Sejumlah emiten BUMN tengah menjalankan program pembelian kembali saham (buyback) di tengah tekanan pasar saham Indonesia. Bersamaan dengan masuknya Danantara ke pasar, buyback ini menjadi salah satu penopang penguatan IHSG pada 22 Oktober 2026.

Rincian Program Buyback
| Emiten | Nilai | Periode | Catatan |
|---|---|---|---|
| Telkom Indonesia (TLKM) | Hingga Rp4 triliun | Disetujui Juni 2026 | Akan dipercepat; sisa >Rp3 triliun per 19 Okt |
| Bank Mandiri (BMRI) | ยฑRp1,17 triliun | 30 Apr 2026 โ 29 Apr 2027 | Berjalan |
| BNI (BBNI) | Rp627 miliar | 27 Jul โ 26 Okt 2026 | Mendekati akhir periode |
Penguatan saham-saham ini pada 22 Oktober dibahas di IHSG ditutup naik 1,12%.
Bagaimana Buyback Bekerja?
Dalam buyback, perusahaan menggunakan kas untuk membeli sahamnya sendiri dari pasar. Saham yang dibeli menjadi saham treasuri yang dapat disimpan, dijual kembali, atau dalam kondisi tertentu ditarik.
Efek bagi pemegang saham:
- Permintaan tambahan di pasar. Pembelian oleh emiten menambah permintaan, sehingga dapat menahan penurunan harga.
- Laba per saham (EPS) meningkat. Jumlah saham beredar berkurang, sehingga laba dibagi ke lebih sedikit saham.
- Sinyal kepercayaan. Manajemen menilai harga saham saat ini lebih rendah dari nilai wajarnya.
Contoh sederhana: perusahaan dengan laba Rp10 triliun dan 100 miliar saham memiliki EPS Rp100. Jika 2% saham dibeli kembali, saham beredar menjadi 98 miliar dan EPS naik menjadi sekitar Rp102, dengan laba yang sama.
Buyback Tanpa RUPS
Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, OJK membolehkan emiten melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS terlebih dahulu. Kebijakan ini mempercepat respons emiten saat harga saham turun tajam.
Perlu Dicermati Investor
- Nilai buyback dibanding kapitalisasi pasar. Buyback Rp1 triliun relatif kecil untuk emiten berkapitalisasi ratusan triliun. Dampaknya lebih bersifat sentimen.
- Realisasi, bukan sekadar rencana. Nilai yang diumumkan adalah batas maksimal; realisasinya bisa lebih kecil.
- Penggunaan kas. Buyback mengurangi kas yang bisa dipakai untuk ekspansi atau dividen.
- Bukan pengganti fundamental. Harga jangka panjang tetap ditentukan kinerja perusahaan.
Konteks Pasar
Program buyback hadir saat pasar menghadapi tekanan dari usulan reklasifikasi MSCI dan arus keluar dana asing. Saham-saham bank BUMN termasuk yang berbobot besar dalam indeks, sehingga pergerakannya sangat memengaruhi IHSG. Mekanismenya dijelaskan di kapitalisasi pasar dan bobot indeks, sedangkan dampak MSCI dibahas di apa arti usulan MSCI.
Prospek saham-saham unggulan yang pernah diulas pada awal tahun dapat dibaca di IHSG berpeluang tembus 10.000.
Keterbukaan informasi resmi tentang buyback emiten tersedia di Bursa Efek Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa nilai buyback saham Telkom?
Telkom menyiapkan buyback hingga Rp4 triliun yang disetujui pada Juni 2026, dengan sisa dana lebih dari Rp3 triliun per 19 Oktober 2026 dan rencana untuk dipercepat.
Apa dampak buyback bagi pemegang saham?
Buyback menambah permintaan di pasar, meningkatkan laba per saham karena saham beredar berkurang, dan memberi sinyal bahwa manajemen menilai harga saham di bawah nilai wajarnya.
Apakah buyback bisa dilakukan tanpa RUPS?
Ya. Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, OJK membolehkan emiten melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS terlebih dahulu.

