Fri, 30 Oct 2026 · 11:55
Radar Finansial, Arahkan Investasi Anda
Ekonomi

Cara Kerja Inflation Targeting Bank Indonesia: Sasaran 2,5% ± 1% dan Alat Kebijakannya

✍️ Team 📅 October 30, 2026 👁 2 views

Inflation targeting adalah kerangka kebijakan moneter di mana Bank Indonesia menetapkan sasaran inflasi secara terbuka, lalu mengatur BI Rate dan alat kebijakan lain agar inflasi bergerak di dalam kisaran sasaran. Untuk 2026, sasaran inflasi adalah 2,5% ± 1%, atau kisaran 1,5–3,5%. Inflasi September 2026 tercatat 3,28%, mendekati batas atas. Dengan BI Rate di 5,75%, suku bunga riil sekitar 2,47%, yang menjadi salah satu pertimbangan BI dalam menjaga stabilitas harga dan rupiah.

Fakta kunci: Cara Kerja Inflation Targeting Bank Indonesia: Sasaran 2,5% ± 1% dan Alat Kebijakannya
Posisi inflasi September 2026 terhadap kisaran sasaran Bank Indonesia.

Apa Itu Inflation Targeting?

Dalam kerangka ini, bank sentral menjadikan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter. Sasaran diumumkan ke publik agar masyarakat dan pelaku usaha memiliki acuan dalam menentukan harga, upah, dan rencana investasi. Bank Indonesia menerapkan kerangka Inflation Targeting Framework (ITF) sejak pertengahan 2005, dengan penyempurnaan dari waktu ke waktu.

Siapa yang Menetapkan Sasaran Inflasi?

Sasaran inflasi ditetapkan pemerintah setelah berkoordinasi dengan Bank Indonesia, dan berlaku untuk beberapa tahun ke depan. Pencapaiannya melibatkan koordinasi BI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah, karena sebagian sumber inflasi berasal dari harga pangan dan harga yang diatur pemerintah.

Bagaimana BI Rate Bekerja?

Jalur transmisi kebijakan BI Rate ke inflasi
Jalur transmisi kebijakan moneter dari BI Rate ke inflasi.

BI Rate diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). Perubahan BI Rate memengaruhi suku bunga pasar uang antarbank, lalu suku bunga deposito dan kredit. Dari situ, dampaknya merambat ke konsumsi, investasi, dan nilai tukar rupiah, yang pada akhirnya memengaruhi inflasi. Proses ini disebut transmisi kebijakan moneter dan biasanya membutuhkan waktu beberapa kuartal.

Jalur transmisiCara kerja
Suku bungaBI Rate naik → bunga kredit naik → permintaan melambat
Nilai tukarSuku bunga menarik → rupiah stabil → harga impor terkendali
EkspektasiKebijakan kredibel → ekspektasi inflasi terjaga
KreditLikuiditas dan kredit memengaruhi belanja dan investasi

Apa Alat Kebijakan Selain BI Rate?

  • Koridor suku bunga: deposit facility dan lending facility di sekitar BI Rate.
  • Stabilisasi nilai tukar: intervensi di pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.
  • Kebijakan makroprudensial: misalnya pengaturan giro wajib minimum dan rasio pembiayaan.
  • Koordinasi pengendalian inflasi dengan pemerintah melalui tim pengendalian inflasi pusat dan daerah.

Penjelasan alat stabilisasi rupiah ada di tiga alat stabilisasi BI.

Bagaimana Posisi Inflasi Saat Ini?

Inflasi September 2026 tercatat 3,28% secara tahunan dan 0,30% secara bulanan, dengan penyumbang antara lain cabai, daging ayam, dan emas perhiasan. Angka ini masih di dalam kisaran, tetapi dekat batas atas 3,5%. Pelemahan rupiah dan harga energi yang tinggi menjadi risiko kenaikan. Komponen inflasi dibahas di proyeksi inflasi akhir 2026.

