Thu, 29 Oct 2026 ยท 08:21
Radar Finansial, Arahkan Investasi Anda
Indeks & Saham

Market Breadth IHSG 26 Oktober 2026: 542 Saham Turun vs 174 Naik, Cara Membaca Luasnya Tekanan Jual

โœ๏ธ Team ๐Ÿ“… October 27, 2026 ๐Ÿ‘ 5 views

IHSG ditutup melemah 66,16 poin atau 1,22% ke 5.373,09 pada Senin, 26 Oktober 2026. Di balik angka itu, tekanan jual terlihat luas: 542 saham turun, hanya 174 saham naik, dan 247 saham tidak berubah.

Fakta kunci: Market Breadth IHSG 26 Oktober 2026: 542 Saham Turun vs 174 Naik, Cara Membaca Luasnya Tekanan Jual
Jumlah saham naik, turun, dan tidak berubah pada 26 Oktober 2026.

Data Perdagangan 26 Oktober

DataAngka
Penutupan5.373,09 (โˆ’1,22%)
Pembukaan5.442,30
Tertinggi5.453,65
Terendah5.349,75
Volume285,61 juta lot
Nilai transaksisekitar Rp12,6 triliun
Saham naik / turun / tetap174 / 542 / 247

Apa Itu Market Breadth?

Market breadth atau keluasan pasar mengukur berapa banyak saham yang ikut bergerak searah dengan indeks. Indikator ini penting karena IHSG dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar, sehingga beberapa saham besar bisa mendominasi arah indeks. Penjelasannya ada di kapitalisasi pasar dan bobot indeks.

Cara Menghitung

1. Rasio naik/turun (advance/decline ratio) 174 รท 542 = 0,32 Artinya, untuk setiap saham yang naik, ada sekitar tiga saham yang turun.

2. Selisih naik-turun (net advance) 174 โˆ’ 542 = โˆ’368

3. Persentase saham turun 542 รท (174 + 542 + 247) = sekitar 56%

Cara Membaca

KondisiArti
Indeks turun, breadth sangat negatifTekanan jual luas, bukan hanya di saham besar
Indeks turun, breadth netralPenurunan terpusat di beberapa saham besar
Indeks naik, breadth negatifKenaikan rapuh, ditopang segelintir saham
Indeks naik, breadth positifKenaikan sehat dan merata

Pada 26 Oktober, indeks turun dan breadth sangat negatif. Penurunan terjadi hampir di seluruh pasar, tidak hanya di saham berkapitalisasi besar.

Konteks Penurunan

  • IHSG melonjak 4,9% pada pekan sebelumnya, sehingga sebagian investor merealisasikan keuntungan.
  • Pasar menunggu keputusan The Fed, ECB, dan Bank of Japan pekan ini.
  • Rupiah melemah ke level terlemah sejak Juni.

Sebelumnya, analis memproyeksikan IHSG pekan ini di rentang 5.185โ€“5.563, seperti dibahas di proyeksi IHSG 26โ€“30 Oktober. Penutupan 5.373 masih berada di dalam rentang tersebut.

Kapan Breadth Berguna?

  1. Mengonfirmasi tren. Tren naik yang sehat biasanya diikuti banyak saham.
  2. Mendeteksi divergensi. Jika indeks mencetak titik tertinggi baru tetapi jumlah saham yang naik makin sedikit, kenaikan bisa melemah.
  3. Menilai titik jenuh. Penurunan dengan breadth yang sangat ekstrem kadang terjadi menjelang pembalikan, meski tidak selalu.

Data perdagangan harian tersedia di Bursa Efek Indonesia.

Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa saham yang turun saat IHSG melemah 26 Oktober 2026?

Pada 26 Oktober 2026, sebanyak 542 saham turun, 174 saham naik, dan 247 saham tidak berubah, ketika IHSG turun 1,22% ke 5.373,09.

Apa itu market breadth?

Market breadth atau keluasan pasar mengukur berapa banyak saham yang bergerak searah dengan indeks, misalnya lewat rasio jumlah saham naik dibanding saham turun.

Bagaimana cara menghitung rasio advance decline?

Bagi jumlah saham yang naik dengan jumlah saham yang turun. Contoh 26 Oktober 2026: 174 dibagi 542 menghasilkan rasio sekitar 0,32.

Team
Tim Redaksi RupiahRadar