HSC (High Shareholding Concentration) adalah penanda yang diberikan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan KSEI untuk saham yang kepemilikannya sangat terkonsentrasi pada sedikit pemegang saham. Aturan ini mulai berlaku pada 2 April 2026 berdasarkan keputusan bersama BEI dan KSEI.
Status HSC tidak berarti emiten melanggar aturan. Penanda ini berfungsi sebagai informasi bagi investor tentang potensi risiko likuiditas dan volatilitas.

Mengapa Konsentrasi Kepemilikan Penting?
Jika sebagian besar saham dipegang segelintir pihak, jumlah saham yang benar-benar beredar di publik menjadi kecil. Akibatnya:
- Likuiditas rendah. Sulit membeli atau menjual dalam jumlah besar tanpa menggerakkan harga.
- Harga mudah bergejolak. Transaksi kecil bisa memicu kenaikan atau penurunan tajam.
- Kapitalisasi pasar bisa tampak besar padahal saham yang bisa diperdagangkan publik terbatas.
Kriteria dan Perubahan Aturan 2026
- Saham dalam daftar HSC umumnya memiliki konsentrasi kepemilikan di atas 90%.
- Sejak 14 Juli 2026, BEI juga menerapkan rasio dampak harga untuk saham berkapitalisasi besar, yang membandingkan perubahan harga dengan perputaran saham terhadap free float.
- Batas kapitalisasi untuk evaluasi tersebut kemudian diturunkan dari di atas Rp10 triliun menjadi di atas Rp5 triliun, sehingga cakupan pengawasan lebih luas.
- Daftar HSC diperbarui secara berkala, sehingga saham bisa masuk atau keluar.
Contoh Saham HSC (Agustus 2026)
| Saham | Konsentrasi kepemilikan |
|---|---|
| MPRO | 99,99% |
| DCII | 99,96% |
| BBSI | 99,95% |
| PGUN | 99,95% |
| POLU | 99,94% |
| DGWG | 97,35% |
| HATM | 96,09% |
| BBHI | 92,71% |
Daftar ini bisa berubah. Pada pertengahan Agustus 2026, jumlah saham dalam daftar HSC tercatat 56 saham, dan bertambah dalam pembaruan berikutnya.
Kaitan dengan MSCI
Salah satu isu utama dalam usulan reklasifikasi MSCI adalah keandalan data free float dan struktur kepemilikan yang kurang transparan. Selama masa konsultasi, MSCI menyatakan saham dalam kerangka HSC tetap dikecualikan. Penjelasannya di apa arti usulan MSCI.
Dampak pada IHSG
Beberapa saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi memiliki kapitalisasi pasar sangat besar, sehingga tetap berbobot besar dalam IHSG. Pergerakannya bisa sangat memengaruhi indeks, seperti dijelaskan di kapitalisasi pasar dan bobot indeks.
Tips bagi Investor Ritel
- Cek status HSC sebelum membeli saham, terutama yang harganya naik sangat cepat.
- Perhatikan likuiditas harian. Pastikan nilai transaksi cukup besar untuk keluar saat dibutuhkan.
- Batasi porsi saham berlikuiditas rendah dalam portofolio.
- Waspadai ajakan di media sosial untuk membeli saham tertentu secara bersamaan.
Daftar resmi dan pengumuman HSC dapat dicek di Bursa Efek Indonesia dan KSEI.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu saham HSC?
Saham HSC (High Shareholding Concentration) adalah saham yang kepemilikannya sangat terkonsentrasi pada sedikit pemegang saham, ditandai oleh BEI dan KSEI sejak 2 April 2026.
Apakah saham HSC berarti melanggar aturan?
Tidak. Status HSC adalah penanda informasi tentang risiko likuiditas dan volatilitas, bukan bukti pelanggaran aturan.
Apa risiko membeli saham HSC?
Risikonya antara lain likuiditas rendah sehingga sulit jual-beli dalam jumlah besar, serta harga yang mudah bergejolak tajam.

