Rupiah menghadapi tahun yang berat. Pada akhir 2025, rupiah berada di sekitar Rp16.675 per dolar AS. Hingga penutupan 22 Oktober 2026 di Rp18.060, rupiah telah melemah sekitar 8,3%.
Pelemahan ini tidak terjadi dalam satu langkah, melainkan melalui beberapa gelombang tekanan.

Titik-Titik Penting
| Waktu | Kurs (Rp/US$) | Catatan |
|---|---|---|
| Akhir 2025 | 16.675 | Titik awal tahun |
| 8 Juni 2026 | 18.175 | Rekor penutupan terlemah 2026 |
| 15 Oktober 2026 | 17.945 | Tekanan usai data inflasi AS |
| 20 Oktober 2026 | 17.979 | Pasar pulih sebagian setelah guncangan MSCI |
| 22 Oktober 2026 | 18.060 | Tertekan minyak dan jual bersih asing |
Data harian terbaru dibahas di rupiah ditutup Rp18.060.
Penyebab Tekanan
1. Suku bunga AS tinggi. The Fed menaikkan suku bunga ke 3,75%โ4,00% pada September 2026, kenaikan pertama sejak Juli 2023. Imbal hasil US Treasury 10 tahun bertahan di atas 5%, menarik dana global ke aset dolar.
2. Harga minyak melonjak. Ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak Brent mendekati US$110 per barel. Sebagai importir minyak, Indonesia membutuhkan lebih banyak dolar.
3. Arus keluar dana asing. Asing mencatat jual bersih saham Indonesia sekitar Rp88,19 triliun sepanjang 2026 hingga 16 Oktober. Tekanan memuncak setelah MSCI mengusulkan reklasifikasi Indonesia, seperti dijelaskan di apa arti usulan MSCI.
Respons Kebijakan
- Bank Indonesia menahan BI-Rate 5,75% pada Oktober 2026, menaikkan suku bunga Deposit Facility ke 5%, dan memperbesar insentif lindung nilai DNDF. Penjelasan DNDF ada di apa itu NDF dan DNDF.
- Intervensi valas melalui pasar spot, DNDF, dan NDF luar negeri.
- Cadangan devisa tercatat US$146,3 miliar pada akhir September 2026, menjadi bantalan untuk stabilisasi.
Dampak Pelemahan Rupiah
| Pihak | Dampak |
|---|---|
| Importir & industri berbahan baku impor | Biaya naik |
| Eksportir | Pendapatan dalam rupiah naik |
| Pemerintah | Beban subsidi energi dan utang valas naik |
| Konsumen | Harga barang impor dan BBM nonsubsidi berpotensi naik |
| Investor asing | Imbal hasil aset rupiah tergerus |
Bagi rumah tangga, pelemahan rupiah dapat memengaruhi daya beli melalui inflasi barang impor. Cara menghitung dampaknya ke nilai uang dijelaskan di cara menghitung nilai riil uang.
Sisi Positif yang Sering Terlupa
Rupiah yang lebih lemah membuat produk Indonesia lebih kompetitif di pasar global. Ini sejalan dengan data PMI manufaktur September 2026 yang menunjukkan pesanan ekspor tumbuh tercepat sejak Mei 2022. Lihat PMI manufaktur September 2026.
Ke Depan
Arah rupiah dalam beberapa pekan ke depan akan sangat dipengaruhi keputusan The Fed pada 27โ28 Oktober, perkembangan harga minyak, dan arus dana asing terkait isu MSCI.
Kurs referensi resmi dapat dipantau di JISDOR Bank Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa pelemahan rupiah sepanjang 2026?
Rupiah melemah sekitar 8,3%, dari sekitar Rp16.675 per dolar AS pada akhir 2025 menjadi Rp18.060 pada penutupan 22 Oktober 2026.
Kapan rupiah mencapai level terlemah pada 2026?
Rekor penutupan terlemah rupiah pada 2026 tercatat Rp18.175 per dolar AS pada 8 Juni 2026.
Apa penyebab rupiah melemah pada 2026?
Penyebab utamanya adalah suku bunga AS yang tinggi, lonjakan harga minyak akibat ketegangan Timur Tengah, dan arus keluar dana asing, terutama setelah usulan reklasifikasi MSCI.

