RSI (Relative Strength Index) adalah indikator yang mengukur kecepatan dan besarnya perubahan harga dalam skala 0โ100; nilai di bawah 30 disebut jenuh jual dan di atas 70 jenuh beli. Pada 28 Oktober 2026, RSI harian IHSG berada di 29,49, masuk zona jenuh jual. Artinya, penurunan sudah sangat cepat dan peluang pantulan meningkat. Namun RSI rendah bukan jaminan harga akan naik, karena dalam tren turun yang kuat RSI bisa bertahan di zona jenuh jual cukup lama.

Bagaimana RSI Dihitung?
RSI standar memakai 14 periode. Rumus sederhananya:
- Hitung rata-rata kenaikan dan rata-rata penurunan selama 14 periode.
- RS = rata-rata kenaikan รท rata-rata penurunan.
- RSI = 100 โ (100 รท (1 + RS)).
Semakin besar porsi kenaikan dibanding penurunan, semakin tinggi RSI. Sebaliknya, rangkaian penurunan tajam membuat RSI turun mendekati nol.
Beberapa trader memakai batas 20 dan 80 untuk pasar yang sangat bergejolak, agar sinyal jenuh jual dan jenuh beli lebih jarang tetapi lebih kuat.
Apa Arti Setiap Zona RSI?

| RSI | Kondisi | Cara membaca |
|---|---|---|
| Di atas 70 | Jenuh beli | Kenaikan sangat cepat, waspada koreksi |
| 50โ70 | Momentum naik | Tren cenderung naik |
| 30โ50 | Momentum turun | Tren cenderung turun |
| Di bawah 30 | Jenuh jual | Penurunan sangat cepat, peluang pantulan |
Bagaimana Kondisi IHSG Saat Ini?
IHSG ditutup di 5.282,31 pada 28 Oktober setelah sempat menyentuh 5.167,33. RSI 29,49 menunjukkan tekanan jual yang sangat kuat dalam beberapa pekan terakhir. Harga juga jauh di bawah MA20 di sekitar 5.692. Proyeksi lengkap pekan depan ada di proyeksi IHSG pekan 2โ6 November.
Mengapa Jenuh Jual Bukan Sinyal Beli Otomatis?
- Tren kuat bisa berlanjut. Dalam tren turun tajam, RSI dapat bertahan di bawah 30 berhari-hari.
- Faktor fundamental. Pelemahan rupiah dan arus dana asing bisa terus menekan harga.
- Pantulan bisa singkat. Harga bisa naik sebentar lalu kembali turun.
Apa Itu Divergensi RSI?

Divergensi bullish terjadi ketika harga membuat titik terendah baru, tetapi RSI membuat titik terendah yang lebih tinggi. Ini menandakan momentum penurunan melemah dan sering mendahului pembalikan. Divergensi bearish adalah kebalikannya pada tren naik. Divergensi biasanya lebih bermakna dibanding sekadar RSI di bawah 30.
Konfirmasi Apa yang Dibutuhkan?
- Nilai transaksi besar saat harga naik, menandakan minat beli nyata.
- Market breadth positif, yaitu lebih banyak saham naik daripada turun. Pada 28 Oktober, breadth masih negatif dengan 272 saham naik dan 406 turun. Cara membacanya ada di market breadth IHSG.
- Penembusan resistance, misalnya penutupan di atas 5.350.
- Arus dana asing yang konsisten masuk.
Bagaimana Memakai RSI pada Saham Individu?
RSI dapat dipakai pada saham individu dengan cara yang sama. Namun, saham berkapitalisasi kecil cenderung lebih bergejolak, sehingga RSI bisa bergerak ekstrem lebih sering. Untuk saham besar yang memengaruhi indeks, RSI memberi gambaran momentum yang lebih stabil. Pengaruh saham besar terhadap indeks dijelaskan di kapitalisasi pasar dan bobot indeks.
Bagaimana RSI pada Timeframe Mingguan?
RSI mingguan bergerak lebih lambat dan memberi gambaran tren jangka menengah. Jika RSI harian di bawah 30 tetapi RSI mingguan masih di atas 40, penurunan bisa dianggap koreksi dalam tren yang lebih besar. Sebaliknya, jika RSI mingguan juga di bawah 30, tekanan jual bersifat lebih luas dan pemulihan bisa membutuhkan waktu lebih lama.
Bisakah RSI Dipakai Bersama Indikator Lain?
RSI sering dipadukan dengan rata-rata bergerak untuk melihat tren, serta dengan level support dan resistance untuk menentukan area masuk. Misalnya, pantulan dari support 5.167 yang disertai divergensi bullish RSI memberi sinyal yang lebih kuat dibanding RSI rendah saja.
Apa Kesalahan Umum dalam Memakai RSI?
- Membeli hanya karena RSI di bawah 30 tanpa konfirmasi.
- Menjual hanya karena RSI di atas 70 saat tren naik masih kuat.
- Mengabaikan timeframe: RSI harian dan mingguan bisa memberi sinyal berbeda.
- Memakai RSI sendirian tanpa melihat level support-resistance dan fundamental.
Apa Kesimpulannya?
RSI IHSG di 29,49 adalah tanda bahwa tekanan jual sudah ekstrem, bukan kepastian bahwa dasar sudah terbentuk. Gabungkan RSI dengan divergensi, nilai transaksi, market breadth, dan level teknikal untuk keputusan yang lebih baik.
Latihan terbaik adalah menandai sinyal RSI di grafik historis IHSG dan mencatat apa yang terjadi sesudahnya, sehingga Anda memahami perilaku indikator ini pada pasar Indonesia.
Penjelasan indikator tersedia di Investopedia dan data indeks di Bursa Efek Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana membaca RSI mingguan?
RSI mingguan bergerak lebih lambat dan menunjukkan tren jangka menengah; jika juga di bawah 30, tekanan jual bersifat lebih luas.
Apa itu RSI?
Relative Strength Index, indikator yang mengukur kecepatan dan besarnya perubahan harga dalam skala 0โ100.
Berapa RSI IHSG pada 28 Oktober 2026?
RSI harian IHSG berada di 29,49, masuk zona jenuh jual.
Apakah RSI di bawah 30 berarti waktunya membeli?
Tidak otomatis. Jenuh jual menandakan peluang pantulan, tetapi tren turun bisa berlanjut tanpa konfirmasi tambahan.
Apa itu divergensi bullish RSI?
Kondisi ketika harga membuat titik terendah baru tetapi RSI membuat titik terendah lebih tinggi, menandakan momentum penurunan melemah.
Berapa periode RSI standar?
Periode standar RSI adalah 14, baik untuk grafik harian maupun timeframe lain.

