IHSG ditutup melemah 66,16 poin atau 1,22% ke 5.373,09 pada Senin, 26 Oktober 2026. Di balik angka itu, tekanan jual terlihat luas: 542 saham turun, hanya 174 saham naik, dan 247 saham tidak berubah.

Data Perdagangan 26 Oktober
| Data | Angka |
|---|---|
| Penutupan | 5.373,09 (โ1,22%) |
| Pembukaan | 5.442,30 |
| Tertinggi | 5.453,65 |
| Terendah | 5.349,75 |
| Volume | 285,61 juta lot |
| Nilai transaksi | sekitar Rp12,6 triliun |
| Saham naik / turun / tetap | 174 / 542 / 247 |
Apa Itu Market Breadth?
Market breadth atau keluasan pasar mengukur berapa banyak saham yang ikut bergerak searah dengan indeks. Indikator ini penting karena IHSG dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar, sehingga beberapa saham besar bisa mendominasi arah indeks. Penjelasannya ada di kapitalisasi pasar dan bobot indeks.
Cara Menghitung
1. Rasio naik/turun (advance/decline ratio) 174 รท 542 = 0,32 Artinya, untuk setiap saham yang naik, ada sekitar tiga saham yang turun.
2. Selisih naik-turun (net advance) 174 โ 542 = โ368
3. Persentase saham turun 542 รท (174 + 542 + 247) = sekitar 56%
Cara Membaca
| Kondisi | Arti |
|---|---|
| Indeks turun, breadth sangat negatif | Tekanan jual luas, bukan hanya di saham besar |
| Indeks turun, breadth netral | Penurunan terpusat di beberapa saham besar |
| Indeks naik, breadth negatif | Kenaikan rapuh, ditopang segelintir saham |
| Indeks naik, breadth positif | Kenaikan sehat dan merata |
Pada 26 Oktober, indeks turun dan breadth sangat negatif. Penurunan terjadi hampir di seluruh pasar, tidak hanya di saham berkapitalisasi besar.
Konteks Penurunan
- IHSG melonjak 4,9% pada pekan sebelumnya, sehingga sebagian investor merealisasikan keuntungan.
- Pasar menunggu keputusan The Fed, ECB, dan Bank of Japan pekan ini.
- Rupiah melemah ke level terlemah sejak Juni.
Sebelumnya, analis memproyeksikan IHSG pekan ini di rentang 5.185โ5.563, seperti dibahas di proyeksi IHSG 26โ30 Oktober. Penutupan 5.373 masih berada di dalam rentang tersebut.
Kapan Breadth Berguna?
- Mengonfirmasi tren. Tren naik yang sehat biasanya diikuti banyak saham.
- Mendeteksi divergensi. Jika indeks mencetak titik tertinggi baru tetapi jumlah saham yang naik makin sedikit, kenaikan bisa melemah.
- Menilai titik jenuh. Penurunan dengan breadth yang sangat ekstrem kadang terjadi menjelang pembalikan, meski tidak selalu.
Data perdagangan harian tersedia di Bursa Efek Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa saham yang turun saat IHSG melemah 26 Oktober 2026?
Pada 26 Oktober 2026, sebanyak 542 saham turun, 174 saham naik, dan 247 saham tidak berubah, ketika IHSG turun 1,22% ke 5.373,09.
Apa itu market breadth?
Market breadth atau keluasan pasar mengukur berapa banyak saham yang bergerak searah dengan indeks, misalnya lewat rasio jumlah saham naik dibanding saham turun.
Bagaimana cara menghitung rasio advance decline?
Bagi jumlah saham yang naik dengan jumlah saham yang turun. Contoh 26 Oktober 2026: 174 dibagi 542 menghasilkan rasio sekitar 0,32.

