Pound Inggris (GBP) berada di bawah tekanan terhadap Yen Jepang (JPY) pada perdagangan Rabu, melemah 0,22% ke kisaran 216,85 selama sesi Eropa. Pelemahan ini terjadi seiring penguatan mata uang Jepang, seiring pasar keuangan mulai memperkirakan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ) pada pertemuan kebijakan bulan depan.
Data Inflasi Jepang Perkuat Ekspektasi Pengetatan BoJ
Para analis di Scotiabank menyoroti bahwa angka inflasi Jepang bulan Juli mempertahankan tren kenaikan terbaru. Menurut mereka, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jepang bulan Juli naik menjadi 1,9% secara tahunan, sejalan dengan ekspektasi pasar, memperpanjang tren kenaikan harga yang stabil sejak Februari.
βData inflasi terbaru sedikit menambah keyakinan bahwa BoJ akan memperketat kebijakannya bulan depan, dengan kenaikan 20 basis poin tercermin dalam swap,β tulis para analis Scotiabank.
Sinyal pengetatan ini turut diperkuat oleh jajak pendapat Reuters yang dilakukan pada 17β24 Agustus dan dirilis pada hari yang sama. Survei tersebut menunjukkan 57% ekonom memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada bulan September, meningkat tajam dibandingkan jajak pendapat bulan Juli yang hanya menunjukkan 5% ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga.
Pekan ini, perhatian investor akan tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Tokyo bulan Agustus pada Jumat, yang diperkirakan turut memengaruhi ekspektasi suku bunga BoJ ke depan. IHK Tokyo non Makanan Segar diproyeksikan tumbuh 1,7% secara tahunan, melambat dibandingkan pembacaan Juli sebesar 1,9%.
Baca juga, Inflasi AS Melandai di Juni 2026, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Juli Menyusut
Pound Inggris Bergerak Beragam, Pasar Tunggu Sinyal BoE
Sementara itu, Pound Inggris mencatat kinerja yang beragam terhadap mata uang lainnya sepanjang sesi Eropa. Ke depan, pergerakan mata uang Inggris akan lebih banyak dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Bank of England (BoE).

