Shutdown Pemerintah Guncang Pasar, Dolar AS Masih Stabil Mengejutkan
- Team
- 1
- Posted on
Dolar AS tetap stabil di tengah shutdown pemerintah AS hari ketiga. Investor menunggu data PMI Jasa ISM, prospek suku bunga The Fed, dan perkembangan pasar global.
Pasar valuta asing (valas) global bergerak hati-hati pada Kamis (2/10/2025) di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi Amerika Serikat. Dolar AS (USD) yang sempat mengalami tekanan bearish pada awal pekan, menunjukkan ketahanan dengan stabil di sekitar Indeks USD 98,00. Situasi ini muncul ketika shutdown pemerintah federal memasuki hari ketiga, sehingga investor mencari petunjuk baru dari data ekonomi yang masih tersedia.
Shutdown ini menyebabkan banyak program pemerintah terhenti sementara, termasuk rilis data penting seperti Nonfarm Payrolls (NFP) September, yang kini harus ditunda hingga anggaran kembali dipulihkan. Penundaan data ini membuat investor mengalihkan perhatian mereka ke indikator sekunder, salah satunya Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM untuk September. PMI Jasa ISM dinilai mampu memberi gambaran kondisi ekonomi AS secara keseluruhan.
Dampak Shutdown Pemerintah Terhadap Pasar
Senat tidak melakukan voting terkait anggaran pada Kamis, bertepatan dengan peringatan hari Yom Kippur. Presiden Donald Trump mengumumkan beberapa langkah penghematan, termasuk membekukan $26 miliar dana untuk negara bagian yang dikuasai Partai Demokrat, dan mengadakan pertemuan dengan Russ Vought, Kepala Kantor Manajemen dan Anggaran, untuk membahas potensi pemangkasan program federal.
Meski ketidakpastian politik cukup tinggi, pasar menunjukkan stabilitas relatif. Indeks saham berjangka AS naik tipis antara 0,2%–0,3%, sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,1%. Stabilitas ini menunjukkan bahwa investor masih menaruh kepercayaan pada ekonomi AS meski shutdown berlanjut.
Perkembangan dari Asia: Jepang dan BoJ
Dari Asia, perhatian investor tertuju pada Jepang. Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran naik ke 2,6% pada Agustus, meningkat dari 2,3% pada Juli, lebih tinggi dari ekspektasi pasar 2,4%.
Komentar Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda juga menjadi sorotan. Ia menilai risiko BoJ tertinggal dalam menghadapi inflasi masih kecil, namun tetap harus dicermati. Di sisi politik, pemilihan presiden Partai Liberal Demokrat (LDP) 2025 dijadwalkan berlangsung Sabtu ini, yang akan menentukan perdana menteri baru menggantikan Shigeru Ishiba.
Pasangan mata uang USD/JPY merespons dengan menguat tipis ke sekitar 147,50, menghentikan penurunan empat hari berturut-turut. Ini menunjukkan USD tetap diminati meski pasar global mengalami ketidakpastian tinggi.
Pergerakan Emas dan Mata Uang Eropa
Di pasar komoditas, harga emas (XAU/USD) bergerak fluktuatif pada Kamis sebelum ditutup sedikit lebih rendah. Pada Jumat pagi, emas masih kesulitan menemukan arah dan bertahan di kisaran $3.860 per troy ounce.
Mata uang Eropa juga menunjukkan pergerakan bervariasi:
-
EUR/USD melemah moderat pada Kamis, namun stabil di atas 1,1700 pada Jumat pagi. Investor menunggu rilis Indeks Harga Produsen (PPI) Agustus dari Eurostat dan pidato Christine Lagarde, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), di Amsterdam.
-
GBP/USD turun sekitar 0,3%, tertekan rebound USD di sesi Amerika. Pasangan ini tetap diperdagangkan di sekitar 1,3450 pada Jumat pagi.
Kondisi ini mencerminkan adanya ketegangan di pasar valas global, di mana dolar tetap diminati sebagai safe haven meski ada pergerakan minor di euro dan poundsterling.
Faktor Sentimen Pasar: Politik, Ekonomi, dan Kebijakan The Fed
Stabilnya dolar AS di tengah penutupan pemerintah menunjukkan USD masih dianggap sebagai aset safe haven utama. Selain itu, spekulasi mengenai arah suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor penentu pergerakan pasar.
Biasanya, jika suku bunga turun, harga komoditas akan naik dan dolar melemah, membuat USD lebih terjangkau bagi pembeli global. Dengan penundaan data NFP, setiap indikator ekonomi sekunder, termasuk PMI, atau pernyataan pejabat bank sentral bisa memicu volatilitas yang signifikan.
Investor global kini lebih berhati-hati, memperhitungkan potensi risiko dari ketidakpastian politik AS, dampak ekonomi Jepang, serta arah kebijakan moneter Eropa. Semua faktor ini mempengaruhi keputusan trading di forex, komoditas, dan obligasi pemerintah.
Pasar Global Tetap Waspada
Kondisi pasar valas global pada awal Oktober 2025 menunjukkan stabilitas yang rapuh. Dolar AS bertahan meski shutdown memasuki hari ketiga, sementara saham, obligasi, emas, dan mata uang utama lainnya bergerak terbatas.
Investor menunggu rilis data PMI Jasa ISM, perkembangan politik di AS, serta dinamika ekonomi Jepang dan Eropa. Ketidakpastian tinggi membuat volatilitas bisa meningkat sewaktu-waktu.
Secara keseluruhan, stabilnya USD di tengah tekanan politik domestik menegaskan daya tariknya sebagai safe haven. Pasar global tetap waspada, dan setiap data ekonomi utama atau pernyataan bank sentral bisa memicu pergerakan signifikan di pasar valas dan komoditas.

One thought on “Shutdown Pemerintah Guncang Pasar, Dolar AS Masih Stabil Mengejutkan”