Proyeksi IHSG untuk pekan 2–6 November 2026 adalah konsolidasi di rentang 5.200–5.350, dengan support penting di 5.167 dan resistance di 5.350. IHSG ditutup naik 0,31% ke 5.282,31 pada 28 Oktober setelah sempat jatuh ke 5.167,33, didukung beli bersih asing sekitar Rp664 miliar. RSI harian di 29,49 menunjukkan kondisi jenuh jual yang membuka peluang pantulan, tetapi tekanan rupiah dan arus dana asing masih menjadi penentu arah.

Bagaimana Posisi IHSG Saat Ini?
| Indikator | Nilai 28 Okt 2026 |
|---|---|
| Penutupan | 5.282,31 (+0,31%) |
| Terendah intraday | 5.167,33 |
| Nilai transaksi | sekitar Rp15,9 triliun |
| Saham naik / turun / tetap | 272 / 406 / 112 |
| Net buy asing | sekitar Rp664,24 miliar |
| RSI harian | 29,49 |
Proyeksi pekan sebelumnya ada di proyeksi IHSG pekan 26–30 Oktober.
Level Teknikal Apa yang Diperhatikan?
Menurut analisis teknikal Industry.co.id:
- Resistance: 5.350, lalu 5.500, dan MA20 di sekitar 5.692.
- Support: 5.167, lalu area 5.050–5.100, dan 4.898.
- Skenario dasar: konsolidasi 5.200–5.350.
Harga masih jauh di bawah MA20, sehingga tren jangka pendek belum berbalik naik. Penutupan di atas 5.350 akan menjadi sinyal awal pemulihan.
Apa Katalis Utama Pekan Depan?

- Laporan keuangan kuartal III emiten yang batas penyampaiannya akhir Oktober, seperti dibahas di batas laporan keuangan kuartal III.
- Inflasi Oktober yang dirilis BPS pada awal November.
- Pemilu sela AS pada 3 November.
- Data tenaga kerja AS pada 6 November pukul 20.30 WIB.
- Arah rupiah, yang mencatat penutupan terlemah di sekitar Rp18.175.
- Isu MSCI yang memengaruhi arus dana asing.
Mengapa RSI 29,49 Penting?
RSI di bawah 30 menandakan pasar berada di zona jenuh jual, artinya penurunan sudah sangat cepat dan peluang pantulan meningkat. Namun, RSI rendah bukan jaminan pembalikan tren. Dalam tren turun yang kuat, RSI bisa bertahan di bawah 30 cukup lama. Konfirmasi tambahan, seperti kenaikan dengan nilai transaksi besar dan market breadth positif, dibutuhkan.
Bagaimana Peran Asing?
Net buy asing pada 28 Oktober terkonsentrasi di BBCA sekitar Rp1,17 triliun, sementara saham lain secara agregat masih dijual. Ini menunjukkan minat asing masih selektif. Pekan sebelumnya, asing sempat menjual bersih Rp651 miliar, seperti dibahas di asing jual bersih Rp651 miliar 27 Oktober. Pola keluar-masuk ini membuat IHSG berfluktuasi tajam.
Bagaimana Skenario Pekan Depan?

| Skenario | Pemicu | Area perkiraan |
|---|---|---|
| Naik | Asing kembali masuk, rupiah stabil | 5.350–5.500 |
| Konsolidasi | Data campuran | 5.200–5.350 |
| Turun | Rupiah melemah, asing keluar | 5.050–5.167 |
Sektor Apa yang Perlu Diperhatikan?
- Perbankan besar, yang menjadi sasaran beli asing dan penggerak indeks.
- Emiten berorientasi ekspor, yang diuntungkan rupiah lemah.
- Emiten dengan utang dolar besar, yang tertekan rupiah lemah.
- Saham energi dan tambang emas, yang bergantung pada harga komoditas.
Dampak rupiah terhadap sektor dibahas di rupiah lemah: saham yang untung dan yang tertekan.
Bagaimana Pengaruh Wall Street dan Bursa Asia?
IHSG juga dipengaruhi pergerakan bursa global. Pada 28 Oktober, S&P 500 naik 0,28% ke 7.743,98 dan Nasdaq 0,27%. Namun laporan keuangan Alphabet yang mengecewakan memicu penurunan sahamnya sekitar 10% setelah jam bursa, yang dapat memengaruhi sentimen teknologi di Asia. Investor perlu memantau bursa Asia pada pagi hari sebagai petunjuk arah pembukaan IHSG.
Apa Arti Nilai Transaksi bagi Pantulan IHSG?
Pantulan yang kuat biasanya disertai nilai transaksi besar. Nilai transaksi sekitar Rp15,9 triliun pada 28 Oktober tergolong cukup aktif. Jika IHSG naik dengan nilai transaksi yang terus meningkat dan lebih banyak saham naik, peluang pemulihan menjadi lebih meyakinkan.
Bagaimana Strategi Investor Ritel?
- Hindari membeli seluruh dana sekaligus; gunakan pembelian bertahap.
- Fokus pada saham berfundamental kuat dengan likuiditas tinggi.
- Tetapkan batas kerugian untuk posisi jangka pendek.
- Perhatikan aturan auto rejection yang berlaku, seperti dibahas di aturan ARB baru BEI.
Apa Kesimpulannya?
IHSG berada di area jenuh jual dengan peluang pantulan, tetapi belum ada konfirmasi pembalikan tren. Selama 5.167 bertahan, skenario konsolidasi menjadi yang paling mungkin. Penembusan 5.350 dengan nilai transaksi besar akan memperkuat peluang pemulihan menuju 5.500.
Investor jangka panjang dapat memanfaatkan fase konsolidasi untuk mengevaluasi portofolio dan menyiapkan daftar saham berkualitas yang akan dibeli bertahap.
Data resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia dan laporan keuangan emiten di IDX Laporan Keuangan.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana pengaruh Wall Street terhadap IHSG?
Pergerakan bursa AS dan laporan keuangan perusahaan teknologi besar memengaruhi sentimen Asia, termasuk arah pembukaan IHSG.
Berapa proyeksi IHSG pekan 2–6 November 2026?
Skenario dasar adalah konsolidasi di rentang 5.200–5.350, dengan support 5.167 dan resistance 5.350.
Berapa penutupan IHSG pada 28 Oktober 2026?
IHSG ditutup naik 0,31% ke 5.282,31 setelah sempat turun ke 5.167,33.
Apa arti RSI IHSG 29,49?
RSI di bawah 30 menandakan jenuh jual dan peluang pantulan, tetapi belum menjamin pembalikan tren.
Apa katalis utama IHSG pekan depan?
Laporan keuangan kuartal III, inflasi Oktober, pemilu sela AS, data tenaga kerja AS, rupiah, dan isu MSCI.
Berapa resistance IHSG berikutnya?
Resistance di 5.350, lalu 5.500, dan MA20 di sekitar 5.692.

