Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Kamis, 22 Oktober 2026. IHSG naik 59,54 poin atau 1,12% ke level 5.387,91, setelah sempat dibuka melemah di 5.247,98 dan turun sekitar 2% pada awal perdagangan.
Level tertinggi harian tercatat di 5.422,59. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp15,31 triliun dengan volume 331,29 juta lot.

Saham BUMN Jadi Motor Penguatan
Penguatan IHSG ditopang mayoritas saham BUMN, antara lain BBRI, BMRI, TLKM, BBNI, dan ANTM, berdasarkan data Refinitiv yang dikutip CNBC Indonesia.
Sentimen utamanya datang dari Danantara. Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan Danantara mulai membeli saham sejak 21 Oktober dan akan terus membeli selama harga dinilai menarik. Managing Director Danantara, Pahala Mansury, menjelaskan Danantara akan berinvestasi melalui mitra, bukan memilih saham sendiri, dengan alokasi serupa periode sebelumnya.
Buyback Emiten BUMN
Sejumlah BUMN juga tengah menjalankan program pembelian kembali saham:
| Emiten | Nilai buyback | Periode |
|---|---|---|
| Bank Mandiri (BMRI) | ยฑRp1,17 triliun | 30 Apr 2026 โ 29 Apr 2027 |
| BNI (BBNI) | Rp627 miliar | 27 Jul โ 26 Okt 2026 |
| Telkom (TLKM) | Hingga Rp4 triliun | Disetujui Juni 2026, akan dipercepat |
Per 19 Oktober, sisa dana buyback Telkom masih lebih dari Rp3 triliun. Rincian dan dampaknya dibahas di buyback saham BUMN.
Konteks: Pemulihan Setelah Guncangan MSCI
IHSG masih dalam fase pemulihan setelah anjlok 11,57% ke 5.185,11 pada 16 Oktober 2026, saat MSCI mengusulkan reklasifikasi Indonesia menjadi standalone market. Sejak titik itu, IHSG sudah naik sekitar 3,9%. Penjelasan usulan MSCI ada di apa arti usulan MSCI soal standalone market.
Namun posisi IHSG masih jauh di bawah level awal tahun, ketika indeks sempat mendekati 9.000, seperti diulas di IHSG gagal bertahan di level 9.000.
Pergerakan Tiga Hari Terakhir
| Tanggal | Penutupan | Perubahan |
|---|---|---|
| 20 Oktober | 5.278,89 | +5,65% |
| 21 Oktober | 5.328,36 | +0,94% |
| 22 Oktober | 5.387,91 | +1,12% |
Rupiah Masih Tertekan
Berbeda dengan IHSG, rupiah justru melemah 0,21% ke Rp18.060 per dolar AS pada hari yang sama, tertekan lonjakan harga minyak dan jual bersih asing. Rinciannya di rupiah ditutup Rp18.060.
Yang Perlu Dicermati
- Konsistensi pembelian Danantara dan realisasi buyback BUMN.
- Arus dana asing, yang masih cenderung keluar.
- Agenda global, terutama rapat The Fed pada 27โ28 Oktober.
- Kualitas penguatan, karena kenaikan yang hanya ditopang saham berkapitalisasi besar dapat berbalik cepat. Penjelasannya di kapitalisasi pasar dan bobot indeks.
Data perdagangan resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa IHSG ditutup pada 22 Oktober 2026?
IHSG ditutup menguat 59,54 poin atau 1,12% ke 5.387,91 pada 22 Oktober 2026, setelah sempat dibuka melemah di 5.247,98.
Apa yang mendorong IHSG naik pada 22 Oktober 2026?
Penguatan ditopang saham-saham BUMN seperti BBRI, BMRI, TLKM, BBNI, dan ANTM, setelah Danantara menyatakan mulai membeli saham sejak 21 Oktober.
Berapa nilai transaksi saham pada 22 Oktober 2026?
Nilai transaksi mencapai sekitar Rp15,31 triliun dengan volume 331,29 juta lot.

