Realisasi belanja negara hingga akhir September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun, atau 69,2% dari pagu APBN sebesar Rp3.842,7 triliun. Artinya, masih ada sekitar Rp1.182 triliun yang bisa dibelanjakan dalam tiga bulan terakhir tahun ini.

Posisi APBN hingga September 2026
| Pos | Realisasi | Capaian |
|---|---|---|
| Pendapatan negara | Rp2.341,5 triliun | 74,2% dari target Rp3.153,6 triliun |
| Penerimaan pajak | Rp1.607,6 triliun | 68,2%, tumbuh 24,1% |
| Kepabeanan dan cukai | Rp240,1 triliun | tumbuh 8,5% |
| PNBP | Rp492,3 triliun | tumbuh 41,7% |
| Belanja negara | Rp2.660,5 triliun | 69,2% dari pagu, tumbuh 19% |
| Defisit | Rp319 triliun | sekitar 1,2% PDB |
| Pembiayaan utang | Rp494,3 triliun | 59,4% dari target |
Kementerian Keuangan menyatakan defisit masih sesuai rencana karena sejak awal APBN 2026 dirancang defisit.
Menghitung Sisa Anggaran
Pagu belanja โ realisasi = sisa Rp3.842,7 triliun โ Rp2.660,5 triliun = sekitar Rp1.182,2 triliun
Jika seluruh pagu terserap, rata-rata belanja kuartal IV mencapai sekitar Rp394 triliun per bulan, lebih tinggi dari rata-rata sembilan bulan pertama sekitar Rp296 triliun per bulan. Dalam praktiknya, penyerapan anggaran jarang mencapai 100%, sehingga angka ini adalah batas atas.
Mengapa Belanja Menumpuk di Akhir Tahun?
- Siklus proyek. Pembayaran proyek infrastruktur biasanya dilakukan setelah pekerjaan selesai.
- Proses pengadaan yang memakan waktu di awal tahun.
- Transfer ke daerah dan bantuan sosial yang sebagian dicairkan menjelang akhir tahun.
Dampaknya ke Ekonomi
- Pendorong pertumbuhan. Belanja pemerintah yang lebih cepat dapat menopang konsumsi dan investasi di kuartal IV. Ekonom Danamon Irman Faiz menyebut penyerapan anggaran paruh kedua tahun sebagai salah satu penopang, seperti dibahas di proyeksi pertumbuhan kuartal III.
- Defisit melebar. Defisit biasanya membesar di akhir tahun karena belanja naik lebih cepat dari pendapatan.
- Kebutuhan pembiayaan. Pembiayaan utang baru 59,4% dari target, sehingga penerbitan SBN di kuartal IV ikut menentukan arah yield. Kondisi minat asing di SBN dibahas di asing jual saham tapi beli SBN.
Tantangan Kuartal IV
- Harga minyak tinggi yang menambah beban subsidi dan kompensasi energi.
- Rupiah melemah yang menaikkan beban pembayaran utang dalam valuta asing.
- Kualitas belanja. Belanja yang terburu-buru di akhir tahun berisiko kurang efektif.
Laporan kinerja APBN bulanan tersedia di situs Kementerian Keuangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa realisasi belanja negara hingga September 2026?
Realisasi belanja negara hingga akhir September 2026 mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2% dari pagu APBN Rp3.842,7 triliun.
Berapa sisa anggaran belanja untuk kuartal IV 2026?
Sisa pagu belanja sekitar Rp1.182 triliun, dihitung dari pagu Rp3.842,7 triliun dikurangi realisasi Rp2.660,5 triliun.
Berapa defisit APBN hingga September 2026?
Defisit APBN hingga September 2026 mencapai Rp319 triliun atau sekitar 1,2% dari PDB.

