Investor asing mencatat jual bersih saham Indonesia sekitar Rp94,87 triliun sejak awal 2026 hingga 23 Oktober. Pada pekan lalu saja, jual bersih asing mencapai sekitar Rp6,67 triliun, meski IHSG naik 4,9%.
Di sisi lain, hingga September asing justru mencatat beli bersih Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp28,8 triliun serta Rp0,78 triliun di obligasi dan sukuk korporasi.

Gambaran Arus Dana Asing
| Pasar | Arus bersih asing | Periode |
|---|---|---|
| Saham | Jual bersih Rp94,87 triliun | Hingga 23 Oktober |
| Saham | Jual bersih Rp81,04 triliun | Hingga September |
| SBN | Beli bersih Rp28,8 triliun | Hingga September |
| Obligasi dan sukuk korporasi | Beli bersih Rp0,78 triliun | Hingga September |
Mengapa Asing Keluar dari Saham?
- Isu reklasifikasi MSCI. Kemungkinan Indonesia dipindah menjadi standalone market membuat dana yang mengikuti indeks pasar berkembang berpotensi mengurangi porsi saham Indonesia. Penjelasannya di MSCI standalone market.
- Rupiah melemah, yang menggerus imbal hasil dalam dolar.
- Suku bunga global naik, sehingga investor cenderung mengurangi aset berisiko di negara berkembang.
Mengapa Asing Masih Membeli SBN?
- Imbal hasil tinggi. Yield SBN 10 tahun berada di atas 7% pada Oktober 2026.
- Penghasilan tetap lebih menarik saat pasar saham bergejolak.
- Risiko kredit pemerintah dinilai lebih rendah dibanding risiko pasar saham.
Namun minat asing di SBN juga perlu dipantau. Lelang SUN di akhir kuartal III mencatat penawaran Rp42,86 triliun, terendah dalam setahun.
Dampak ke Pasar
IHSG: Kenaikan IHSG pekan lalu lebih ditopang investor domestik, termasuk program buyback dan masuknya Danantara. Tanpa dukungan asing, kenaikan lanjutan bisa terbatas. Proyeksinya di proyeksi IHSG 26โ30 Oktober.
Rupiah: Arus keluar dari saham menambah permintaan dolar, sementara arus masuk ke SBN sedikit mengimbanginya. Cadangan devisa yang turun ke US$146,3 miliar mencerminkan kebutuhan stabilisasi, seperti dibahas di cadangan devisa September 2026.
Apa yang Perlu Dipantau Investor Ritel?
- Data aliran dana asing harian yang dipublikasikan BEI dan media.
- Perkembangan konsultasi MSCI.
- Keputusan The Fed dan arah yield US Treasury.
- Saham berkapitalisasi besar yang banyak dimiliki asing, karena paling terdampak arus dana. Lihat bobot kapitalisasi pasar dalam IHSG.
Data kepemilikan SBN oleh asing tersedia di DJPPR Kementerian Keuangan.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa jual bersih asing di saham Indonesia 2026?
Investor asing mencatat jual bersih saham sekitar Rp94,87 triliun sejak awal 2026 hingga 23 Oktober, termasuk sekitar Rp6,67 triliun pada pekan 19โ23 Oktober.
Apakah asing juga keluar dari SBN?
Tidak. Hingga September 2026, asing justru mencatat beli bersih SBN sekitar Rp28,8 triliun, didorong imbal hasil SBN yang tinggi.
Kenapa asing menjual saham Indonesia?
Faktor utamanya adalah isu reklasifikasi MSCI, pelemahan rupiah, dan kenaikan suku bunga global yang membuat investor mengurangi aset berisiko.

