Rupiah menutup perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, di level Rp18.060 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah 38 poin atau 0,21% dibanding penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 1,12% pada hari yang sama.
Sejak pagi, rupiah memang sudah tertekan. Rupiah dibuka di kisaran Rp18.022 dan terus bergerak melemah hingga sore hari.

Dua Penekan Utama
1. Lonjakan harga minyak mentah. Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menyebut tekanan terhadap rupiah kian berat akibat naiknya harga minyak dunia. Pasar khawatir ketegangan di Timur Tengah meningkat, termasuk laporan bahwa AS dan Israel mungkin menyiapkan aksi militer terhadap Iran. Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia membutuhkan lebih banyak dolar saat harga minyak naik.
2. Jual bersih investor asing. Investor asing masih melepas aset di pasar domestik, meskipun sejumlah indikator sentimen dalam negeri membaik. Sepanjang 2026 hingga 16 Oktober, asing tercatat menjual bersih saham Indonesia sekitar Rp88,19 triliun. Konteksnya dibahas di apa arti usulan MSCI soal standalone market.
Mata Uang Asia Mayoritas Melemah
Rupiah tidak sendirian. Sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap dolar AS pada hari yang sama:
| Mata uang | Perubahan |
|---|---|
| Yen Jepang | +0,59% |
| Dolar Hong Kong | +0,07% |
| Dolar Singapura | +0,05% |
| Yuan China | +0,02% |
| Ringgit Malaysia | โ0,03% |
| Baht Thailand | โ0,20% |
| Rupiah | โ0,21% |
| Peso Filipina | โ0,28% |
| Dolar Taiwan | โ0,37% |
| Rupee India | โ0,37% |
Yen menjadi satu-satunya mata uang yang menguat cukup signifikan, mencerminkan perannya sebagai aset aman saat ketegangan geopolitik meningkat.
Rupiah Sepanjang 2026
Pada akhir 2025, rupiah berada di sekitar Rp16.675 per dolar AS. Dengan penutupan di Rp18.060, rupiah sudah melemah sekitar 8% sepanjang tahun ini. Rekor penutupan terlemah 2026 tercatat di Rp18.175 pada 8 Juni. Perjalanan lengkapnya ada di perjalanan rupiah sepanjang 2026.
Proyeksi Berikutnya
Lukman Leong memperkirakan rupiah akan berkonsolidasi di kisaran Rp17.900โRp18.000 per dolar AS pada perdagangan berikutnya. Karena tidak ada data ekonomi penting yang dijadwalkan pekan ini, pelaku pasar akan mencermati perkembangan Timur Tengah dan sentimen pasar saham.
Pekan depan, fokus beralih ke rapat The Fed pada 27โ28 Oktober. Cara membaca jadwal rilis data dan agenda penting dijelaskan di cara membaca kalender ekonomi.
Upaya Stabilisasi BI
Bank Indonesia sebelumnya menaikkan insentif lindung nilai DNDF untuk menarik aliran modal asing. Instrumen ini dijelaskan di apa itu NDF dan DNDF.
Kurs referensi resmi rupiah dapat dipantau melalui JISDOR Bank Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan transaksi. Trading valas berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kurs rupiah ditutup pada 22 Oktober 2026?
Rupiah ditutup di Rp18.060 per dolar AS pada 22 Oktober 2026, melemah 38 poin atau 0,21%.
Kenapa rupiah melemah pada 22 Oktober 2026?
Rupiah tertekan lonjakan harga minyak dunia akibat kekhawatiran eskalasi di Timur Tengah serta aksi jual bersih investor asing di pasar domestik.
Berapa proyeksi rupiah berikutnya?
Lukman Leong dari Doo Financial Futures memperkirakan rupiah berkonsolidasi di kisaran Rp17.900โRp18.000 per dolar AS.

