menguat

IHSG Dibuka Menguat: Sinyal Bullish Semakin Kuat Meski Sektor Properti Tertekan

IHSG dibuka menguat ke level 8.624 pada perdagangan Kamis. Sektor industri memimpin penguatan, sementara properti tertekan. Simak analisis teknikal dan proyeksi pergerakan IHSG.

IHSG Dibuka Menguat di Awal Perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (4/12/2025) dengan penguatan tipis. Pada pembukaan sesi pagi, indeks bergerak naik ke level 8.624,854, setara kenaikan 13,066 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Berdasarkan data RTI, IHSG sempat dibuka lebih tinggi di posisi 8.646,646, sebelum bergerak dalam rentang sempit pada awal perdagangan.

Selama sesi berlangsung, indeks mencatat level tertinggi di 8.650,297 dan level terendah di 8.620,833. Aktivitas perdagangan juga terbilang cukup aktif, dengan volume mencapai 6,06 miliar saham, nilai transaksi sebesar Rp 2,44 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 391.988 kali.

Dari total saham yang diperdagangkan, 283 saham menguat, 248 saham melemah, sementara 166 saham stagnan, menunjukkan sentimen pasar yang cenderung seimbang namun masih mengarah positif.

Kinerja Sektoral IHSG: Industri Tampil Dominan

Sektor Industri Memimpin Penguatan

Pada perdagangan pagi ini, pergerakan sektoral IHSG menunjukkan dinamika yang bervariasi. Sektor industri menjadi motor penguatan dengan lonjakan sebesar 1,09 persen, menjadikannya sektor dengan performa terbaik di antara yang lain. Sentimen positif di sektor ini menunjukkan bahwa minat beli investor masih cukup kuat di beberapa segmen industri.

Penguatan Lainnya: Siklikal, Teknologi, dan Non-Siklikal

Selain sektor industri, beberapa sektor lain juga mencatatkan penguatan, antara lain:

1. Sektor siklikal: naik 0,17 persen

2. Sektor teknologi: menguat 0,16 persen

3. Sektor non-siklikal: naik 0,05 persen

4. Sektor energi: bergerak datar dengan kenaikan tipis 0,01 persen

Kombinasi penguatan ini menjadi katalis penting bagi IHSG untuk menjaga tren kenaikan pada awal sesi.

Sektor yang Tertekan: Properti Memimpin Pelemahan

Properti Tertekan Paling Dalam

Meski sebagian sektor mengalami penguatan, beberapa sektor masih bergerak negatif. Yang tertekan paling dalam adalah:

1. Properti: turun 0,41 persen

2. Industri dasar: terkoreksi 0,28 persen

Tekanan pada sektor properti mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati terhadap prospek pasar properti, baik terkait minat pembelian maupun suku bunga.

Pelemahan Sektor Lainnya

Sektor lain yang berada di zona merah antara lain:

– Infrastruktur: turun 0,22 persen

– Kesehatan: melemah 0,18 persen

– Transportasi: turun 0,14 persen

– Keuangan: mencatat penurunan tipis 0,06 persen

Kinerja variatif antar sektor menunjukkan bahwa investor masih selektif dalam menempatkan portofolionya.

Prospek IHSG: Diperkirakan Lanjut Menguat dan Uji Level Psikologis

Momentum Kenaikan dari Penutupan Sebelumnya

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 0,80 persen ke level 8.617, yang menunjukkan adanya pola penguatan lanjutan. Kondisi ini mendukung proyeksi bahwa indeks akan mencoba menembus area psikologis 8.660 pada perdagangan hari ini.

Analisis Wave: IHSG Masih Berada di Struktur Penguatan

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan bahwa IHSG masih berada dalam bagian dari wave (iii) dalam struktur wave [iii], sebuah fase yang umumnya masih menyisakan ruang untuk kenaikan lanjutan.

Menurutnya, dominasi volume pembelian yang kuat sejak awal pekan menjadi sinyal bahwa tekanan beli masih mendukung tren bullish jangka pendek. Ia menekankan bahwa area 8.660 berpotensi menjadi target penguatan berikutnya.

Area Koreksi dan Level Penting yang Perlu Diwaspadai

Koreksi Jangka Pendek Masih Mungkin Terjadi

Meski sentimen penguatan cukup dominan, Herditya mengingatkan bahwa potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Tekanan jual diperkirakan dapat muncul ketika IHSG bergerak di area 8.540–8.569. Jika indeks gagal menembus resistance intraday, penurunan sementara dapat terjadi.

“Cermati area koreksi jangka pendek pada rentang 8.540–8.569,” ujarnya dalam laporan analisis harian.

Support dan Resistance Utama

Secara teknikal, terdapat beberapa level penting yang menjadi indikator arah pergerakan IHSG:

* Support terdekat: 8.491 dan 8.428

* Resistance: 8.616 dan 8.660

Selama IHSG mampu bertahan di atas support tersebut, tren bullish dinilai masih cukup sehat dan berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

Peluang Bullish Masih Terbuka

Dengan penguatan tipis di awal perdagangan, didukung performa positif sektor industri dan stabilitas volume transaksi, IHSG menunjukkan sinyal awal bahwa momentum bullish masih berlanjut. Namun, investor tetap disarankan untuk berhati-hati terhadap potensi koreksi di area teknikal tertentu.

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *