Pada 27 Oktober 2026, IHSG turun 1,99% ke 5.266,13 dengan nilai transaksi sekitar Rp17,57 triliun dan volume sekitar 36,3 miliar saham. Angka ini membantu menilai seberapa kuat tekanan jual hari itu.

Nilai Transaksi vs Volume
| Ukuran | Arti |
|---|---|
| Nilai transaksi | Total rupiah yang diperdagangkan |
| Volume | Jumlah lembar saham yang berpindah tangan |
| Frekuensi | Jumlah transaksi yang terjadi |
Nilai transaksi lebih menggambarkan keterlibatan investor besar, karena volume bisa membengkak oleh saham berharga rendah. Pada 27 Oktober, rata-rata nilai per lembar sekitar Rp17,57 triliun รท 36,3 miliar โ Rp484, menandakan banyak transaksi di saham berharga rendah.
Cara Membaca
- Bandingkan dengan rata-rata harian beberapa pekan terakhir. Nilai transaksi di atas rata-rata saat indeks turun menunjukkan tekanan jual yang kuat.
- Lihat siapa yang bertransaksi. Jual bersih asing Rp651,3 miliar menunjukkan sebagian tekanan datang dari investor asing. Daftarnya ada di asing jual bersih Rp651 miliar.
- Perhatikan breadth. Pada hari itu, 611 saham turun dan hanya 100 naik. Konsep breadth dibahas di market breadth IHSG 26 Oktober.
Mengapa Likuiditas Penting bagi Investor Ritel?
- Saham likuid lebih mudah dibeli dan dijual tanpa menggeser harga terlalu jauh.
- Saham tidak likuid berisiko memiliki selisih harga beli-jual yang lebar dan sulit dijual saat panik.
- Saat pasar tertekan, likuiditas di saham kecil bisa mengering lebih cepat.
Catatan
Satu hari dengan nilai transaksi tinggi belum menentukan tren. Investor sebaiknya melihat pola beberapa hari dan memadukannya dengan level teknikal, misalnya proyeksi IHSG pekan 26โ30 Oktober.
Data perdagangan harian tersedia di Bursa Efek Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa nilai transaksi BEI pada 27 Oktober 2026?
Nilai transaksi sekitar Rp17,57 triliun dengan volume sekitar 36,3 miliar saham.
Apa beda nilai transaksi dan volume?
Nilai transaksi adalah total rupiah yang diperdagangkan, sedangkan volume adalah jumlah lembar saham yang berpindah tangan.
Bagaimana membaca volume saat indeks turun?
Volume atau nilai transaksi di atas rata-rata saat indeks turun menunjukkan tekanan jual yang kuat, sedangkan volume rendah menunjukkan pelemahan tanpa keyakinan besar.

