus level 8.900, ditopang saham komoditas meski pasar dibayangi gejolak geopolitik global.
IHSG Bertahan di Zona Hijau, Reli Awal Tahun Terjaga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren positif pada perdagangan Selasa (6/1/2026) dengan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Indeks menguat 23,25 poin atau naik 0,26% ke level 8.882,44, mempertegas optimisme pasar sekaligus membawa IHSG semakin dekat dengan level psikologis 8.900.
Penguatan ini mencerminkan masih terjaganya minat beli investor di awal tahun, meskipun pasar global tengah dihadapkan pada ketidakpastian geopolitik yang meningkat. Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai, menandakan partisipasi investor ritel maupun institusi masih solid.
Secara keseluruhan, pergerakan saham menunjukkan kecenderungan positif. Tercatat sebanyak 383 saham menguat, sementara 275 saham melemah dan 153 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi hingga jeda makan siang mencapai Rp19,77 triliun, melibatkan 44,79 miliar saham dalam 2,77 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp16.271 triliun.
Saham Komoditas Dominasi Transaksi
Saham-saham berbasis komoditas kembali menjadi primadona dan paling aktif diperdagangkan. Lonjakan transaksi ini sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap saham energi dan tambang, di tengah fluktuasi harga komoditas global dan sentimen geopolitik.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat nilai transaksi tertinggi hari ini, mencapai Rp2,68 triliun. Disusul oleh saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dengan nilai transaksi Rp924 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp598 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp507 miliar, serta saham RATU dengan nilai transaksi Rp488 miliar.
Aktivitas transaksi yang tinggi pada saham-saham tersebut mengindikasikan masih kuatnya spekulasi dan akumulasi investor, terutama terhadap emiten yang dinilai memiliki prospek jangka menengah menarik.
Transaksi Negosiasi dan Pergerakan Saham Unggulan
Dari pasar negosiasi, tercatat transaksi jumbo pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp113,5 miliar. Transaksi tersebut melibatkan sekitar 311,4 ribu lot saham dalam lima kali transaksi, dengan harga rata-rata Rp3.643 per saham—lebih tinggi dibandingkan harga perdagangan reguler BBRI hari ini.
Transaksi negosiasi dengan harga premium tersebut sering kali dibaca pasar sebagai sinyal adanya minat akumulasi dari investor institusi, meski tidak selalu berdampak langsung terhadap pergerakan harga di pasar reguler.
Saham-saham yang menjadi motor penggerak utama IHSG hari ini antara lain AMMN, MDKA, PTRO, BBRI, dan BSIM. Sementara itu, saham-saham yang menjadi penahan laju penguatan indeks atau memberikan tekanan termasuk BMRI, DSSA, TLKM, ASII, dan BREN.
Sektor Barang Baku Unggul, Energi Terkoreksi
Secara sektoral, mayoritas indeks sektor bergerak di zona hijau. Sektor barang baku mencatatkan penguatan paling signifikan, didorong oleh kinerja positif saham-saham tambang dan industri pendukung komoditas.
Sebaliknya, sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mencatat koreksi terdalam pada perdagangan hari ini. Tekanan pada sektor ini diperkirakan terkait dengan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya, serta kehati-hatian investor terhadap perkembangan harga minyak global yang sensitif terhadap isu geopolitik.
Sentimen Global: Geopolitik Venezuela Membayangi Pasar
Meski IHSG menunjukkan ketahanan, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan global, khususnya konflik geopolitik yang kembali memanas di Amerika Latin. Pekan pertama 2026 dibuka dengan guncangan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer besar yang menyasar Caracas.
Peristiwa tersebut berpotensi menimbulkan volatilitas di pasar keuangan global, mengingat Venezuela merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Ketegangan geopolitik yang meningkat sejak awal tahun membuat investor global cenderung bersikap lebih selektif dalam mengambil risiko.
Inflasi Indonesia Jadi Fokus Investor
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada data inflasi terbaru. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Indonesia pada Desember 2025 sebesar 0,64% secara bulanan (mtm) dan 2,92% secara tahunan (yoy).
Kelompok makanan menjadi kontributor utama inflasi sepanjang 2025, dengan inflasi sebesar 1,66% dan memberikan andil 0,48% terhadap inflasi nasional. Secara historis, inflasi tahunan 2,92% ini lebih tinggi dibandingkan capaian 2024 yang hanya 1,57%—yang sekaligus menjadi inflasi tahunan terendah sepanjang sejarah Indonesia. Inflasi 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sejak 2023, namun masih berada dalam kisaran target Bank Indonesia.
Bursa Asia Bergerak Beragam
Di kawasan Asia-Pasifik, pasar saham bergerak bervariasi pada Selasa ini, seiring investor menilai dampak ketegangan geopolitik global. Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,12%, sementara Topix melonjak 1,48% dan mencetak rekor tertinggi baru.
Di sisi lain, indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,85%, sementara Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil naik tipis 0,09%. Indeks ASX/S&P 200 Australia turun 0,42%.
Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan akan dibuka menguat, dengan kontrak berjangka berada di level 26.562, dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.347,24.
Prospek Jangka Pendek IHSG
Dengan tren penguatan yang masih terjaga dan likuiditas pasar yang relatif tinggi, IHSG berpeluang menguji level 8.900 dalam waktu dekat. Namun, investor tetap diimbau mencermati dinamika global, data ekonomi lanjutan, serta potensi volatilitas akibat faktor geopolitik.
Jika sentimen positif mampu bertahan dan tekanan eksternal mereda, reli IHSG di awal 2026 berpotensi berlanjut, meski pergerakan kemungkinan akan tetap diwarnai fluktuasi yang cukup tajam.

One thought on “IHSG Perpanjang Reli Awal Tahun, Kian Dekat Menembus Level Psikologis 8.900”