Thu, 29 Oct 2026 ยท 09:40
Radar Finansial, Arahkan Investasi Anda
Pasar Forex

Tiga Skenario Keputusan FOMC 28 Oktober 2026 dan Dampaknya ke Rupiah: Tahan Netral, Tahan Hawkish, atau Kejutan Kenaikan

โœ๏ธ Team ๐Ÿ“… October 27, 2026 ๐Ÿ‘ 6 views

The Fed mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB. Suku bunga saat ini 3,75%โ€“4,00%. Menurut CME FedWatch, peluang The Fed menahan suku bunga sekitar 90%, sementara peluang kenaikan pada Desember sekitar 69%.

Bagi rupiah, yang penting bukan hanya keputusannya, tetapi juga pesan tentang langkah berikutnya.

Fakta kunci: Tiga Skenario Keputusan FOMC 28 Oktober 2026 dan Dampaknya ke Rupiah: Tahan Netral, Tahan Hawkish, atau Kejutan Kenaikan
Tiga skenario keputusan FOMC dan perkiraan dampaknya ke rupiah.

Skenario 1: Tahan dengan Nada Netral

Gambaran: The Fed menahan suku bunga dan tidak memberi sinyal kuat untuk Desember. Ketua The Fed Kevin Warsh menekankan keputusan bergantung pada data.

Dampak:

  • Dolar AS cenderung melemah karena ekspektasi kenaikan Desember berkurang.
  • Yield US Treasury turun.
  • Rupiah berpeluang menguat ke bawah Rp18.000, apalagi jika harga minyak mereda.

Skenario 2: Tahan dengan Sinyal Kenaikan Desember (Paling Mungkin Menurut Pasar)

Gambaran: Suku bunga ditahan, tetapi pernyataan menunjukkan kesiapan menaikkan suku bunga pada Desember karena inflasi masih tinggi.

Dampak:

  • Dolar AS cenderung menguat terbatas.
  • Yield US Treasury naik.
  • Rupiah tetap tertekan di kisaran Rp18.050โ€“Rp18.150 atau sedikit lebih lemah.

Skenario 3: Kejutan Kenaikan 25 Basis Poin

Gambaran: The Fed menaikkan suku bunga ke 4,00%โ€“4,25% lebih cepat dari perkiraan.

Dampak:

  • Dolar AS menguat tajam.
  • Arus keluar dana dari negara berkembang meningkat.
  • Rupiah berpotensi tertekan kuat, dan BI kemungkinan meningkatkan intervensi.

Faktor Lain yang Bisa Mengubah Skenario

  1. Data PCE dan PDB AS pada 29 Oktober malam. Data inflasi yang tinggi bisa memperkuat skenario 2.
  2. Harga minyak. Brent di atas US$110 menambah tekanan pada rupiah.
  3. Arus dana asing di pasar saham dan SBN.
  4. Langkah Bank Indonesia. BI menahan BI-Rate di 5,75% dan menaikkan Deposit Facility ke 5,00% untuk menjaga daya tarik aset rupiah.

Mengapa Suku Bunga AS Memengaruhi Rupiah?

Ketika suku bunga AS naik atau diperkirakan naik, aset dolar menjadi lebih menarik. Investor cenderung memindahkan dana dari aset negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga permintaan dolar meningkat dan rupiah melemah. Konsep selisih imbal hasil ini terkait dengan carry trade.

Cara Menyikapi

  • Hindari keputusan besar menjelang pengumuman. Volatilitas bisa melonjak.
  • Perhatikan reaksi setelah konferensi pers, yang sering berbeda dari reaksi awal.
  • Gunakan kalender ekonomi untuk memantau jadwal, seperti dijelaskan di cara membaca kalender ekonomi forex.

Gambaran rupiah pekan ini dibahas di outlook rupiah 26โ€“30 Oktober. Jadwal resmi FOMC tersedia di federalreserve.gov.

Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan transaksi. Trading valas berisiko tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan keputusan FOMC Oktober 2026?

The Fed mengumumkan keputusan pada Kamis 29 Oktober 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.

Skenario FOMC mana yang paling mungkin?

Menurut harga pasar, The Fed kemungkinan besar menahan suku bunga dengan peluang sekitar 90%, tetapi peluang kenaikan Desember masih sekitar 69%, sehingga sinyal hawkish cukup mungkin.

Bagaimana kenaikan suku bunga AS memengaruhi rupiah?

Kenaikan suku bunga AS membuat aset dolar lebih menarik, sehingga dana keluar dari negara berkembang, permintaan dolar meningkat, dan rupiah cenderung melemah.

Team
Tim Redaksi RupiahRadar