Mengapa Ekspektasi Inflasi Penting?

Jika masyarakat dan pelaku usaha percaya inflasi akan tetap rendah, mereka tidak buru-buru menaikkan harga dan upah. Sebaliknya, jika ekspektasi inflasi naik, kenaikan harga bisa menjadi berantai. Karena itu, kredibilitas bank sentral sangat penting. Konsepnya dibahas di ekspektasi inflasi.

Apa Tantangan Inflation Targeting di Indonesia?

  • Inflasi pangan sering dipengaruhi cuaca dan distribusi, di luar kendali suku bunga.
  • Harga yang diatur pemerintah, seperti BBM dan tarif listrik, bisa berubah karena kebijakan fiskal.
  • Tekanan nilai tukar dari arus modal global, seperti saat isu MSCI dan suku bunga AS tinggi.
  • Trade-off pertumbuhan: menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi bisa memperlambat ekonomi.

Apa Artinya bagi Masyarakat?

Kerangka inflation targeting membantu masyarakat merencanakan keuangan dengan lebih pasti. Saat inflasi mendekati batas atas, peluang penurunan suku bunga kredit mengecil, sementara bunga simpanan cenderung bertahan. Rumah tangga perlu memperhitungkan kenaikan harga dalam anggaran.

Bagaimana Inflation Targeting Diterapkan di Negara Lain?

Banyak bank sentral memakai kerangka serupa. The Fed dan ECB menargetkan inflasi 2%, Bank of Japan juga 2%, sedangkan Reserve Bank of Australia menargetkan kisaran 2–3%. Perbedaan sasaran mencerminkan karakter ekonomi masing-masing. Negara berkembang seperti Indonesia biasanya memakai sasaran sedikit lebih tinggi dengan kisaran lebih lebar karena inflasi pangan lebih bergejolak.

Apa yang Terjadi jika Sasaran Meleset?

Jika inflasi berada di luar kisaran sasaran, bank sentral perlu menjelaskan penyebabnya kepada publik dan langkah yang akan diambil. Penjelasan terbuka ini menjaga kredibilitas, sehingga ekspektasi inflasi masyarakat tidak ikut melonjak. Dalam praktiknya, BI juga berkoordinasi dengan pemerintah melalui program pengendalian harga pangan dan distribusi.

Bagaimana Membaca Keputusan RDG?

Perhatikan bukan hanya BI Rate, tetapi juga penilaian BI terhadap inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan, serta langkah-langkah pendukung lain. Pernyataan bahwa inflasi “terkendali dalam kisaran sasaran” berbeda maknanya dengan pernyataan “risiko inflasi meningkat”.

Informasi resmi sasaran inflasi dan keputusan RDG tersedia di Bank Indonesia, sedangkan data inflasi bulanan dirilis Badan Pusat Statistik.

Artikel ini bersifat informasi. Data dapat direvisi oleh lembaga penerbitnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu inflation targeting?

Kerangka kebijakan moneter di mana bank sentral menetapkan sasaran inflasi secara terbuka dan mengatur suku bunga serta alat lain agar inflasi berada di kisaran sasaran.

Berapa sasaran inflasi Bank Indonesia 2026?

2,5% ± 1%, atau kisaran 1,5–3,5%.

Berapa inflasi Indonesia September 2026?

3,28% secara tahunan, mendekati batas atas sasaran.

Bagaimana BI Rate memengaruhi inflasi?

Melalui suku bunga pasar, nilai tukar, kredit, dan ekspektasi, yang memengaruhi permintaan dan harga dalam beberapa kuartal.

Apa alat kebijakan BI selain BI Rate?

Koridor suku bunga, stabilisasi nilai tukar melalui spot, DNDF, dan SBN, kebijakan makroprudensial, serta koordinasi pengendalian inflasi.

Team
Tim Redaksi RupiahRadar