Rupiah ditutup di Rp18.156 per dolar AS pada 27 Oktober 2026, posisi terlemah sejak Juni. Di tengah tekanan seperti ini, perhatian tertuju pada langkah Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar.

Tiga Alat Stabilisasi
| Alat | Pasar | Cara kerja |
|---|---|---|
| Intervensi spot | Pasar valas tunai | BI menjual dolar dari cadangan devisa untuk menambah pasokan |
| DNDF | Pasar derivatif domestik | BI menjual kontrak berjangka valas yang diselesaikan dalam rupiah |
| SBN sekunder | Pasar obligasi | BI membeli SBN yang dilepas investor untuk menahan kenaikan yield |
Kombinasi ketiganya sering disebut intervensi rangkap tiga (triple intervention).
Mengapa DNDF Penting?
Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) memungkinkan BI memengaruhi ekspektasi kurs tanpa menghabiskan cadangan devisa sebanyak intervensi spot, karena penyelesaiannya dalam rupiah. Penjelasan lengkap ada di apa itu NDF dan DNDF.
Peran Cadangan Devisa
Cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 sebesar US$146,3 miliar. Cadangan inilah yang menjadi amunisi intervensi spot. Rinciannya dibahas di cadangan devisa September 2026.
Apa yang Ingin Dicapai BI?
BI umumnya menyatakan tujuan intervensi adalah meredam volatilitas berlebihan dan menjaga kepercayaan pasar, bukan mempertahankan level kurs tertentu. Kurs tetap ditentukan oleh mekanisme pasar.
Mengapa Rupiah Tertekan Saat Ini?
- Dolar AS menguat menjelang keputusan FOMC.
- Jual bersih asing di saham sekitar Rp651,3 miliar pada 27 Oktober.
- Yield SUN 10 tahun naik ke sekitar 7,54% setelah lelang yang sepi.
- Harga minyak yang masih tinggi menambah kebutuhan dolar untuk impor.
Skenario rupiah setelah FOMC dibahas di tiga skenario FOMC dan dampaknya ke rupiah. Kurs referensi harian tersedia di JISDOR Bank Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan ajakan transaksi. Trading valas berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja alat stabilisasi rupiah Bank Indonesia?
Tiga alat utamanya adalah intervensi di pasar spot, transaksi DNDF di pasar derivatif domestik, dan pembelian SBN di pasar sekunder.
Apa itu DNDF?
DNDF adalah kontrak berjangka valas domestik yang diselesaikan dalam rupiah, sehingga BI dapat memengaruhi ekspektasi kurs tanpa menghabiskan banyak cadangan devisa.
Berapa kurs rupiah pada 27 Oktober 2026?
Rupiah ditutup di Rp18.156 per dolar AS pada 27 Oktober 2026, posisi terlemah sejak Juni.

