ihsg

IHSG Rawan Koreksi Hari Ini: Analis Ungkap Level Kunci dan Rekomendasi Saham Pilihan

IHSG diperkirakan rawan koreksi pada perdagangan Rabu (17/12/2025). Analis memaparkan level support–resistance serta rekomendasi saham unggulan di tengah sentimen global dan domestik.

IHSG Menguat, Namun Risiko Koreksi Mulai Membayangi

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 17 Desember 2025, diperkirakan menghadapi tekanan koreksi setelah mencatatkan penguatan pada sesi sebelumnya. Sejumlah analis menilai laju kenaikan indeks mulai melambat, seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis data ekonomi penting dan agenda bank sentral global.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG menutup perdagangan Selasa (16/12/2025) dengan penguatan 0,43% atau naik 36,80 poin ke level 8.686,46. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat dibuka di posisi 8.696,69 dan menyentuh level tertinggi harian di 8.700,86, sebelum akhirnya bergerak lebih terbatas hingga penutupan.

Dari sisi pergerakan saham, 355 saham mencatatkan kenaikan, sementara 296 saham melemah dan 146 saham stagnan. Total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp15.938 triliun, mencerminkan masih solidnya minat investor di pasar ekuitas domestik.

Saham Big Caps Jadi Penopang, Perbankan Tertekan

Penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar di luar sektor perbankan. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mencuri perhatian setelah melonjak 6,10% ke level Rp107.000, sementara PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) menguat signifikan 5,04% ke Rp2.710 per saham.

Di sektor energi dan sumber daya alam, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terapresiasi 3,16% ke Rp9.800, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menguat 2,31% ke Rp6.650. Kinerja saham-saham ini menjadi penopang utama indeks di tengah tekanan pada sektor perbankan.

Sebaliknya, aksi ambil untung membebani saham bank besar. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terkoreksi 2,71% ke Rp8.075, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 2,38% ke Rp3.690 per saham. Koreksi di sektor perbankan ini menjadi salah satu faktor yang menahan laju kenaikan IHSG.

Analisis Teknikal: IHSG Berpotensi Uji Area Support

Tim Analis MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini berada di fase awal wave [iv] dari wave 5 dalam skenario Elliott Wave. Dengan struktur teknikal tersebut, IHSG dinilai rawan mengalami koreksi jangka pendek untuk menguji area 8.464–8.560, sekaligus menutup celah (gap) tipis yang terbentuk sebelumnya.

Namun, MNC Sekuritas juga mengingatkan adanya skenario risiko yang lebih dalam. Dalam skenario terburuk, IHSG dinilai berpotensi telah menyelesaikan wave (1) dan dapat mengalami koreksi lanjutan menuju area psikologis 8.000-an.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak dengan level support di 8.553 dan 8.493, sementara resistance berada di kisaran 8.714 dan 8.821. Rentang ini menjadi area krusial yang akan menentukan arah pergerakan indeks dalam jangka pendek.

Sentimen Global dan Domestik Jadi Perhatian Investor

Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai fokus pasar pada pekan ini masih tertuju pada berbagai agenda ekonomi global, khususnya dari Amerika Serikat. Investor mencermati rilis data nonfarm payrolls (NFP) Oktober dan November 2025, yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter The Fed.

Selain data ketenagakerjaan, pasar juga menantikan rilis data penjualan ritel, inflasi, serta indeks PMI, yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi ekonomi global. Di sisi kebijakan moneter, keputusan suku bunga dari Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) turut menjadi perhatian utama pelaku pasar.

Dari dalam negeri, sentimen pasar dipengaruhi oleh agenda Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia serta rilis data pertumbuhan kredit perbankan yang dijadwalkan keluar pada Rabu. Data dan kebijakan tersebut dinilai krusial dalam menentukan arah likuiditas dan sentimen investor di pasar saham Indonesia.

Phintraco Sekuritas juga menyoroti bahwa aksi korporasi emiten masih berpotensi menjadi katalis pergerakan IHSG, terutama pada saham-saham tertentu yang memiliki agenda strategis menjelang akhir tahun.

Indikator Teknikal Tunjukkan Konsolidasi

Dari sudut pandang teknikal, kondisi IHSG menunjukkan sinyal yang beragam. Histogram negatif MACD tercatat semakin melebar, mengindikasikan tekanan pelemahan masih ada. Namun, di sisi lain, Stochastic RSI mulai melandai dan mendekati area oversold, membuka peluang terjadinya pantulan teknikal.

IHSG juga masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan MA5, menandakan bahwa tekanan jangka pendek belum sepenuhnya mereda. Dengan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG cenderung bergerak konsolidatif dalam rentang 8.550–8.700 pada pekan ini.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Di tengah potensi pergerakan yang terbatas, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai memiliki prospek menarik, baik dari sisi fundamental maupun teknikal. Top picks untuk perdagangan hari ini meliputi:

  • INDY

  • BRPT

  • TINS

  • MEDC

  • INKP

  • MDKA

Saham-saham tersebut dinilai memiliki peluang relatif lebih baik di tengah volatilitas pasar, meskipun investor tetap disarankan menerapkan manajemen risiko yang disiplin.

IHSG diperkirakan rawan koreksi pada perdagangan Rabu (17/12/2025) setelah mencatatkan penguatan pada sesi sebelumnya. Tekanan teknikal, aksi ambil untung, serta meningkatnya kehati-hatian investor menjelang rilis data ekonomi dan keputusan bank sentral global menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan indeks.

Dengan potensi pergerakan yang cenderung konsolidatif, investor disarankan untuk selektif dalam memilih saham, memperhatikan level support–resistance, serta mencermati perkembangan sentimen global dan domestik yang dapat memicu volatilitas pasar.

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *