Thu, 29 Oct 2026 ยท 09:40
Radar Finansial, Arahkan Investasi Anda
Ekonomi

Belanja Negara Baru 69,2% hingga September 2026: Sisa Rp1.182 Triliun Harus Dibelanjakan dalam Tiga Bulan Terakhir

โœ๏ธ Team ๐Ÿ“… October 27, 2026 ๐Ÿ‘ 5 views

Realisasi belanja negara hingga akhir September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun, atau 69,2% dari pagu APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Artinya, masih ada sekitar Rp1.182 triliun yang bisa dibelanjakan dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

Fakta kunci: Belanja Negara Baru 69,2% hingga September 2026: Sisa Rp1.182 Triliun Harus Dibelanjakan dalam Tiga Bulan Terakhir
Realisasi APBN hingga September 2026 dibandingkan target.

Posisi APBN hingga September 2026

PosRealisasiCapaian
Pendapatan negaraRp2.341,5 triliun74,2% dari target Rp3.153,6 triliun
Penerimaan pajakRp1.607,6 triliun68,2%, tumbuh 24,1%
Kepabeanan dan cukaiRp240,1 triliuntumbuh 8,5%
PNBPRp492,3 triliuntumbuh 41,7%
Belanja negaraRp2.660,5 triliun69,2% dari pagu, tumbuh 19%
DefisitRp319 triliunsekitar 1,2% PDB
Pembiayaan utangRp494,3 triliun59,4% dari target

Kementerian Keuangan menyatakan defisit masih sesuai rencana karena sejak awal APBN 2026 dirancang defisit.

Menghitung Sisa Anggaran

Pagu belanja โˆ’ realisasi = sisa Rp3.842,7 triliun โˆ’ Rp2.660,5 triliun = sekitar Rp1.182,2 triliun

Jika seluruh pagu terserap, rata-rata belanja kuartal IV mencapai sekitar Rp394 triliun per bulan, lebih tinggi dari rata-rata sembilan bulan pertama sekitar Rp296 triliun per bulan. Dalam praktiknya, penyerapan anggaran jarang mencapai 100%, sehingga angka ini adalah batas atas.

Mengapa Belanja Menumpuk di Akhir Tahun?

  1. Siklus proyek. Pembayaran proyek infrastruktur biasanya dilakukan setelah pekerjaan selesai.
  2. Proses pengadaan yang memakan waktu di awal tahun.
  3. Transfer ke daerah dan bantuan sosial yang sebagian dicairkan menjelang akhir tahun.

Dampaknya ke Ekonomi

  • Pendorong pertumbuhan. Belanja pemerintah yang lebih cepat dapat menopang konsumsi dan investasi di kuartal IV. Ekonom Danamon Irman Faiz menyebut penyerapan anggaran paruh kedua tahun sebagai salah satu penopang, seperti dibahas di proyeksi pertumbuhan kuartal III.
  • Defisit melebar. Defisit biasanya membesar di akhir tahun karena belanja naik lebih cepat dari pendapatan.
  • Kebutuhan pembiayaan. Pembiayaan utang baru 59,4% dari target, sehingga penerbitan SBN di kuartal IV ikut menentukan arah yield. Kondisi minat asing di SBN dibahas di asing jual saham tapi beli SBN.

Tantangan Kuartal IV

  • Harga minyak tinggi yang menambah beban subsidi dan kompensasi energi.
  • Rupiah melemah yang menaikkan beban pembayaran utang dalam valuta asing.
  • Kualitas belanja. Belanja yang terburu-buru di akhir tahun berisiko kurang efektif.

Laporan kinerja APBN bulanan tersedia di situs Kementerian Keuangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa realisasi belanja negara hingga September 2026?

Realisasi belanja negara hingga akhir September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2% dari pagu APBN Rp3.842,7 triliun.

Berapa sisa anggaran belanja untuk kuartal IV 2026?

Sisa pagu belanja sekitar Rp1.182 triliun, dihitung dari pagu Rp3.842,7 triliun dikurangi realisasi Rp2.660,5 triliun.

Berapa defisit APBN hingga September 2026?

Defisit APBN hingga September 2026 mencapai Rp319 triliun atau sekitar 1,2% dari PDB.

Team
Tim Redaksi RupiahRadar