Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) adalah surat berharga dalam rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) dengan aset dasar berupa Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki BI. SRBI mulai diterbitkan pada 2023 sebagai instrumen operasi moneter yang pro-pasar.
SRBI sering disebut dalam berita ketika membahas aliran modal asing dan stabilitas rupiah.

Tujuan SRBI
- Pendalaman pasar uang. SRBI dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga memperkaya pilihan instrumen jangka pendek.
- Pengelolaan likuiditas. Melalui SRBI, BI dapat menyerap kelebihan likuiditas rupiah di perbankan.
- Menarik aliran modal asing. SRBI dapat dimiliki investor nonresiden, sehingga menjadi saluran masuknya dana asing yang membantu menopang rupiah.
Ciri-Ciri SRBI
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Penerbit | Bank Indonesia |
| Mata uang | Rupiah |
| Aset dasar | SBN yang dimiliki BI |
| Tenor umum | 6, 9, dan 12 bulan |
| Mekanisme | Lelang oleh BI, lalu dapat diperdagangkan di pasar sekunder |
| Pembeli | Bank, lembaga keuangan, dan investor termasuk nonresiden |
BI juga menerbitkan instrumen sejenis dalam valas, yaitu SVBI dan SUVBI, untuk mengelola likuiditas valuta asing.
Mengapa SRBI Menarik bagi Investor Asing?
SRBI bertenor pendek dan menawarkan imbal hasil yang relatif tinggi dibanding instrumen serupa di negara maju. Bagi investor asing, daya tariknya bergantung pada:
- Selisih imbal hasil dengan instrumen di negara asal.
- Ekspektasi kurs rupiah. Pelemahan rupiah dapat menghapus keuntungan imbal hasil.
- Biaya lindung nilai, yang bisa ditekan melalui instrumen seperti DNDF. Penjelasannya di apa itu NDF dan DNDF.
Logika ini mirip dengan strategi carry trade.
SRBI dan Rupiah
Ketika investor asing membeli SRBI, mereka harus menukar valas ke rupiah, sehingga permintaan rupiah naik. Sebaliknya, saat kepemilikan asing di SRBI turun, tekanan terhadap rupiah bisa meningkat. Karena itu, data kepemilikan asing di SRBI sering dipantau bersama data aliran modal di saham dan SBN.
Pada 2026, rupiah menghadapi tekanan dari suku bunga AS yang tinggi dan arus keluar dana asing, seperti diulas di perjalanan rupiah 2026.
Kritik dan Risiko
- Biaya bagi BI. Imbal hasil SRBI menjadi beban bagi BI.
- Dana jangka pendek. Aliran dana ke instrumen bertenor pendek bisa cepat keluar saat sentimen memburuk.
- Persaingan dengan SBN. Sebagian pengamat menilai SRBI bersaing dengan SBN dalam menarik dana investor, sehingga perlu koordinasi kebijakan.
SRBI vs SBN
| Aspek | SRBI | SBN |
|---|---|---|
| Penerbit | Bank Indonesia | Pemerintah (Kemenkeu) |
| Tujuan | Operasi moneter | Pembiayaan APBN |
| Tenor | Pendek (โค12 bulan) | Pendek hingga panjang |
Informasi resmi lelang SRBI tersedia di situs Bank Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu SRBI?
SRBI atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia adalah surat berharga dalam rupiah yang diterbitkan Bank Indonesia dengan aset dasar SBN milik BI, digunakan untuk operasi moneter.
Apakah investor asing bisa membeli SRBI?
Ya. SRBI dapat dimiliki investor nonresiden dan diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga menjadi salah satu saluran masuknya dana asing.
Apa bedanya SRBI dan SBN?
SRBI diterbitkan Bank Indonesia untuk operasi moneter dengan tenor pendek, sedangkan SBN diterbitkan pemerintah untuk membiayai APBN dengan tenor pendek hingga panjang.

