Rupiah Terus Melemah Terhadap Dolar AS, USDINR Mendekati Level 88,00

Rupiah Terus Melemah Terhadap Dolar AS, USD/INR Mendekati Level 88,00

Rupiah India (INR) mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari Jumat. Nilai tukar USD/INR bergerak mendekati level psikologis 88,00 yang dipicu oleh kebijakan tarif baru Amerika Serikat dan arus keluar investasi asing yang berkelanjutan dari pasar modal India.

Dampak Tarif Amerika Serikat Terhadap Perekonomian India

Kebijakan Tarif Baru Washington

Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump telah mengumumkan penerapan tarif tambahan sebesar 25% untuk produk-produk impor dari India. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap pembelian minyak Rusia oleh India, yang membuat total bea masuk menjadi 50%.

Konsekuensi Ekonomi Jangka Pendek

Laporan bulanan yang diterbitkan Reserve Bank of India (RBI) pada hari Kamis mengungkapkan bahwa kebijakan tarif Amerika Serikat ini menimbulkan risiko penurunan ekonomi dalam jangka pendek. Namun demikian, konsumsi domestik India tetap menunjukkan ketahanan yang kuat, terutama didorong oleh permintaan dari wilayah pedesaan.

Arus Keluar Investasi Asing Berlanjut

Data Investor Institusional Asing (FII)

Investor Institusional Asing (FII) melanjutkan aksi jual di pasar saham India untuk hari keempat berturut-turut pada hari Kamis. Total nilai penjualan mencapai Rs. 3.856,51 crore dalam sesi perdagangan tersebut.

Tren Bulanan Agustus 2025

Sepanjang bulan Agustus 2025, FII telah melepas kepemilikan saham senilai Rs. 38.590,26 crore, menunjukkan tren capital outflow yang konsisten dari pasar modal India.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi India Q2 2025

Data PDB yang Ditunggu Pasar

Para investor menantikan publikasi data Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal 2 India yang dijadwalkan rilis pada pukul 10:30 GMT. Ekonomi India diproyeksikan mengalami moderasi pertumbuhan menjadi 6,6% secara year-on-year, turun dari capaian 7,4% pada periode sebelumnya.

Faktor-Faktor Penggerak Pasar Global

Penguatan Dolar AS Menjelang Data Inflasi PCE

Dolar Amerika Serikat mengalami penguatan moderat menjelang publikasi data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan Juli. Data ini akan dirilis pada pukul 12:30 GMT dan diperkirakan akan mempengaruhi sentimen pasar USD/INR.

Indeks Dolar AS (DXY) saat ini diperdagangkan 0,1% lebih tinggi mendekati level 98,00, mencerminkan penguatan mata uang Amerika terhadap enam mata uang utama dunia.

Ekspektasi Kebijakan Moneter Federal Reserve

Para ekonom memproyeksikan inflasi PCE inti Amerika Serikat akan naik menjadi 2,9% dari 2,8% pada bulan Juni, dengan angka bulanan meningkat stabil 0,3%. Data ini menjadi indikator kunci yang digunakan Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Perkembangan Politik Federal Reserve

Pernyataan Dovish Gubernur Waller

Gubernur Federal Reserve Christopher Waller pada hari Kamis secara eksplisit menyatakan dukungannya terhadap pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan kebijakan bulan September. Waller juga mengindikasikan kemungkinan pemotongan suku bunga tambahan dalam tiga hingga enam bulan ke depan.

“Saatnya telah tiba untuk menggeser kebijakan ke posisi yang lebih netral,” ungkap Waller, dengan alasan melemahnya kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat.

Probabilitas Pemotongan Suku Bunga September

Berdasarkan alat CME FedWatch, terdapat probabilitas 85% bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 4,00%-4,25% dalam pertemuan kebijakan September mendatang.

Kontroversi Pemecatan Gubernur Lisa Cook

Situasi politik di sekitar Federal Reserve memanas setelah Gubernur Lisa Cook mengajukan gugatan hukum atas pemecatannya oleh Presiden Donald Trump. Sidang atas mosi tersebut dijadwalkan pada pukul 14:00 GMT hari Jumat. Para analis pasar melihat peristiwa ini sebagai upaya politisasi terhadap bank sentral Amerika Serikat.

Analisis Teknis USD/INR

Tren Jangka Pendek Tetap Bullish

Pasangan mata uang USD/INR menunjukkan momentum bullish yang kuat dengan bergerak mendekati level 88,00. Tren jangka pendek tetap positif karena harga masih berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 20 hari yang terletak di sekitar level 87,50.

Indikator Momentum

Relative Strength Index (RSI) 14-hari berhasil menembus level 60,00. Momentum bullish yang berkelanjutan akan terkonfirmasi jika RSI dapat mempertahankan posisi di atas level tersebut.

Level Support dan Resistance Kritis

Level Support:

  • Support utama terletak pada level terendah 28 Juli di sekitar 86,55

Level Resistance:

  • Resistance kritis berada pada level tertinggi 5 Agustus di sekitar 88,25

Outlook dan Kesimpulan

Pelemahan Rupiah India terhadap Dolar AS didorong oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal. Kebijakan tarif baru Amerika Serikat, arus keluar investasi asing yang berkelanjutan, dan penguatan Dolar AS secara global menjadi katalis utama pelemahan INR.

Para investor perlu memantau dengan cermat perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, khususnya inflasi PCE, serta dinamika politik di sekitar Federal Reserve yang dapat mempengaruhi arah pergerakan USD/INR dalam jangka pendek.

Previous Post Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *