Pound Sterling Bergerak Sideways Jelang Data Kunci AS, Fokus Pasar ke NFP
- Team
- 1
- Posted on
Pound Sterling bergerak stabil terhadap Dolar AS menjelang rilis data ketenagakerjaan dan PMI Jasa AS. Investor menanti laporan NFP yang krusial bagi arah kebijakan The Fed dan GBP/USD.
Pasar Fokus ke Data Tenaga Kerja AS
Pound Sterling (GBP) bergerak relatif datar terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan sesi Eropa hari Rabu, bertahan di sekitar level psikologis 1,3500. Pergerakan yang tenang ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang serangkaian rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, yang berpotensi memberikan arah baru bagi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan pergerakan pasangan mata uang GBP/USD dalam jangka pendek.
Stabilnya GBP/USD terjadi seiring dengan Dolar AS yang juga bergerak tanpa arah jelas, menjelang publikasi Perubahan Ketenagakerjaan ADP, Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM untuk Desember, serta Lowongan Pekerjaan JOLTS untuk November, yang dijadwalkan rilis pada sesi Amerika Utara. Pada saat penulisan, Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama dunia, diperdagangkan tenang di kisaran 98,55.
Perhatian investor saat ini tertuju pada indikator-indikator pasar tenaga kerja AS, yang dinilai krusial dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Fed. Para ekonom memperkirakan laporan ADP Employment Change akan menunjukkan bahwa sektor swasta AS menambah sekitar 45 ribu tenaga kerja pada Desember, setelah mengalami pengurangan 32 ribu pekerja pada November. Sementara itu, Lowongan Pekerjaan JOLTS diprakirakan berada di level 7,64 juta, relatif stabil dibandingkan 7,67 juta pada bulan sebelumnya.
Apabila data ketenagakerjaan ini menunjukkan perbaikan yang signifikan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh The Fed dapat berkurang. Sebaliknya, angka yang lebih lemah dari perkiraan akan memperkuat keyakinan bahwa bank sentral AS masih memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih jauh.
Selain itu, PMI Jasa ISM AS diperkirakan turun tipis menjadi 52,3 dari 52,6 pada November. Meskipun masih berada di atas ambang ekspansi 50, perlambatan ini mengindikasikan bahwa aktivitas sektor jasa AS tetap berkembang, namun dengan laju yang lebih moderat.
Ketegangan Global Tak Goyahkan Pound
Di tengah kondisi pasar yang sensitif terhadap risiko, Pound Sterling tetap diperdagangkan stabil terhadap mayoritas mata uang utama lainnya. Investor tampak mengabaikan ketegangan geopolitik yang meningkat setelah aksi militer AS di Venezuela selama akhir pekan, termasuk penangkapan Presiden Nicolas Maduro atas tuduhan perdagangan narkoba.
Sentimen pasar sempat berubah menjadi risk-off di awal pekan akibat perkembangan tersebut. Namun, reaksi pasar yang relatif terbatas menunjukkan bahwa fokus utama investor tetap tertuju pada prospek kebijakan moneter global, khususnya arah suku bunga AS dan Inggris, ketimbang risiko geopolitik jangka pendek.
Dari sisi domestik, kalender ekonomi Inggris relatif sepi pada pekan ini, sehingga pergerakan Pound Sterling lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global dan dinamika pasar keuangan internasional.
BoE Tetap Hati-hati di Tengah Pasar Kerja Melemah
Dari perspektif kebijakan moneter, Bank of England (BoE) diperkirakan tidak akan melakukan pelonggaran agresif dalam waktu dekat, mengingat tingkat inflasi Inggris masih berada jauh di atas target 2% bank sentral. Meski demikian, arah kebijakan BoE secara keseluruhan dinilai tetap condong ke pelonggaran, seiring melemahnya kondisi pasar tenaga kerja domestik.
Data terbaru menunjukkan bahwa dalam tiga bulan hingga Oktober, tingkat pengangguran Inggris meningkat menjadi 5,1%, level tertinggi sejak Maret 2021. Kondisi ini menjadi tantangan bagi BoE dalam menyeimbangkan upaya menekan inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi, sehingga membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif dalam jangka menengah.
NFP AS Jadi Penentu Arah GBP/USD
Puncak perhatian pasar pekan ini adalah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Desember, yang akan dirilis pada hari Jumat. Data ini dipandang sebagai indikator paling komprehensif untuk menilai kesehatan pasar tenaga kerja AS dan sering kali memicu volatilitas tinggi di pasar valuta asing.
Sepanjang tahun 2025, The Fed telah melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin, menurunkan suku bunga acuan ke kisaran 3,50%–3,75%, sebagai respons terhadap perlambatan pasar kerja. Oleh karena itu, hasil NFP terbaru akan menjadi faktor kunci dalam membentuk ekspektasi pasar mengenai langkah The Fed selanjutnya.
Analisis Teknis: GBP/USD Bertahan di Atas EMA 20-Hari
Dari sisi teknikal, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3495 pada saat penulisan. Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang menanjak dan berada di 1,3445 memberikan dukungan kuat bagi bias bullish jangka pendek. Bertahannya harga di atas EMA ini menunjukkan bahwa struktur tren naik masih terjaga.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di level 60, mencerminkan momentum netral hingga bullish tanpa sinyal jenuh beli. Kondisi ini memberi ruang bagi kenaikan lanjutan, meskipun pasar masih membutuhkan katalis fundamental yang kuat.
Berdasarkan Fibonacci retracement yang ditarik dari puncak 1,3791 ke dasar 1,3017, level 61,8% di 1,3495 berfungsi sebagai support kunci. Penutupan harga yang meyakinkan di atas area ini berpotensi membuka jalan menuju retracement 78,6% di 1,3625. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support tersebut dapat memicu fase konsolidasi, dengan EMA 20-hari di 1,3445 bertindak sebagai penopang jangka pendek.
Secara keseluruhan, Pound Sterling bergerak stabil menjelang rilis data ekonomi penting AS, dengan pasar mengadopsi sikap wait and see. Arah selanjutnya untuk GBP/USD sangat bergantung pada hasil data tenaga kerja AS, khususnya NFP, serta bagaimana data tersebut memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed. Selama GBP/USD mampu bertahan di atas level teknikal kunci, prospek jangka pendek tetap cenderung positif, meskipun volatilitas diperkirakan meningkat menjelang akhir pekan.

One thought on “Pound Sterling Bergerak Sideways Jelang Data Kunci AS, Fokus Pasar ke NFP”