IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru, Saham Teknologi Memimpin Penguatan Pasar
- Team
- 0
- Posted on
IHSG melanjutkan reli ke rekor tertinggi sepanjang masa pada sesi I, ditopang lonjakan sektor teknologi dan infrastruktur.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan kekuatan impressif pada perdagangan sesi I, Rabu (3/12/2025).
Bursa saham Indonesia berhasil mempertahankan momentum penguatan dan kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH), menegaskan optimisme investor terhadap prospek ekonomi dan pasar domestik.
Pada penutupan sesi pertama hari ini, IHSG tercatat menguat 18,06 poin atau 0,21% ke posisi 8.635. Sepanjang sesi berlangsung, indeks bergerak dalam rentang 8.627–8.669, dengan level tertinggi tersebut menjadi capaian intraday tertinggi dalam sejarah perdagangan IHSG.
Pasar saham Tanah Air berada dalam suasana positif, tercermin dari 340 saham menguat, 290 melemah, dan 169 stagnan. Nilai transaksi juga menunjukkan likuiditas yang sangat kuat. Berdasarkan data BEI, volume transaksi mencapai 24,84 miliar lembar saham, frekuensi 1.621.041 kali, dengan total nilai mencapai Rp 11,76 triliun. Angka ini menegaskan antusiasme pelaku pasar pada awal Desember.
Sektor Teknologi Jadi Motor Penggerak Pasar
Mayoritas sektor bergerak di zona hijau. Sektor teknologi menjadi penggerak utama penguatan pasar dengan lonjakan 1,81%, menandai kepercayaan investor terhadap pertumbuhan digital di Indonesia, seiring adopsi teknologi yang semakin masif.
Sektor-sektor lain yang juga memberikan kontribusi positif antara lain:
| Sektor | Pergerakan |
|---|---|
| Teknologi | +1,81% |
| Infrastruktur | +1,69% |
| Konsumer Non-Primer | +0,91% |
| Transportasi | +0,74% |
| Kesehatan | +0,46% |
Sebaliknya, dua sektor mengalami tekanan:
| Sektor | Pergerakan |
|---|---|
| Barang Baku | -0,58% |
| Keuangan | -0,28% |
Tekanan pada sektor keuangan mengindikasikan terjadinya profit taking setelah reli panjang sebelumnya, sementara penurunan pada sektor barang baku dipengaruhi koreksi pada beberapa saham komoditas.
Saham Top Gainers: Banyak yang Sentuh ARA
Kebangkitan IHSG juga didukung oleh sejumlah saham yang melonjak drastis hingga menyentuh Auto Rejection Atas (ARA). Lima saham yang memimpin penguatan antara lain:
| Kode Saham | Emiten | Kenaikan | Harga Terbaru |
|---|---|---|---|
| ROCK | Rockfields Properti Indonesia | +25% | Rp 1.325 |
| STAR | Buana Artha Anugerah | +24,8% | Rp 312 |
| FPNI | Lotte Chemical Titan | +24,7% | Rp 1.565 |
| IMJS | Indomobil Multi Jasa | +24,6% | Rp 404 |
| YPAS | Yanaprima Hastapersada | +24,58% | Rp 735 |
Kenaikan signifikan ini menunjukkan rotasi sektor yang menarik minat spekulan maupun investor jangka pendek.
Top Losers: Saham-Saham yang Terkoreksi Tajam
Di sisi lain, beberapa saham mencatatkan penurunan yang cukup dalam:
| Kode Saham | Emiten | Penurunan | Harga Terbaru |
|---|---|---|---|
| LAPD | Leyand International | -11,17% | Rp 159 |
| RCCC | Utama Radar Cahaya | -9,91% | Rp 200 |
| PGUN | Pradiksi Gunatama | -8,28% | Rp 10.525 |
| DNAR | Bank Oke Indonesia | -7,14% | Rp 195 |
| RUIS | Radiant Utama Interinsco | -7,08% | Rp 210 |
Tekanan pada saham-saham tersebut mencerminkan pola rotasi modal ke sektor yang dianggap memiliki prospek lebih besar dalam jangka pendek.
Bursa Asia Bergerak Variatif
Pergerakan IHSG juga selaras dengan dinamika regional yang cenderung tidak seragam akibat sentimen ekonomi global.
| Bursa Asia | Pergerakan |
|---|---|
| Hang Seng (Hong Kong) | -0,98% |
| Shanghai Composite (China) | -0,17% |
| Straits Times (Singapura) | +0,24% |
| Nikkei 225 (Jepang) | +1,63% |
Pasar Jepang menonjol dengan lonjakan kuat dipicu ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar.
Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan
Reli IHSG tidak hanya didukung aliran dana asing, tetapi juga optimisme terhadap stabilitas makroekonomi, prospek suku bunga, serta fundamental perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.
Beberapa sentimen positif yang menjadi katalis pasar antara lain:
✔ Prospek inflasi yang lebih terkendali
✔ Likuiditas kuat dari investor domestik
✔ Kinerja emiten jelang akhir tahun yang tetap solid
Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai faktor risiko global seperti arah kebijakan The Fed, gejolak harga komoditas, serta perkembangan geopolitik dunia.
IHSG kembali mencetak sejarah dengan menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada sesi I perdagangan hari ini. Penguatan yang tersebar di banyak sektor—khususnya teknologi dan infrastruktur—menunjukkan solidnya kepercayaan investor terhadap pasar domestik.
Dengan nilai transaksi besar dan market breadth yang positif, peluang kelanjutan tren bullish hingga akhir tahun masih cukup terbuka, meskipun pasar berpotensi menghadapi fluktuasi lanjutan seiring dinamika global.
