Pound Sterling Bergerak Hati-Hati Menjelang Keputusan BoE
- Team
- 1
- Posted on
Pound Sterling bergerak stabil dan cenderung berhati-hati menjelang keputusan suku bunga Bank of England, rilis data inflasi dan tenaga kerja Inggris, serta dinamika kebijakan The Fed yang memengaruhi GBP/USD.
Pound Sterling Awali Pekan dengan Sikap Wait and See
Pound Sterling (GBP) membuka pekan dengan pergerakan yang relatif hati-hati terhadap mayoritas mata uang utama. Sikap defensif ini mencerminkan kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan moneter Bank of England (BoE) serta rangkaian rilis data ekonomi penting Inggris yang berpotensi menentukan arah pergerakan mata uang Inggris dalam jangka pendek.
Meski GBP masih mampu bertahan di kisaran yang relatif stabil, pasar bersiap menghadapi lonjakan volatilitas dalam beberapa hari ke depan. Ekspektasi yang semakin menguat bahwa BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 3,75% pada pertemuan Kamis mendatang membuat investor enggan mengambil posisi agresif sebelum mendapatkan kepastian arah kebijakan.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga BoE Menguat
Sejumlah analis global menilai bahwa momentum ekonomi Inggris saat ini memberikan ruang bagi BoE untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Deutsche Bank, misalnya, memproyeksikan pemangkasan suku bunga sebesar 25 bp dengan hasil pemungutan suara yang relatif ketat, yakni 5 banding 4. Proyeksi ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan di internal BoE, meskipun arah kebijakan secara umum mulai condong ke pelonggaran.
Salah satu faktor utama yang mendasari ekspektasi tersebut adalah melunaknya tekanan inflasi. Data terbaru menunjukkan bahwa Inflasi Inti Inggris—yang mengecualikan komponen volatil seperti makanan, energi, alkohol, dan tembakau—tumbuh 3,4% secara tahunan pada Oktober, level terendah sejak Maret. Perlambatan ini menjadi sinyal bahwa kebijakan moneter ketat yang diterapkan BoE dalam beberapa tahun terakhir mulai memberikan dampak.
Data Inflasi dan Tenaga Kerja Jadi Penentu
Menjelang pengumuman kebijakan BoE, pasar akan mencermati data Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris bulan November yang dijadwalkan rilis pada hari Rabu. Konsensus pasar memperkirakan inflasi inti akan bertahan di level 3,4%, mengindikasikan stabilisasi tekanan harga.
Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada data pasar tenaga kerja Inggris untuk periode tiga bulan hingga Oktober, yang akan dirilis pada hari Selasa. Data ini diperkirakan menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran serta perlambatan pertumbuhan upah, dua faktor yang biasanya memperkuat argumen untuk pemangkasan suku bunga.
Pada hari yang sama, data awal PMI S&P Global Inggris bulan Desember juga akan dipublikasikan. Indikator ini akan memberikan gambaran awal mengenai aktivitas bisnis di sektor manufaktur dan jasa, serta potensi arah pertumbuhan ekonomi menjelang akhir tahun.
GBP/USD Datar Menjelang Data Penting AS
Terhadap Dolar AS, Pound Sterling bergerak datar di sekitar level 1,3370 pada sesi perdagangan Eropa hari Senin. Pasangan GBP/USD cenderung berkonsolidasi seiring investor menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk bulan Oktober dan November, yang dijadwalkan pada hari Selasa.
Data ketenagakerjaan AS ini dipandang krusial karena akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Sepanjang tiga pertemuan terakhir, The Fed telah memangkas suku bunga total sebesar 75 bp, dengan para pejabat menekankan bahwa pelemahan pasar tenaga kerja menjadi alasan utama di balik pelonggaran tersebut.
Komentar dovish kembali ditegaskan oleh Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, yang menyatakan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga. Ia menyoroti bahwa meskipun inflasi masih relatif tinggi, kondisi pasar tenaga kerja yang melemah tidak boleh diabaikan, sebuah pernyataan yang semakin menekan Dolar AS.
Dolar AS Melemah, Cable Tetap Berpeluang Menguat
Secara umum, pergerakan GBP/USD (Cable) masih menunjukkan bias positif, terutama karena Dolar AS bertahan di dekat level terendah delapan minggu. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat bergerak hati-hati di sekitar 98,13, mencerminkan meningkatnya spekulasi bahwa The Fed akan memberikan pemangkasan suku bunga lebih agresif pada 2026 dibandingkan dengan proyeksi resmi dalam dot plot terbaru.
Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang 64,3% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali sebelum akhir 2026. Perkiraan ini lebih dovish dibandingkan proyeksi The Fed sendiri, yang hanya mengindikasikan satu pemangkasan tambahan hingga suku bunga acuan berada di kisaran 3,4% pada 2026.
Perbedaan ekspektasi inilah yang membuat Dolar AS tetap berada dalam tekanan, sehingga memberi ruang bagi Pound Sterling untuk bertahan, meskipun dibayangi risiko kebijakan BoE yang lebih longgar.
Analisis Teknikal: GBP/USD Jaga Momentum Positif
Dari sudut pandang teknikal, GBP/USD diperdagangkan stabil di sekitar 1,3366. Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang berada di 1,3286 terus bergerak naik, dan harga bertahan di atas level tersebut, menandakan bahwa bias jangka pendek masih mengarah ke atas.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di level 61, mencerminkan momentum bullish yang sehat tanpa menunjukkan kondisi jenuh beli.
Jika diukur dari pergerakan antara puncak 1,3783 dan dasar 1,3008, pasangan ini telah berhasil menembus Fibonacci retracement 38,2% di 1,3304, yang memperkuat sinyal pemulihan. Retracement 50% di sekitar 1,3395 kini menjadi resistance terdekat. Penembusan di atas level ini berpotensi membuka jalan menuju Fibonacci 61,8% di 1,3488.
Sebaliknya, kegagalan menembus resistance tersebut dapat memicu fase konsolidasi lanjutan. Tren bullish jangka pendek akan tetap terjaga selama harga bertahan di atas EMA 20-hari, sementara penurunan di bawah 1,3286 berpotensi membuka ruang pelemahan menuju area 1,3180, yang merupakan level terendah bulan Desember.
Pound Sterling saat ini berada dalam fase menunggu kepastian, dengan pasar menimbang potensi pemangkasan suku bunga BoE dan dampak data ekonomi Inggris yang akan segera dirilis. Di tengah tekanan dovish dari kedua sisi—BoE dan The Fed—arah pergerakan GBP/USD dalam waktu dekat sangat bergantung pada kejutan data dan nada kebijakan bank sentral. Hingga ada kejelasan lebih lanjut, pergerakan Pound diperkirakan tetap volatil namun terukur.

One thought on “Pound Sterling Bergerak Hati-Hati Menjelang Keputusan BoE”