Thu, 29 Oct 2026 ยท 09:40
Radar Finansial, Arahkan Investasi Anda
Pasar Forex

Carry Trade dalam Forex: Cara Kerja, Contoh dengan Yen, dan Risiko Pembalikan Tajam

โœ๏ธ Team ๐Ÿ“… October 27, 2026 ๐Ÿ‘ 4 views

Carry trade adalah strategi di pasar valas yang memanfaatkan selisih suku bunga antarnegara. Investor meminjam atau menjual mata uang dengan suku bunga rendah, lalu menempatkan dananya pada mata uang atau aset dengan suku bunga lebih tinggi.

Keuntungan utamanya berasal dari selisih bunga tersebut, ditambah potensi keuntungan jika mata uang berbunga tinggi menguat.

Fakta kunci: Carry Trade dalam Forex: Cara Kerja, Contoh dengan Yen, dan Risiko Pembalikan Tajam
Selisih suku bunga yang mendasari carry trade.

Contoh dengan Yen

Pada Oktober 2026, suku bunga Bank of Japan 1,25%, sedangkan The Fed 3,75%โ€“4,00%. Selisihnya sekitar 2,5โ€“2,75 poin persentase.

Seorang investor bisa:

  1. Meminjam yen dengan bunga rendah.
  2. Menukarnya ke dolar AS.
  3. Menempatkan dana di instrumen dolar berbunga lebih tinggi, misalnya obligasi pemerintah AS bertenor pendek.

Selama kurs USD/JPY stabil atau naik, investor menikmati selisih bunga. Di pasar forex, strategi ini setara dengan membeli USD/JPY dan menerima swap positif atas posisi yang ditahan semalaman.

Selisih bunga yang lebar inilah salah satu alasan yen terus melemah di sekitar 158 per dolar AS, seperti yang juga pernah diulas di pound melemah terhadap yen jelang BoJ.

Hitungan Sederhana

Misalkan selisih bunga 2,5% per tahun dan posisi senilai US$100.000:

  • Imbal hasil bunga setahun โ‰ˆ US$2.500.
  • Namun jika USD/JPY turun 3%, kerugian kurs โ‰ˆ US$3.000, lebih besar dari keuntungan bunga.

Artinya, pergerakan kurs bisa menghapus keuntungan bunga dalam waktu singkat.

Risiko Utama: Unwinding

Unwinding terjadi ketika banyak investor menutup posisi carry trade secara bersamaan. Pemicunya bisa berupa:

  • Bank sentral negara berbunga rendah menaikkan suku bunga atau memberi sinyal pengetatan.
  • Intervensi pemerintah untuk memperkuat mata uangnya. Jepang melakukan intervensi besar pada 2026.
  • Kepanikan pasar global, ketika investor beralih ke aset aman.

Saat unwinding, investor membeli kembali mata uang berbunga rendah untuk melunasi pinjaman, sehingga mata uang tersebut menguat tajam dalam waktu singkat. Pergerakan ini sering disertai jatuhnya aset berisiko lainnya.

Rupiah dan Carry Trade

Dengan BI-Rate 5,75%, aset rupiah menawarkan imbal hasil yang relatif tinggi. Namun rupiah juga lebih rentan terhadap gejolak kurs. Pada 2026, rupiah melemah sekitar 8% sejak akhir 2025, sehingga keuntungan bunga bagi investor asing bisa tergerus. Inilah mengapa biaya lindung nilai menjadi penting, seperti dijelaskan di apa itu NDF dan DNDF.

Kapan Carry Trade Cenderung Berhasil?

  • Volatilitas pasar rendah.
  • Selisih suku bunga lebar dan stabil.
  • Tidak ada sinyal perubahan kebijakan mendadak.

Kapan Berisiko Tinggi?

  • Menjelang keputusan bank sentral, seperti Bank of Japan pada 30 Oktober 2026.
  • Saat ketegangan geopolitik meningkat dan investor mencari aset aman.
  • Ketika kurs sudah mendekati level yang dipantau untuk intervensi.

Jadwal agenda penting dapat dipantau melalui kalender ekonomi. Penjelasan tambahan tentang carry trade tersedia di Investopedia.

Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan transaksi. Trading valas berisiko tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu carry trade?

Carry trade adalah strategi meminjam atau menjual mata uang berbunga rendah untuk menempatkan dana pada mata uang atau aset berbunga lebih tinggi, dengan keuntungan dari selisih bunga.

Kenapa yen sering dipakai untuk carry trade?

Karena suku bunga Jepang relatif rendah. Pada Oktober 2026, suku bunga Bank of Japan 1,25%, jauh di bawah suku bunga The Fed 3,75โ€“4,00%.

Apa risiko carry trade?

Risiko utamanya adalah pergerakan kurs yang berbalik tajam, terutama saat unwinding, ketika banyak investor menutup posisi bersamaan sehingga mata uang berbunga rendah menguat cepat.

Team
Tim Redaksi RupiahRadar