Wed, 26 Aug 2026 Β· 09:03
Radar Finansial, Arahkan Investasi Anda
Pasar Forex

Indeks Dolar AS Tertahan di Bawah SMA 200-Hari, Tekanan Jual Masih Dominan

✍️ Team πŸ“… August 26, 2026 πŸ‘ 4 views

Indeks Dolar AS (DXY) mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Rabu, melanjutkan upaya pemulihan ringan dari level tertinggi tiga bulan yang sempat disentuh pekan lalu. Meski demikian, penguatan tersebut belum mampu menembus Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang berada sedikit di atas level 99,00, sehingga struktur bearish yang lebih luas pada Dolar AS tetap terjaga.

Volatilitas pasar tercatat masih rendah sepanjang pekan ini, seiring investor menanti rilis data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) Amerika Serikat pada Rabu malam, serta pertemuan Jackson Hole yang berlangsung akhir pekan ini, sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan investasi terkait Dolar AS.

BNY: Eksposur Dolar AS Global Mulai Stabil

Para ahli strategi di BNY mencatat bahwa secara keseluruhan, eksposur terhadap Dolar AS telah stabil. Pembaruan mingguan terbaru pada posisi aset bersih AS lintas batas menunjukkan bahwa investor yang berdomisili di luar AS tidak lagi terus mendorong untuk mengurangi eksposur mereka lebih lanjut.

β€œHedge Valas secara langsung, yang diukur melalui kepemilikan dolar lintas batas, sebagian besar tidak berubah selama dua minggu terakhir,” tulis para ahli strategi BNY.

Ke depan, BNY menyarankan investor untuk memantau arus kas dolar, lindung nilai Valas, ekspektasi inflasi, dan data ekonomi AS. Mereka memperingatkan bahwa penurunan berkelanjutan pada seluruh sinyal tersebut akan mengonfirmasi pergeseran dari diversifikasi taktis menjadi pengurangan eksposur AS secara struktural.

Baca juga, EUR/USD Bertahan di Atas 1,1600, Pasar Tunggu Data PCE AS untuk Arah Baru

Analisis Teknis: Pembeli Perlu Menembus SMA 200-Hari

Chart Analysis Dollar Index Spot

Secara teknikal, Indeks Dolar tengah berupaya memantul dari level terendah tiga bulan, namun upaya kenaikan tetap dibatasi di bawah SMA 200-hari pada level 99,15, yang menjaga tren bearish tetap berlaku. Indikator momentum turut mengonfirmasi kondisi ini, dengan Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di sekitar level 34, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di bawah nol, mengisyaratkan momentum bearish yang mulai memudar namun belum menunjukkan pembalikan arah yang jelas.

Penembusan yang jelas di atas SMA 200-hari serta area support sebelumnya di kisaran 99,25–99,40 berpotensi meningkatkan kepercayaan pembeli, sekaligus mengalihkan fokus pasar ke level tertinggi 18 dan 19 Agustus di area 99,70.

Di sisi negatif, tekanan jual dibatasi di atas level terendah akhir Mei di area 98,70. Apabila terjadi reaksi bearish di bawah level tersebut, fokus pasar berpotensi beralih ke level terendah Mei di area 97,65.

Team
Tim Redaksi RupiahRadar