1

IHSG Menguat di Awal Pekan: Bursa Saham Indonesia Bergerak Positif pada 1 Desember 2025

IHSG ditutup menguat pada Senin, 1 Desember 2025, berada di level 8.548,78 setelah perdagangan positif sepanjang hari. Simak analisis pergerakan dan sentimennya di sini.

Pergerakan IHSG Seharian

JAKARTA — Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan ketangguhannya dalam mengawali pekan pertama bulan Desember 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup positif pada perdagangan Senin (1/12/2025), mempertahankan tren penguatan setelah sempat terkoreksi di akhir pekan sebelumnya.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG mengakhiri sesi perdagangan dengan berada di level 8.548,78, menguat 40,08 poin atau sekitar 0,47% dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 8.508. Kenaikan ini menunjukkan bahwa aksi beli investor masih cukup kuat meski pasar global masih bergerak campuran akibat ketidakpastian ekonomi dan kebijakan moneter sejumlah negara.

Sejak awal perdagangan, IHSG terlihat konsisten bertahan di zona hijau dan tidak sempat menyentuh area negatif. IHSG dibuka di level 8.541,53, kemudian mencapai titik tertinggi hari ini di 8.553,61, sementara level terendah tercatat pada 8.493,24.

Aksi beli cukup dominan yang tercermin dari volume transaksi 45,48 miliar saham dengan total nilai perdagangan Rp21,95 triliun, serta frekuensi transaksi 2.602.699 kali. Aktivitas perdagangan yang ramai menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar menjelang penutupan tahun.

Kinerja Saham: Lebih Banyak yang Melemah

Meskipun indeks menguat, jumlah saham yang melemah tercatat lebih banyak dibandingkan saham yang menghijau. Pada penutupan perdagangan:

– 317 saham menguat

– 380 saham melemah

– 113 saham stagnan

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan IHSG lebih didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) atau sektor-sektor tertentu yang menjadi penopang utama indeks pada hari ini. Investor cenderung fokus pada saham defensif dan perbankan yang dinilai masih memiliki fundamental kuat.

Tren IHSG dalam Periode Lebih Panjang

Jika melihat pergerakan sepanjang tahun hingga hari ini, IHSG mencatat performa yang sangat solid:

Periode Perubahan IHSG
Year-to-Date +20,75%
Weekly -0,25%
Monthly +3,31%
3 Bulan +9,17%
6 Bulan +19,28%

Pertumbuhan signifikan dalam jangka menengah hingga panjang menunjukkan bahwa minat terhadap pasar domestik masih terjaga kuat, baik dari investor lokal maupun asing. Kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil turut menjadi pendorong utama penguatan indeks.

Sentimen Penggerak Pasar

Beberapa faktor yang mempengaruhi optimisme pasar di awal pekan antara lain:

1. Prospek ekonomi domestik yang positif
Konsumsi dalam negeri masih tetap solid, terutama menjelang periode akhir tahun yang biasanya menjadi momentum peningkatan aktivitas ekonomi.

2. Ekspektasi stabilitas kebijakan moneter
Investor memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan kebijakan suku bunga yang tetap memberi ruang bagi pertumbuhan pasar.

3. Arus modal asing yang masih masuk
Minat investor global terhadap aset emerging market mendukung aliran dana ke pasar saham Indonesia.

4. Penguatan pada sektor perbankan & infrastruktur
Sektor ini dianggap masih memiliki valuasi menarik dibandingkan pasar regional.

Prospek IHSG Ke Depan

Pelaku pasar memprediksi bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan secara bertahap selama sentimen makro tetap stabil. Sejumlah analis menilai area 8.600 – 8.700 menjadi target resistance terdekat, sementara 8.480 – 8.500 masih menjadi area support kuat.

Namun investor tetap disarankan lebih selektif dengan fokus pada saham-saham sektor:

* Keuangan (bank besar)

* Telekomunikasi

* Konsumsi non-siklikal

* Energi & Infrastruktur

Terlebih menjelang rilis data-data ekonomi akhir tahun, pasar berpotensi mengalami volatilitas dalam jangka pendek.

IHSG berhasil memulai pekan dengan langkah positif, mencatat penguatan berkelanjutan berkat dukungan aksi beli investor yang optimistis terhadap prospek ekonomi. Dengan fundamental pasar yang masih kuat, arah pergerakan indeks ke depannya masih berpotensi melanjutkan tren bullish, meski tetap perlu mewaspadai koreksi teknikal dan dinamika sentimen global.

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *