ihsg

IHSG Masih Terkoreksi di Akhir Tahun, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis untuk Senin 29 Desember 2025

IHSG masih bergerak melemah jelang akhir tahun. Simak pergerakan IHSG hari ini, Senin (29/12/2025), serta rekomendasi saham ARTO, ASII, TLKM, ANTM, dan MTEL dari analis.

IHSG Tutup Melemah, Tekanan Jelang Akhir Tahun Masih Terasa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan dengan koreksi pada sesi terakhir sebelum libur panjang Natal dan Tahun Baru. Pada penutupan Rabu, 24 Desember 2025, IHSG melemah 0,55% ke level 8.537,91, melanjutkan tren penurunan yang telah terjadi dalam beberapa hari sebelumnya.

Pelemahan indeks terjadi di tengah menurunnya likuiditas pasar, seiring banyak investor yang mulai menutup posisi dan mengurangi aktivitas transaksi menjelang akhir tahun. Kondisi ini membuat pergerakan IHSG relatif terbatas dan rentan terhadap tekanan jual, meskipun secara fundamental pasar saham domestik masih didukung oleh kinerja emiten dan stabilitas makroekonomi.

Memasuki perdagangan Senin, 29 Desember 2025, pelaku pasar diperkirakan masih akan bersikap hati-hati. Namun demikian, sejumlah saham unggulan tetap masuk dalam radar analis dan dinilai menarik untuk strategi trading jangka pendek maupun holding dalam horizon waktu terbatas.

Strategi Trading: Holding 10 Hari dan Day Trade

Head of Technical Analyst Mandiri Sekuritas, Hadiyansyah, dalam riset hariannya membagi rekomendasi saham ke dalam dua pendekatan utama, yakni trend trade untuk periode holding sekitar 10 hari perdagangan dan day trade untuk transaksi harian.

Pendekatan ini dinilai relevan di tengah kondisi pasar yang volatil dan likuiditas yang cenderung menipis. Investor disarankan untuk lebih disiplin dalam menentukan level masuk (entry), target harga, serta batas kerugian (stop loss) guna mengelola risiko secara optimal.

Rekomendasi Saham untuk Holding Periode Pendek

Untuk strategi trend trade, Mandiri Sekuritas merekomendasikan beberapa saham berkapitalisasi besar dan likuiditas tinggi.

Saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) direkomendasikan buy dengan entry level di Rp1.995, target harga Rp2.400, dan stop loss di Rp1.890. Secara teknikal, ARTO dinilai memiliki peluang melanjutkan penguatan setelah membentuk pola pemulihan, didukung oleh sentimen positif sektor perbankan digital.

Berikutnya, saham PT Astra International Tbk. (ASII) juga masuk dalam daftar rekomendasi holding. Saham konglomerasi ini disarankan untuk dibeli di area Rp6.600, dengan target harga Rp7.500 dan stop loss di Rp6.300. ASII dinilai menarik karena menunjukkan sinyal teknikal yang stabil serta didukung diversifikasi bisnis yang kuat, mulai dari otomotif hingga energi dan infrastruktur.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga mendapat rekomendasi buy. Entry level berada di Rp3.510, dengan target harga Rp4.500 dan stop loss di Rp3.400. TLKM dipandang memiliki potensi teknikal yang menarik seiring perbaikan momentum dan posisi sebagai emiten telekomunikasi pelat merah yang defensif.

Rekomendasi Saham untuk Day Trade

Untuk investor dengan gaya trading harian, Mandiri Sekuritas menyoroti beberapa saham yang menunjukkan sinyal teknikal jangka pendek yang kuat.

Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) direkomendasikan untuk day trade dengan target harga Rp3.270 dan stop loss di Rp3.190. Pada penutupan terakhir, ANTM berada di level Rp3.220 dan membentuk pola bullish continuation, didukung oleh sentimen positif harga komoditas dan lonjakan minat investor terhadap saham sektor pertambangan.

Selain itu, saham ASII juga direkomendasikan untuk strategi day trade. Target harga jangka pendek dipatok di Rp6.750, dengan stop loss di Rp6.550. Harga ASII saat ini berada di sekitar Rp6.625 dan secara teknikal menunjukkan pola rebound dari moving average 50 hari (MA50), yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan dalam jangka sangat pendek.

Rekomendasi terakhir untuk day trade adalah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL). Saham ini memiliki target harga Rp670 dengan stop loss di Rp620. MTEL saat ini diperdagangkan di level Rp640 dan secara teknikal menunjukkan sinyal breakout yang disertai peningkatan volume transaksi, sebuah indikasi minat beli yang menguat.

Sentimen Regional Masih Menekan Pasar

Mandiri Sekuritas mencatat bahwa koreksi IHSG sejalan dengan pergerakan pasar saham Asia yang cenderung bergerak mendatar hingga melemah. Kondisi ini dipengaruhi oleh lesunya volume perdagangan akhir tahun dan berkurangnya partisipasi investor global akibat libur Natal dan Tahun Baru.

Sejumlah indeks utama Asia tercatat melemah pada perdagangan Rabu (24/12), antara lain Straits Times Index (STI) Singapura yang turun 0,06%, Nikkei 225 Jepang dan S&P BSE Sensex India yang masing-masing terkoreksi 0,14%, serta KOSPI Korea Selatan yang melemah 0,21%.

Di tengah tekanan tersebut, beberapa pasar justru mencatatkan penguatan, seperti VN-Index Vietnam yang melonjak 3,98%, SET Index Thailand naik 0,33%, dan SSE Composite Index China yang menguat 0,53%.

Prospek IHSG Jelang Tutup Tahun

Dengan sisa perdagangan yang semakin terbatas, IHSG diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi. Investor disarankan untuk lebih selektif, memanfaatkan saham-saham yang memiliki sinyal teknikal kuat dan likuiditas memadai, sembari tetap menerapkan manajemen risiko yang ketat.

IHSG masih berada dalam fase koreksi menjelang akhir 2025, dipengaruhi oleh minimnya likuiditas dan sentimen regional yang cenderung lemah. Meski demikian, sejumlah saham seperti ARTO, ASII, TLKM, ANTM, dan MTEL dinilai memiliki peluang menarik untuk strategi holding jangka pendek maupun day trade. Dengan pendekatan disiplin dan selektif, investor masih dapat memanfaatkan peluang di tengah pasar yang bergerak terbatas.

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *