Indonesia Hadapi Tantangan Berat: 10 Juta Orang Butuh Pekerjaan Setiap Tahun
- rupiahradaradmin
- 1
- Posted on
JAKARTA – Krisis ketenagakerjaan Indonesia mencapai titik kritis dengan lebih dari 10 juta orang memerlukan pekerjaan setiap tahunnya, demikian diungkapkan Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Surya Lukita Warman.
Dalam paparan di kantor KarirHub Kemnaker, Jakarta, Jumat (26/9), Surya memaparkan bahwa angka 10,7 juta tersebut merupakan gabungan antara jumlah pengangguran eksisting dan angkatan kerja baru yang terus bertambah.
“Setiap tahun 10 juta orang harus diopeni, dicarikan pekerjaan. Ini sudah menjadi isu nasional saat ini,” tegas Surya dalam media briefing tersebut.
Data terkini menunjukkan pengangguran di Indonesia mencapai 7,2 juta orang. Meskipun tingkat pengangguran 4,8 persen merupakan yang terendah sejak era reformasi, namun jumlah absolut masih mengkhawatirkan. Sementara itu, sekitar 3,5 juta lulusan baru dari berbagai jenjang pendidikan—mulai SMA, SMK, hingga perguruan tinggi—masuk ke pasar kerja setiap tahun.
“Secara persentase memang kecil, tapi secara nominal masih besar di angka 7,2 juta orang menganggur,” jelas Surya.
Rendahnya Kualifikasi Pendidikan Perburuk Kondisi
Tantangan ketenagakerjaan semakin kompleks ketika dikaitkan dengan profil penduduk Indonesia. Surya mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa 55-56 persen penduduk Indonesia masih berkualifikasi SMP ke bawah.
“Bukan SMA, tapi SMP ke bawah. Ini menjadi tantangan tersendiri,” ungkap Surya.
Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara keterampilan yang dimiliki angkatan kerja dengan tuntutan industri modern. Idealnya, kata Surya, proporsi lulusan SMA dan SMK perlu ditingkatkan hingga 70 persen dari total penduduk untuk memperbaiki akses terhadap pekerjaan yang lebih layak.
Soft Skill Lemah Jadi Batu Sandungan
Paradoks terjadi di pasar kerja Indonesia: di satu sisi tersedia lowongan pekerjaan, namun di sisi lain banyak perusahaan kesulitan menemukan kandidat yang tepat. Surya mengidentifikasi masalah utamanya bukan pada kemampuan teknis, melainkan pada soft skill yang lemah.
“Perusahaan lebih melihat soft skill anak-anak pencari kerja yang masih kurang,” ungkap Surya.
Banyak lulusan gagal pada tahap wawancara kerja karena ketidaksiapan, kurang percaya diri, dan kemampuan komunikasi yang buruk. Kondisi ini menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh dalam sistem pendidikan dan pelatihan kerja di Indonesia.
Pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dituntut bekerja sama secara sistematis mengatasi tantangan ketenagakerjaan ini agar tidak berkembang menjadi krisis sosial yang lebih besar.

One thought on “Indonesia Hadapi Tantangan Berat: 10 Juta Orang Butuh Pekerjaan Setiap Tahun”