IHSG Menguat di Pembukaan Berkat Lonjakan CUAN, TLKM, dan AMMN
- Team
- 0
- Posted on
IHSG dibuka menguat pada 24 November 2025 didorong kenaikan saham CUAN, TLKM, dan AMMN. Sebanyak 293 saham terapresiasi meski sebagian lainnya terkoreksi. Simak analisis lengkap pergerakan indeks, saham pendorong, sektor unggulan, dan prospek IHSG sepanjang hari.
Sentimen Pasar Mulai Pulih
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan pembukaan yang solid pada awal perdagangan Senin (24/11/2025). Pada pukul 09.00 WIB, IHSG bergerak menguat 0,32% ke level 8.441,55, menunjukkan adanya optimisme baru dari pelaku pasar setelah tekanan yang terjadi pada pekan sebelumnya. Penguatan ini juga didukung oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar yang langsung tancap gas sejak pembukaan, terutama CUAN, TLKM, dan AMMN yang menjadi motor kenaikan indeks hari ini.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 293 saham menguat, 196 saham melemah, dan 467 saham stagnan. Rasio penguatan yang lebih dominan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar cenderung positif, meskipun sebagian investor masih bersikap hati-hati menghadapi rilis data ekonomi dan dinamika global yang berkembang.
Saham-Saham Big Caps Jadi Motor Penguatan IHSG
Di antara saham-saham kapitalisasi besar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) memimpin kenaikan. Saham CUAN melesat 2,65% ke Rp2.320 per saham, menjadikannya top gainer di jajaran big caps pada awal perdagangan. Lonjakan ini tidak hanya memberikan dorongan kuat bagi IHSG, tetapi juga mencerminkan kuatnya minat investor terhadap sektor energi dan pertambangan yang mulai pulih dari tekanan volatilitas global.
Di belakang CUAN, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga menunjukkan performa impresif. TLKM meningkat 1,71% ke Rp3.560, menandakan adanya aliran masuk ke saham telekomunikasi, sektor yang dinilai defensif namun tetap menawarkan prospek pertumbuhan stabil.
Saham big cap lain yang tidak kalah mencuri perhatian adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menguat 1,54% ke Rp6.575. Sentimen positif terhadap komoditas, terutama emas dan tembaga, menjadi katalis pendukung penguatan saham ini.
Saham Blue Chip Lainnya Ikut Menguat
Selain tiga saham utama tersebut, beberapa big mover lainnya ikut menopang pergerakan indeks. Beberapa di antaranya adalah:
-
BREN naik 1,02%
-
BRPT naik 0,86%
-
PANI menguat 0,89%
-
ASII naik 0,78%
Penguatan kompak dari saham-saham ini menegaskan bahwa sentimen investor terhadap sektor energi terbarukan, properti premium, dan otomotif masih cukup solid.
LQ45: ISAT Memimpin Penguatan
Pada indeks LQ45, PT Indosat Tbk. (ISAT) menjadi pemimpin penguatan dengan lonjakan 3,88%, menunjukkan momentum berkelanjutan di sektor telekomunikasi dan digital. Saham MAPI juga mencatat kenaikan 1,54%, diikuti oleh saham energi MEDC yang naik 1,19% serta UNVR yang menguat 1,18%.
Sektor barang konsumen dan energi tampaknya mulai kembali diminati setelah sempat tertekan akibat aksi ambil untung pada perdagangan minggu lalu.
Beberapa saham lainnya seperti ANTM, AADI, ACES, dan BUMI juga bergerak positif dengan kenaikan di kisaran 0,90%–1,03%.
Saham yang Terkoreksi di Sesi Pembukaan
Meski dominasi penguatan sangat jelas, tidak semua saham bergerak ke arah yang sama. Sejumlah saham masih mengalami tekanan, termasuk:
-
HEAL turun 1,04%
-
INCO melemah 1,02%
-
BMRI terkoreksi 1,01%
-
MDKA turun 0,88%
Pelemahan juga terlihat pada IMPC, BYAN, BBCA, BBNI, dan TPIA. Tekanan terhadap beberapa banking dan komoditas blue chip mengindikasikan adanya penyesuaian posisi investor sebelum memasuki pekan penuh data ekonomi.
Prospek IHSG Hari Ini: Menguat Terbatas
Para analis memperkirakan bahwa IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas. Menurut Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, pelemahan indeks pada pekan lalu sebesar 0,07% merupakan koreksi wajar setelah IHSG sempat menembus level tertinggi barunya.
Pada perdagangan Jumat (21/11/2025), investor asing mencatatkan net sell Rp232 miliar, sehingga wajar apabila aksi jual tersebut memicu pelemahan teknikal. Namun, rebound pada sesi hari ini menunjukkan bahwa tekanan jual asing telah mereda dan pelaku pasar domestik kembali mengambil posisi.
Sentimen Pendukung dari Dalam dan Luar Negeri
Beberapa katalis yang diperkirakan mampu menjaga momentum penguatan IHSG antara lain:
-
Stabilnya rupiah menjelang rilis data ekonomi global
-
Prospek pertumbuhan emiten telekomunikasi dan energi
-
Harapan terhadap pemulihan permintaan komoditas
-
Antisipasi terhadap kebijakan moneter dari bank sentral global
