Thu, 29 Oct 2026 ยท 09:39
Radar Finansial, Arahkan Investasi Anda
Ekonomi

PMI Manufaktur Indonesia Melonjak ke 52,4 pada September 2026, Ekspansi Terkuat sejak Februari

โœ๏ธ Team ๐Ÿ“… October 27, 2026 ๐Ÿ‘ 6 views

Sektor manufaktur Indonesia kembali berekspansi. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia versi S&P Global naik tajam ke 52,4 pada September 2026, dari 49,8 pada Agustus. Kenaikan 2,6 poin ini membawa PMI kembali ke atas batas 50, yang menandakan ekspansi.

Trevor Balchin, ekonom S&P Global Market Intelligence, menyebut capaian ini sebagai perbaikan terkuat sejak Februari.

Fakta kunci: PMI Manufaktur Indonesia Melonjak ke 52,4 pada September 2026, Ekspansi Terkuat sejak Februari
PMI manufaktur Indonesia Agustusโ€“September 2026.

Rincian Komponen

  • Pesanan baru naik dengan laju tercepat sejak Februari, menandakan permintaan yang menguat.
  • Output produksi tumbuh paling cepat sejak Februari, didukung permintaan pelanggan, proyek baru, dan perluasan jenis produk.
  • Pesanan ekspor naik untuk bulan kedua berturut-turut, dengan laju tercepat sejak Mei 2022.
  • Tenaga kerja bertambah untuk menangani beban kerja yang meningkat.
  • Tekanan harga input dan output sedikit mereda.

Empat Pendorong Menurut Menkeu

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut empat faktor pendorong kenaikan PMI:

  1. Permintaan domestik yang lebih kuat, termasuk untuk pesanan ekspor.
  2. Penyerapan tenaga kerja yang kembali meningkat dan bertambahnya pesanan yang belum terselesaikan.
  3. Pembelian dan penumpukan bahan baku karena perusahaan memperkirakan produksi dan permintaan akan naik.
  4. Tekanan harga yang mereda, yang menjadi pertimbangan dalam keputusan produksi dan pembelian.

Secara global, sekitar 75% negara mencatat PMI di atas 50 pada akhir September.

Cara Membaca PMI

PMI disusun dari survei kepada manajer pembelian di perusahaan manufaktur. Responden menilai apakah kondisi membaik, memburuk, atau tetap dibanding bulan sebelumnya pada sejumlah komponen.

Nilai PMIArti
Di atas 50Ekspansi (membaik)
50Tidak berubah
Di bawah 50Kontraksi (memburuk)

PMI menjadi indikator awal karena dirilis di awal bulan, lebih cepat dibanding data produksi industri atau PDB. Cara membaca data seperti ini di kalender ekonomi dijelaskan di cara membaca kalender ekonomi.

Kontras dengan Kondisi Pasar

Kabar baik dari sektor riil ini muncul di tengah tekanan di pasar keuangan. Rupiah melemah ke sekitar Rp18.060 per dolar AS, dan IHSG sempat anjlok tajam setelah usulan reklasifikasi MSCI. Artinya, kondisi sektor riil dan sentimen pasar keuangan bisa bergerak tidak searah. Lihat perjalanan rupiah sepanjang 2026.

Pelemahan rupiah juga memiliki dua sisi bagi manufaktur: menguntungkan eksportir, tetapi menaikkan biaya bahan baku impor.

Kebijakan Pendukung

Pada RDG Oktober 2026, Bank Indonesia memangkas Giro Wajib Minimum dan memperpanjang relaksasi kredit properti dan kendaraan, yang diharapkan mendukung permintaan domestik. Rinciannya di relaksasi LTV dan uang muka 0% diperpanjang.

Yang Perlu Dipantau

  • PMI Oktober, yang dirilis awal November, untuk melihat apakah ekspansi berlanjut.
  • Harga minyak dan bahan baku, yang memengaruhi biaya produksi.
  • Permintaan ekspor, terutama dari mitra dagang utama.

Rilis resmi PMI tersedia di S&P Global PMI.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa PMI manufaktur Indonesia September 2026?

PMI manufaktur Indonesia versi S&P Global tercatat 52,4 pada September 2026, naik dari 49,8 pada Agustus.

Apa arti PMI di atas 50?

PMI di atas 50 menandakan sektor manufaktur berekspansi atau membaik dibanding bulan sebelumnya, sedangkan di bawah 50 menandakan kontraksi.

Apa pendorong kenaikan PMI September 2026?

Pendorongnya antara lain permintaan domestik yang menguat, pesanan ekspor yang tumbuh tercepat sejak Mei 2022, penambahan tenaga kerja, pembelian bahan baku, dan tekanan harga yang mereda.

Team
Tim Redaksi RupiahRadar